(
Bakso yang sudah selesai direbus dan mengambang, menggoda selera sekali bukan, hihiii...)
Sekilas berbagi sedikit pengetahuan yang saya tau tentang bakso. Dalam
pembuatan bakso memang faktor kekenyalan menjadi nomor satu yang
diinginkan. Jika ingin membuat bakso yang kenyal, ada 2 macam cara yang
bisa dilakukan. Yang pertama adalah menggunakan daging sapi segar yang
baru saja dipotong dari penjagalan, kita harus ke pasar subuh-subuh
untuk mendapatkannya kemudian langsung menggilingnya ke tempat
penggilingan bakso di pasar dengan menambahkan bahan-bahan lain sesuai
resep yang kita punya. Jika menggunakan daging sapi yang segar ini,
bakso akan kenyal walaupun tanpa penambahan bahan pengenyal.
Yang kedua adalah dengan menggunakan bahan pengenyal bakso, bubuk
pengenyal ini biasanya sudah disediakan oleh tukang jasa penggilingan
bakso di pasar bentuknya serbuk berwarna putih (tukang jasa penggilingan
bakso biasanya menyediakan bubuk pengenyal dan bubuk penyedap). Bubuk
pengenyal ini macam-macam jenisnya, ada yang food grade dan ada juga
yang non-food grade (seperti contohnya borax). Setahu saya bubuk
pengenyal yang sangat banyak dipakai adalah jenis STP (Sodium Tripoly
Phospat) atau di pasar sering disebut 'obat bakso' (poly powder) karena
harganya yang murah dibanding pengenyal lainnya, kita bisa dapatkan di
toko bahan kimia. STP ini termasuk yang food grade dan diizinkan dengan
takaran tertentu (hanya sedikit saja dari total berat adonan), jika
penggunaannya tidak sesuai takaran juga bisa berakibat tidak baik untuk
tubuh. Ada juga bubuk pengenyal bakso yang alami dari bahan karagenan
hanya saja harganya mahal jadi kurang diminati oleh para produsen bakso
:)
Di antara 2 cara tersebut, sepertinya lebih banyak tukang bakso yang
memilih memakai bahan pengenyal ketimbang harus menggunakan daging super
segar yang harus diburu subuh atau dini hari. Walaupun ada juga yang
memilih tidak memakai pengenyal dengan rela membeli daging segar subuh
hari. Semuanya pilihan masing-masing.
Sewaktu masih di Indonesia, jika saya sedang ke pasar pernah beberapa
kali memperhatikan kegiatan di tukang jasa penggilingan bakso.
Bahan-bahan yang dimasukkan ke mesin penggilingan berbeda-beda sesuai
permintaan dan 'resep' dari masing-masing pedagang baksonya. Kualitas
bakso yang dihasilkan pun berbeda-beda, dari yang super sampai yang
ekonomis (dengan menambahkan bahan tambahan lainnya ke dalam adonan) dan
tidak lupa kedua jenis 'bubuk putih' (bubuk pengenyal dan bubuk
penyedap) pun hampir selalu dimasukkan. Berharap semoga saja tidak ada
yang menggunakan borax ke dalam baksonya ya, soalnya saya penggemar
bakso, hehee...
Membuat bakso sebenarnya tidak begitu sulit, yang sulit itu cari uang
buat beli dagingnya secara daging mahal, hahahaaa... (becanda yaa...
hehee). Bahan-bahan yang digunakan pun tidak banyak dan mudah didapat.
Hanya saja untuk saya yang sedang merantau ke Korea ini, menggunakan
daging frozen halal adalah yang bisa saya pilih untuk membuat bakso dan
juga saya hanya punya blender daging ukuran kecil yang ternyata tidak
mampu menggiling daging dengan basis 500 gram, akhirnya saya harus sabar
membagi adonan menjadi 2 bagian dan menggilingnya 2x supaya blender
saya tidak rusak dan cepat panas. Hitung-hitung melatih kesabaran lah
ya, tapi setelah baksonya jadi alhamdulillah puas dan terbayarkan deh
^_^
Selalu pilih daging yang tidak ada bagian lemak putihnya atau jikapun
ada sedikit saja dan usahakan menyisihkan lemak tersebut sebelum
dipakai. Jika daging yang digunakan berlemak banyak, hasil baksonya
tidak bagus karena lemak akan mencair ketika adonan bakso dimasak yang
menyebabkan tekstur baksonya jadi tidak bagus.
Usahakan menggiling daging sehalus mungkin, semaksimal blender atau food
processor (FP) yang Anda miliki di rumah, jadi jangan asal tergiling
saja tapi juga sampai benar-benar halus (terutama untuk bakso polos)
walaupun tetap tergantung kinerja masing-masing alat yang kita punya.
Oleh karena itu memang menggiling di rumah tidak akan sampai sehalus
mulus adonan bakso yang digiling di pasar menggunakan mesin penggilingan
khusus adonan bakso.
Jika dirasa blender atau FP sudah panas, hentikan menggiling dan
lanjutkan kembali setelah agak dingin. Panas dari blender atau FP akan
merusak tekstur daging yang akan tambah mengurangi kekenyalan daging.
Itulah kenapa dalam membuat bakso kerap kali ditambahkan es batu,
tujuannya untuk menjaga kekenyalan daging.
Jika kita pernah melihat adonan bakso yang digiling di tukang
penggilingan bakso di pasar, hasil akhir adonannya mulus seperti
bubur/paste, tapi jika kita membuatnya di rumah mungkin tidak bisa
terlalu mulus seperti itu tapi yang penting enak dan sehat lah yaaa
karena kita tau bahan-bahan yang digunakan :)
Setiap orang pasti punya resep bakso yang berbeda-beda dengan tekstur
bakso yang dihasilkan sesuai selera masing-masing juga. Yang pasti home
cooking is always the best lah yaaa (pembelaan diri karena gak bisa
jajan bakso di Korea, hahaaa...). Ya, jangankan kita, tukang bakso aja
pasti resep baksonya beda-beda kan, hehehee...
Buat yang mau mencoba bikin bakso sendiri di rumah, di bawah ini resep
bakso homemade yang saya buat, benar-benar homemade karena menggiling
dagingnya di rumah ^^
BAKSO SAPI
by Ricke Indriani
Bahan:
500 gram daging sapi tanpa lemak (jika memungkinkan pilih yang segar, tapi kasus saya pakai yang frozen)
150 gram es batu, hancurkan (bisa juga menggunakan air es super dingin)
50 ml putih telur
3 siung bawang putih, iris tipis, digoreng
3-5 siung bawang putih, haluskan
2 sdt garam (15 gram)
1/2 sdt soda kue (bisa juga baking powder)
100 gram tepung sagu tani/tapioka (ukuran tepung terkadang berbeda-beda sesuai selera masing-masing saja)
Air dalam panci untuk merebus bakso.
Cara membuat:
1. Potong-potong daging agar lebih mudah dihaluskan. Masukkan dalam
blender daging atau food processor (FP) beri setengah bagian es batu.
Giling hingga halus. Masukkan putih telur, bawang putih goreng, bawang
putih halus, garam dan sisa es batu. Giling lagi hingga benar-benar
halus.
2. Masukkan tepung sagu tani/tapioka dan soda kue (atau baking powder),
giling lagi hingga menjadi adonan pasta yang lembut dan mulus.
3. Didihkan air dalam panci untuk merebus. Setelah mendidih, matikan api
(atau pakai api yang kecil sekali agar air jangan bergolak mendidih
cukup hanya panas saja).
4. Ambil segenggam adonan bakso kemudian kepalkan tangan dan tekan
jemari hingga adonan menyembul keluar dari sela ibu jari dan telunjuk,
celupkan sendok ke air dingin (tujuannya agar sendok tidak lengket ke
adonan) kemudian angkat bulatan adonan dengan sendok dan masukkan ke
dalam air panas dalam panci. Bisa juga dibulatkan dengan bantuan 2 buah
sendok teh. Lakukan hingga adonan habis. Biarkan bakso sampai
mengambang, kemudian nyalakan/besarkan sedikit apinya dan masak kembali
dengan air mendidih kecil selama 5 menit agar bakso matang sempurna.
5. Siapkan air dingin dalam wadah/baskom, angkat bakso yang sudah matang
dari panci dan masukkan ke dalam air dingin. Biarkan hingga dingin.
Tiriskan dan bakso siap dipakai.
6. Bakso fresh tanpa pengawet hanya tahan seharian saja di suhu ruang,
tahan seminggu dalam suhu kulkas/chiller dan tahan hingga 2-3 bulan
dalam suhu beku/freezer.
(
Bahan-bahan
baksonya, tepungnya lupa difoto karena belum ditimbang, hihiii... Yang
di talenan itu bagian lemak dan tetelan yang saya pisahkan dari
dagingnya)
(
Daging yang saya gunakan setelah di-thawing hingga lemas kembali)
(
Hasil maksimal daging yang digiling dengan blender daging kecil yang saya punya)
(
Hasil akhir adonan bakso, pengennya lebih halus lagi tapi blender sudah gak kuat, hehee...)
Tips:
- Soda kue (atau baking powder) fungsinya untuk membantu bakso mempunyai
pori halus di dalamnya. Adanya pori ini membantu bakso menyerap
bumbu-bumbu dan kaldu dalam kuahnya sehingga rasanya lebih enak.
- Jika menginginkan bakso dengan tekstur yang lebih renyah, bisa juga
dicampur dengan sedikit fillet dada ayam. Misalnya 400 gram daging sapi
dan 100 gram fillet dada ayam. Tapi saya hanya menggunakan full daging
sapi saja.
- Pada saat membulatkan adonan, telapak tangan bisa dioles dengan
sedikit minyak goreng agar adonan tidak terlalu lengket di tangan.
Kepal-kepal dulu dengan tangan agar permukaan adonan mulus sebelum
digenggam dan ditekan keluar.
- Jangan memasukkan bakso langsung ke dalam air yang bergolak mendidih
karena air yang sedang bergolak akan merusak permukaan bakso sehingga
hasilnya jadi tidak mulus. Bakso yang matang secara perlahan juga
teksturnya jadi lebih baik. Ketika bakso sudah mengambang semua baru
didihkan.
- Jumlah bulatan bakso yang dihasilkan tergantung ukuran bakso yang
dibuat, semakin kecil bulatannya semakin banyak jumlahnya, hehee...
- Jika akan menyimpan bakso dalam kulkas atau freezer, simpan dalam
plastik atau zipper bag yang tertutup rapat agar bakso tidak menjadi
kering.
Untuk kuah baksonya, saya dapat tips dari kenalan dan tetangga di
Indonesia yang punya usaha bakso. Paling nikmat memang kuahnya dibuat
dari kaldu tulang kaki sapi dan juga ditambah dengan daging tetelan
sapi. Bumbunya standar saja bawang putih, bawang merah, garam, gula
pasir, merica bubuk, pala bubuk (saya suka pakai ini) atau ditambah
kaldu bubuk bila suka. Karena di kota saya ini tidak ada tulang kaki
sapi halal (di kota lain yang lebih besar mungkin ada), kemarin saya
membuat kuah baksonya hanya menggunakan daging tetelan sapi saja yang
saya dapatkan dari bagian yang disisihkan dari daging yang dipakai untuk
membuat baksonya.
Selamat nge-bakso yaaa... Salam hangat dari South Korea ^_^