Rabu, 11 April 2018

CAKE KUKUS COKLAT MOCA PUTIH TELUR



Hoalaah...judulnya panjang banget yak! Heheee...
Di kulkas ada sisa putih telur, mungkin ada dari sekitar 6 putih telur. Kalo bikin kue yg lebih banyak pakai kuning telurnya ya begini jadinya, ada putih telur yg bersisa.
Hmmm...enaknya dibikn apa ya? Dari hasil ubek-ubek resep dan browsing di internet sebentar, akhirnya pilihan jatuh ke cake kukus aja deh. Kukus lagi ni, oven otangnya dikasih cuti dulu, hihihiii...
Resepnya sih diambil dari resep browkus putih telur Ny.Liem, coz resep-resep cake beliau emang terkenal maknyuss^_^
Tapi karena keterbatasan bahan dan pengen bikin cake yg bukan browkus alias ga nyoklat banget, akhirnya aku modified sana sini jadilah cake kukus coklat moca. Cake ini dibuat dua layer dg dua rasa, kopi dan moca. Ny. Liem, maaf ya resepnya aku ubek-ubek dan modifikasi. Thank u so much for the inspiration.
Rasanya??? Hmmmm...alhamduliLLAH enyakkk!! Spongy dan lembuuut...
Ini dia resepnya...

Bahan:
- 250 ml putih telur
- 125 gram gula pasir
- 1/4 sdt garam
- 7 gram emulsifier (sekitar 1 sdt, aku pakai SP)
- 115 gram tepung terigu protein sedang
- 1/2 sdt baking powder
- 1/2 vanili bubuk (aku pakai 1/2 sdt pasta vanili)
- 35 gram dark cooking chocolate, lelehkan dan campur dg 40 ml minyak goreng
- 1/2 sdt pasta coklat
- 35 gram white cooking chocolate, lelehkan dan campur dg 40 ml minyak goreng (pakai milk cooking chocolate juga boleh)
- 1 sdt kopi instan, larutkan dg 2 sdm air panas, dinginkan
- 1/2 sdt pasta moca (aku ga pakai coz ga ada), kalo pakai bisa nambah aroma dan rasa mocanya.
- Coklat meises atau dark cooking coklat yg dicincang halus untuk bahan lapisan

Cara membuat:
- Kocok putih telur dan garam hingga setengah mengembang. Mulai dg kecepatan rendah, lalu naikkan ke kecepatan sedang. Masukkan gula pasir sedikit demi sedikit sambil dikocok terus hingga gula habis. Masukkan emulsifier, kocok kembali hingga mengembang dan kental (soft peak). Masukkan pasta vanili, aduk rata.
- Masukkan tepung terigu dan baking powder sedikit demi sedikit sambil diayak. Aduk rata dg whisker atau mixer kecepatan paling rendah.
- Bagi 2 adonan. Satu bagian diberi campuran dark cooking chocolate leleh dan pasta coklat. Satu bagian lagi diberi white cooking chocolate leleh, larutan kopi dan pasta moca. Aduk rata.
- Tuang adonan coklat ke loyang yg dioles margarin dan dialasi kertas roti. Kukus 15 menit. Beri taburan coklat meises atau dark cooking chocolate halus. Kukus lagi 5 menit.
- Tuang adonan moca di atasnya. Kukus lagi 25-30 menit sampai matang (bisa dilakukan tes tusuk).
- Angkat, keluarkan dari loyang beserta kertas rotinya. Biarkan agak dingin baru kelupas kertas rotinya.
- Potong-otong dan sajikan.


(lapisan coklat dan mocanya ga sama tingginya, aku pakai loyangnya kekecilan, hihihiii...)

kue soes dobel cokelat


Double chocolate choux/kue soes dobel cokelat ini dibuat dgn basic vanilla pastry cream/vla yg sama dgn yg biasanya. Hanya menambahkan cokelat bubuk dan dark chocolate untuk pastry cream. Atasnya diberi topping cokelat dan almond slice. Chocolate pastry cream-nya enak deh, mirip ganache

. Resep kulit choux seperti biasa, sudah sering saya posting (lihat foto sebelah). Ini resep fillingnya saja ya.

. DOUBLE CHOCOLATE CHOUX
by @rickeindriani_ordinarykitchen

. Choux:
1 resep kulit choux pastry/kue soes (lihat di postingan sebelumnya)

. Filling:
500 ml susu cair
75 gram gula pasir
1/4 sdt garam
20 gram cokelat bubuk
2 kuning telur, kocok lepas
60 gram maizena
100 gram dark chocolate, cincang kecil
1-2 sdt vanilla
2 sdm butter/margarin

. Topping:
100 gram dark chocolate, cincang kecil
50 ml susu cair
25 gram butter
Almond flakes secukupnya, sangrai

. Cara membuat:
1. Campur rata kuning telur, maizena dan 100 ml susu cair dlm wadah. Aduk rata dgn handwhisk. Sisihkan.
2. Dlm panci, campur rata sisa 400 ml susu cair, gula pasir, garam dan cokelat bubuk. Panaskan sambil diaduk2 hingga cokelat bubuk larut dan mendidih halus. Matikan api.
3. Masukkan bertahap susu cokelat panas tadi ke campuran telur dan maizena, segera aduk cepat merata dgn handwhisk setiap memasukkan susu.
4. Tuang kembali campuran ini ke panci, nyalakan api kecil. Masak sambil diaduk-aduk hingga mengental meletup2. Masukkan vanilla. Aduk rata. Matikan api.
5. Panas-panas masukkan dark chocolate cincang. Aduk2 hingga seluruh cokelat meleleh dan tercampur rata. Masukkan butter, aduk rata hingga licin dan smooth.
6. Tuang ke dalam wadah/mangkuk. Tutup permukaannya dgn plastic wrap hingga menyentuh permukaan pastry cream/vla. Dinginkan dan simpan di kulkas agar set.
7. Setelah dingin dan set, aduk2 pastry cream/vla dgn handwhisk sampai smooth kembali dan creamy. Siap dipakai utk filling.

. Topping:
1. Panaskan susu cair hingga mendidih halus sambil diaduk-aduk. Matikan api. Masukkan dark chocolate cincang. Aduk-aduk hingga seluruh cokelat meleleh. Tambahkan butter, aduk rata hingga licin.

. Isi kulit choux dgn bahan filling, celup permukaannya ke bahan topping dan taburi almond flakes.

Selasa, 10 April 2018

BOLU GULUNG PANDAN KEJU






Putu Ayu Ketan Item


Kebetulan kemarin ini dapat orderan 100 pcs putu ayu ketan item. Ada sisa beberapa biji ya sudah lumayan buat cemilan sore-sore. Resepnya pakai resep putu ayu biasa (pandan) cuma telurnya aku kurangi jadi hanya 3 butir saja. Rasanya? Enakkk deh, legit dan harum khas ketan item.

Klo putu ayu yang dari terigu bertekstur empuk, klo yang dari ketan item bertekstur legit. Kelapanya saya kukus dulu bersama daun pandan, garam dan vanili. Santannya juga saya masak dahulu bersama daun pandan dan vanili. Jadi lebih awet dan wangi ^__^

Yang mau coba silahkan, ini dia resepnya... Yang gak mau ribet silahkan, pesan saja pada saya ^__*


Putu Ayu Ketan Item
by Ricke 'Bunda Nadhifa' Indriani

Bahan:
250 gram tepung ketan hitam
3 butir telur ukuran besar
150 gram gula pasir (klo suka lebih manis bisa pakai 200 gram)
1 sdt emulsifier
1/8 sdt garam (sejumput saja)
200 ml santan sedang yang sudah dimasak bersama pandan dan vanili (lebihkan sedikit jumlah santannya sebelum dimasak karena setelah matang akan sedikit menyusut, takar 200 ml setelah matang), dinginkan

Bahan kelapa parut:
200 gram kelapa parut
2 lembar daun pandan, sobek-sobek
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanili
---> Kukus semuanya selama 10 menit, dinginkan

Cara membuat:
1. Panaskan kukusan/klakat. Siapkan cetakan kue, olesi dengan minyak goreng tipis-tipis. Padatkan kelapa parut secukupnya di dasar cetakan. Sisihkan.
2. Kocok telur, gula pasir, emulsifier dan garam hingga putih, kental dan kaku dengan mixer kecepatan tinggi. Masukkan tepung ketan hitam sedikit demi sedikit sambil diaduk rata atau dikocok dg mixer kecepatan paling rendah.
3. Masukkan santan. Aduk rata. Tuang ke dalam cetakan sampai hampir penuh. Kukus selama 10 menit dengan api sedang. Keluarkan dari cetakan.

Selamat mencoba :)

MARTABAK BOLU PANDAN



Martabak bolu ini bentuknya sama dengan martabak manis biasa (terang bulan), tapi berbeda di teksturnya. Kalau martabak manis/terang bulan bertekstur legit dan kenyal; martabak bolu ini teksturnya seperti bolu/cake dan tidak berminyak (kalau martabak manis/terang bulan kan lebih mantap yang banjir butter leleh, hehehee...).
Soal selera, tergantung Anda. Saya sih suka dua-duanya kok, hehehee... ;)

Martabak bolu skarang sudah cukup dikenal banyak orang, seperti yg ada di Bandung dan di Bogor. Dalam pembuatan martabak bolu ini saya menggunakan ragi instant, berbeda dengan martabak manis/terang bulan yang hanya menggunakan soda kue atau dikombinasikan dengan baking powder (tidak menggunakan ragi).

Saya sendiri tidak tau apakah martabak bolu yang dijual di Bandung atau di Bogor menggunakan ragi instant dalam resepnya, tapi tekstur martabak bolu yang saya buat ini hampir mirip dengan martabak bolu yang dulu pernah dibawa seorang teman dari Bandung.

Kemarin karena melihat Teh Diah Raki bikin martabak bolu an diposting di Facebook, akhirnya pengen bikin juga, tapi resep saya agak sedikit berbeda. Karena loyang martabak saya imut (diameter luar 21, diameter dalam skitar 19 cm) jadi resepnya juga saya sesuaikan dengan ukuran loyang yang saya punya. Anyway, thanks to Teh Diah Raki for inspiring. Saya masih ngiler dengan martabak isi durian montongnya!!!

Untuk fillingnya saya pakai vla santan pandan dan diberi keju cheddar parut. Rasanya lembuuuuuut banget dan gurih-gurih manis gimana gituh, heheheee... Untuk garnish, saya dusting gula halus di permukaannya.



Bahan A:
100 gram terigu protein sedang
25 gram gula pasir halus
1/2 sdt ragi instant
150 ml santan hangat

Bahan B:
1 butir telur
1 buah kuning telur
25 ml air perasan daun pandan
1/2 sdt pasta pandan
1/2 sdt baking powder
1/4 sdt soda kue
1 sdt gula pasir (untuk taburan)

Bahan vla:
100 ml santan encer (saya buat dari santan kental instan ukuran 60 ml ditambah air 40 ml)
1/8 sdt garam
3 sdm susu kental manis
1 lembar daun pandan, sobek-sobek
1/4 sdt pasta pandan
1 sdm maizena, dilarutkan dengan sedikit air

Taburan filling:
Keju cheddar parut

Dusting:
Gula halus

Cara membuat:
Filling: Masak santan bersama garam, susu kental manis, pasta pandan dan daun pandan. Aduk-aduk sampai mendidih. Masukkan larutan maizena. Aduk hingga kental dan meletup-letup. Angkat. Sisihkan.
Martabak:
1. Campur terigu dan gula pasir halus. Tuangi santan hangat. Aduk rata dengan whisker hingga halus dan lembut. Masukkan ragi instant. Aduk rata. Diamkan kurang lebih 30 menit hingga 1 jam (tergantung kondisi tempat masing-masing).
2. Kocok lepas telur. Masukkan ke dalam adonan. Aduk rata. Masukkan air perasan daun pandan dan pasta pandan. Aduk rata. Masukkan baking powder. Aduk rata. Diamkan 15 menit.
3. Panaskan loyang martabak hingga cukup panas (jangan terlalu panas ya...). Masukkan soda kue ke dalam adonan, aduk rata. Segera tuang ke dalam loyang martabak yang telah panas. Kecilkan api. Tunggu sampai muncul gelembung-gelembung dan lubang-lubang yang cukup banyak. Tutup loyang (saya menggunakan tutup panci) sampai permukaan agak kering. Taburi gula pasir, tutup lagi sebentar sampai gula agak mencair. Angkat.
4. Belah 2 martabak. Oles 1/2 bagian dengan vla. Taburi keju parut. Tumpuk dengan 1/2 bagian lagi. Dusting permukaan martabak dengan gula halus. Potong-potong. Sajikan hangat.

*Resep ini jadinya hanya 1 buah martabak ukuran sedang. Jika mau membuat 2x atau 3x resep, tetap soda kue dimasukkan terakhir dan per loyang. Ambil adonan untuk per loyang (masukkan ke mangkuk atau gelas ukur), beri 1/4 sdt soda kue, aduk cepat dan segera tuang ke loyang yang sudah dipanaskan. Begitu seterusnya sampai adonan habis.

Senin, 09 April 2018

CBRONKETEM



CANEKA CKUE CKERING CLEBARAN









CRoti CBurger


































Alhamdulillah, akhirnya semangat untuk menulis perlahan muncul kembali, setelah sempat vakum menulis di blog karena berbagai alasan. Semoga semangatnya gak menghilang lagi ke depannya, walaupun wajar ya sesuatu itu terkadang timbul dan tenggelam (mencari pembenaran, hihihii...).

Okay, ini adalah burger ikan yang saya buat beberapa hari yang lalu. Baik burger bun (roti burger) dan patty-nya semua saya buat sendiri alias homemade. Bikinnya tanpa rencana, setelah Dhifa berangkat sekolah kok tiba-tiba kepikiran Nadhifa yang sudah beberapa kali minta dibikinkan burger, bukan minta dibelikan ya. Alhamdulillah Nadhifa sudah mengerti bahwa di Korea ini kita tidak bisa sembarangan beli makanan di luar, termasuk burger ini. Jadi saat melihat gambar burger di restoran fast food dia malah minta dibikinkan sama Bundanya, bukan minta beli. Tapi ya begitulah, Bundanya yang kadang belum semangat membuatnya, malah lebih ingin bikin kue yang lain saja, hehee... Maafkan Bunda ya sayang ^_^
Nadhifa memang suka makan burger walaupun tetap gak sering makan burger, dalam setahun mungkin bisa dhitung jari saja karena juga di Indonesia jarang sekali mampir ke restoran fast food kecuali kepepet jika sedang diluar rumah.

Setelah lihat isi kulkas, di freezer hanya ada ikan tenggiri, ikan salmon dan udang. Itupun jumlah masing-masing cuma sedikit karena sudah terpakai sebelumnya. Sedang tidak punya daging sapi maupun ayam, tadinya mau bikin burger tempe atau tahu tapi ternyata sedang tidak ada juga. Ketauan deh belum belanja :D . Ya sudah akhirnya tetap dieksekusi juga pakai bahan-bahan yang ada, digabungkan semuanya. Jadi deh fish patty dan enak lho, hehee... Mumpung lagi sudah ada niat dan semangat untuk memenuhi permintaan anak, jadi jangan ditunda-tunda langsung eksekusi ;)

Saya memakai wijen sangrai untuk taburan, karena hanya punya itu (di Korea banyak dijual wijen siap pakai yang sudah disangrai, biasanya untuk dicampurkan atau taburan masakan). Jadi warnanya agak kecoklatan hasil setelah roti dipanggang, lebih bagus pakai wijen mentah jadi warna wijennya putih kekuningan setelah roti matang, lebih cantik. Seladanya saya memakai selada bokor karena teksturnya lebih renyah, tapi jika mau menggunakan selada keriting juga oke saja, yang penting enak ya :)

Okay, here's the recipe...





































BURGER BUNS (ROTI BURGER)
by Ricke Indriani

200 gram terigu protein tinggi
50 gram terigu protein sedang
25 gram gula pasir
6 gram ragi instant
2 kuning telur
125-150 ml air es/susu cair dingin (sesuaikan jumlah air dengan kondisi tepung)
1/2 sdt garam
30 gram butter/margarin

Olesan:
1 putih telur (dari sisa adonan), kocok lepas
1 sdm susu cair
Aduk rata
Wijen untuk taburan




































Cara membuat buns/roti:
1. Campur terigu, gula pasir dan ragi instant. Aduk rata.
2. Masukkan kuning telur dan air/susu cair bertahap sedikit demi sedikit sambil diuleni. Hentikan penambahan air jika dirasa adonan sudah cukup (tidak kering dan tidak juga lembek). Uleni hingga kalis.
3. Masukkan garam dan butter/margarin. Uleni kembali hingga tercampur rata. Pindahkan ke alas kerja/meja bersih yang sudah ditaburi sedikit terigu. Uleni adonan hingga kalis elastis dan adonan sudah licin/mulus.
4. Bulatkan adonan. tempatkan dalam wadah dan tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan hingga volumenya mengembang 2x lipatnya (45-60 menit) tergantung kondisi ruangan.
5. Kempeskan adonan, uleni kembali sebentar hingga licin kembali. Bagi menjadi 8 bagian yang sama beratnya. Saya membuat roti burgernya tidak terlalu besar ukurannya, karena biar pas untuk sekali makan Nadhifa dan buat porsi saya juga pas, hehee... Jika mau lebih besar bisa dibagi menjadi 6 bagian.
6. Bulatkan masing-masing adonan, kemudian pipihkan. Tata di loyang yang sudah dioles mentega. Diamkan kembali hingga mengembang (30-45 menit). Poles dengan bahan polesan, taburi wijen.
7. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan dengan suhu 190-200'C selama 15 menit hingga matang kecoklatan permukaannya. Angkat dan dinginkan.



































FRIED FISH PATTY
by Ricke Indriani

200 gram filet ikan tenggiri/kakap/salmon (kemarin saya pakai tenggiri dan salmon)
100 gram udang kupas
1 siung bawang putih, haluskan
3/4 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
1 butir telur
2 sdm tepung roti/panir halus
1/2 sdm tepung sagu/tapioka
1 batang daun bawang, iris halus

Pelapis:
Tepung maizena
1 buah putih telur, kocok lepas
Tepung roti/panir kasar

Minyak untuk menggoreng deep fry.

Cara membuat:
1. Haluskan ikan dan udang. Masukkan bawang putih, garam, merica bubuk, gula pasir dan telur. Aduk rata.
2. Masukkan tepung roti/panir dan tepungs sagu/tapioka, aduk rata. Masukkan daun bawang, aduk rata.
3. Bagi menjadi 8 bagian (atau sesuai jumlah rotinya). Bentuk bulat dan pipihkan sesuai diameter roti.
4. Gulingkan ke tepung maizena. Celup ke putih telur. Balut dengan tepung panir. Lakukan sampai semua adonan habis.
5. Masukkan ke freezer 30 menit agar panir lebih merekat dengan baik.
6. Goreng dalam minyak panas dengan api kecil sedang agar matang sempurna. Angkat dan tiriskan.

Pelengkap:
Mayonaise
Saus tomat dan saus sambal
Selada/lettuce
Timun
Tomat
Keju lembaran (saya tidak pakai)


































Penyelesaian:
Belah dua roti, bisa langsung diberi isi. Atau setelah dibelah dua dipanggang dulu sebentar sisi bagian dalam roti di atas wajan datar yang diberi sedikit butter sampai kecoklatan dan agak crispy.
Tata bahan isi.





Alhamdulillah, Nadhifa senang sekali saat pulang sekolah (dijemput Abinya) sampai rumah lihat roti burger. Langsung setelah cuci tangan minta dibikinkan (diberi isi). Saat itu juga langsung duduk dan menikmati burgernya sampai habis. Enak katanya ^_^
Abi juga bawa ke lab kampus dan berbagi dengan temannya. Mereka sampai tidak percaya kalau dari roti sampai patty-nya semua homemade. Enak banget kata mereka. Terbayar deh capeknya nguprek di dapur :)

Selamat mencoba ya ^_^

CBRUDEL CCAKE CPISANG CCOKLAT






















Resepnya dimodifikasi sedikit, ditambah pisang ambon yg dihancurkan (2 buah, skitar 150-200 gram), setengah jumlah susu diganti dengan coklat bubuk, dan air hangat diganti susu cair hangat, plus ditambahkan kismis ke dalam adonannya :)
Cara pembuatan sama persis, pisangnya dimasukkan setelah susu cair dan telur. Margarin/mentega tetap dimasukkan terakhir, kemudian tambahkan kismis/chocolate chips. Setelah matang bisa diberi dusting gula halus di atasnya.



Ini dia resepnya:

Bahan:
275 gram terigu protein sedang
100 gram gula pasir halus (gula kastor), klo ga ada pakai gula pasir yang diblender agar hasil cake lebih bagus dan halus
2 buah pisang ambon matang (sekitar 150-200 gram), hancurkan dengan garpu
25 gram susu bubuk
25 gram coklat bubuk
1/2 bungkus ragi instan (1 bungkus isi 11 gram)
3 butir telur, kocok lepas
100 ml susu cair hangat
75 gram margarin/mentega (tidak usah dilelehkan ya)
100 gram kismis

Cara membuat:
1. Campur bahan kering: terigu, gula pasir halus, susu bubuk dan ragi instan. Aduk rata dan ayak pada sebuah wadah agak besar.
2. Masukkan telur, aduk rata.
3. Masukkan susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata dan halus.
4. Masukkan pisang yang dihaluskan, aduk rata.
5. Masukkan margarin/mentega. Aduk rata hingga adonan menjadi lembut.
6. Tuang di loyang tulban yang telah dioles margarin. Ratakan permukaannya. Diamkan 30-45 menit sampai naik dan mengembang (tergantung cuaca dan kelembaban di tempat masing-masing ya).
7. Oven 30-45 menit dengan suhu 180'C sampai matang (tes tusuk sudah tidak lengket).
8. Panas-panas oles permukaan cake dengan margarin/mentega.

*Note:
- Tinggi adonan ketika dituang maksimal skitar 1/2 tinggi loyang, setelah didiamkan akan naik dan mengembang hampir 2x lipatnya. Dan setelah dioven akan tambah naik.
- Keluarkan dengan cara dibalik.
- Agar cake tidak cepat kering setelah dingin simpan dalam wadah kedap udara (bisa dipotong-potong dahulu)

Minggu, 08 April 2018

CBRONKETEM, CBOLU CGULUNG CPANDAN CKEJU, CKUE CLUMPUR CKENTANG CDAN CPUDDING CMOSAIC





CKUE CTALAM CLABU CKUNING



































Kue talam ini bermacam-macam. Biasanya terdiri minimal 2 lapis atau ada juga yang tiga lapis. Lapisan atas umumnya berwarna putih dengan rasa gurih santan atau ada juga yang berwarna coklat karena memakai gula merah. Di Indonesia lebih terkenal yang dibuat di cetakan mangkuk kecil-kecil ini (cetakan cucing), sedangkan di Malaysia kue talamnya dibuat di loyang dan dipotong-potong sebelum disajikan. Yang ini jenis talam manis, ada juga talam gurih seperti talam ebi.

Kue talam manis ada yang menggunakan umbi-umbian (ubi, talas, kentang, labu kuning, singkong, dsb) dan ada juga yang tanpa umbi. Bila membuat talam yang tanpa umbi biasanya saya menggunakan campuran tepung beras dan tepung sagu. Tepung beras untuk membuat kue menjadi lembut dan tepung sagu untuk efek agak kenyal.
Tapi untuk kue talam yang menggunakan umbi saya hanya menggunakan tepung sagu atau tapioka saja, karena umbi yang ditambahkan ke adonan sudah membuat kue menjadi lembut. Kemarin saat membuat saya sedang tidak punya tapioka, jadi saya subtitusi dengan tepung pati kentang/aci kentang (potato starch powder). Hasilnya hampir sama, hanya saja menurut saya lebih pas kenyalnya jika pakai tepung sagu/tapioka.
Kue talam ini biasanya menjadi salah satu jenis kue yang suka dipesan untuk isi snackbox. Di Indonesia biasanya jika membuat yang memakai umbi, saya pakai ubi kuning. Ini resep yang saya pakai ya... Saya kemarin hanya bikin setengah resep di bawah ini ya, karena yang makan cuma bertiga saja :)



































Kue Talam Labu Kuning
by Ricke Indriani

Lapisan Kuning (Bawah):
500 gram labu kuning, dikukus
300 ml santan sedang, matang (lebihkan sedikit saat membuat santan mentah, setelah matang ditakar menjadi 300 ml)
1/2 sdt garam
150 gram tepung sagu/tapioka
175 gram gula pasir (silahkan ditambah jika suka lebih manis)
1/2 sdt vanili bubuk

Lapisan Putih (Atas):
400 ml santan kental matang
1/2 sdt garam
60 gram tepung beras
40 gram tepung sagu/tapioka
2 sdm gula pasir
1/4 sdt vanili bubuk





































Cara membuat:
1. Panaskan dandang kukusan/klakat. Jika memakai dandang biasa, lapisi tutupnya dengan serbet bersih.
2. Lapisan bawah (kuning): Blender labu kuning dan setengah bagian santan sampai benar-benar halus. Tuang ke dalam wadah/baskom. Masukkan tepung sagu/tapioka, garam, gula pasir dan vanili bubuk. Aduk rata dengan hand whisk. Masukkan sisa santan sambil diaduk rata hingga adonan licin. Tuang ke dalam cetakan yang sudah diolesi sedikit minyak goreng. Isi sampai 2/3 tinggi cetakan. Kukus 10 menit.
2. Lapisan atas (putih): Campur dan aduk rata semua bahan. Tuang ke atas lapisan bawah (kuning) tadi. Kukus kembali 10 menit atau hingga lapisan atas 'set' (memadat). Angkat. Biarkan sampai agak hangat dalam cetakan lalu keluarkan.

Note: Kadar air dalam labu kuning yang digunakan bisa berbeda-beda. Kebetulan saya menggunakan labu kuning yang kadar airnya sudah cukup banyak dan lembek setelah dikukus (labu kuning yang kecil, kulit luarnya hijau). Tapi ada juga jenis labu kuning yang kadar airnya lebih sedikit dan setelah dikukus bertekstur legit. Jumlah santan pada lapisan kuning bisa disesuaikan, adonan akhir cukup kentalnya, tidak terlalu encer dan juga tidak terlalu berat.

Selamat mencoba :)

CUDANG CGORENG CMENTEGA



Salah satu menu favorit keluarga. Simple, bumbu minimalis dan yang pasti uenakkkk... ;)
Walaupun namanya udang goreng mentega, tapi aku masaknya pake margarin, hehee... Orang dulu kan suka menyamakan mentega dengan margarin, hihihiii...

Bagi penggemar seafood tentu udang goreng mentega ini sudah tidak asing lagi. Karena hampir ada dalam menu restaurant seafood. Harganya juga lumayan, hehee... Bikin sendiri yuukkk, gampang banget dan simple. Tentu lebih murah dibanding beli di restaurant atau gerai seafood ^_^

Sebenarnya sudah beberapa kali posting udang goreng mentega di blog. Tapi aku tulis lagi deh resepnya disini. There you go...

Bahan:
250 gram udang ukuran agak besar, cuci bersih, kerat punggungnya dan buang kotorannya.
1/2 buah jeruk nipis
1/4 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
Minyak untuk menggoreng udang
2 siung bawang putih, haluskan
1/2 buah bawang bombay (optional aja, ga pake juga ga apa-apa), iris tipis
3 sdm margarin
1 sdm saus tiram
1 sdm kecap inggris
1 sdm kecap manis
1/4 sdt kaldu bubuk

Cara membuat:
1. Lumuri udang dengan air jeruk nipis, beri garam dan merica bubuk. Aduk rata. Diamkan 15 menit agar bumbu meresap.
2. Panaskan minyak goreng. Goreng udang sampai matang dan berubah warna. Angkat. Tiriskan.
3. Panaskan margarin. Tumis bawang putih sampai harum, masukkan bawang bombay. Aduk sebentar. Masukkan udang. Tambahkan saus tiram, kecap inggris, kecap manis dan kaldu bubuk. Aduk rata sampai udang terbalur bumbu. Angkat. Sajikan panas.

Sabtu, 07 April 2018

CCILOK (CACI CDICOLOK)

































Teman-teman di Korea banyak yang lagi pada terkena virus cilok, gara-gara beberapa waktu yang lalu saya upload foto cilok fresh from the steamer di Facebook, hihihiii... Waktu ada Muslimah Taklim Seoul bulanan yang bulan September ini diadakan di Anseong, saya pun menyuguhkan cilok ini sebagai salah satu hidangan untuk menjamu teman-teman yang datang ke Taklim, hehehe...
Cilok yang dibikin 3 minggu yang lalu sekitar minggu pertama September, tapi baru mejeng sekarang. Tiba-tiba saja pengen makan cilok. Bahan-bahan ada semua jadi langsung eksekusi.
Kata Abinya Nadhifa ini namanya K-Lok alias Korean Cilok, karena isinya pake odeng (korean fish cake) :D
Cilok bisa plain saja tanpa isi, atau mau diisi sesuai selera, bisa daging ayam cincang, lemak/gajih, telur rebus yang dipotong-potong, abon, tempe, omcom, suka-suka lah ya.

Bagi mungkin yang belum tau, cilok ini salah satu jajanan tradisional dari Jawa Barat yang terbuat dari aci (kanji/tapioka). Mengingatkan kita akan masa kecil karena suka sekali beli cilok ini. Yah masih saudara sama cireng dan cimol, hihiii... Biar gak dibilang cuma makan aci, jadi cilok ini bisa diberi isian juga sesuka hati ^^

Resep dulu banget sudah pernah saya posting di blog. Yang mau bikin silahkan ini resepnya ya...


































CILOK
by Ricke Indriani

Bahan:
200 gram tepung sagu tani atau tapioka
200 gram terigu protein sedang
2 siung bawang putih, haluskan
1 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk (optional)
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
400 ml air (bila ingin lebih gurih bisa pakai air kaldu ayam)
2 batang daun bawang, iris halus

Isi sesuai selera, atau tanpa isi

Air di panci untuk merebus cilok

Cara membuat:
1. Campurkan tepung sagu tani/tapioka dan terigu. Tambahkan daun bawang. Aduk rata dan sisihkan.
2. Campurkan air, bawang putih halus, garam, kaldu bubuk, merica bubuk dan gula pasir. Masak hingga mendidih.
3. Panas-panas tuangkan air rebusan tadi bertahap ke dalam campuran tepung, sambil diaduk rata menggunakan sendok kayu (jangan pake tangan yaaa, ntar kepanasan, hihihiii...). Bila dirasa adonan sudah kalis dan bisa dipulung dan air masih bersisa, hentikan penambahan air.
4. Biarkan sampai agak hangat. Ambil sedikit adonan, beri isi dan bulatkan sebesar bakso. Lakukan hingga adonan habis.
5. Didihkan air yang banyak dalam panci, rebus cilok hingga mengambang dan biarkan sekitar 10-15 menit mengambang. Angkat. Kemudian kukus cilok hingga empuk dan matang.


































Bumbu saus kacang:
100 gram kacang tanah, digoreng, dihaluskan
3 siung bawang putih utuh, goreng sebentar
5 buah cabai merah (atau sesuai selera)
2 lembar daun jeruk
Garam, merica bubuk dan gula pasir secukupnya (cicipi saja sesuai selera)
500 ml air
Perasan air jeruk nipis/lemon (bila suka)

Pelengkap: Saus sambal botolan dan kecap manis

Cara membuat:
Campur kacang tanah halus, bawang putih, cabai merah dan air. Blender hingga bumbu halus merata. Tambahkan daun jeruk dan masak di atas api sampai mendidih, mengental dan keluar minyaknya. Beri garam, merica bubuk dan gula pasir. Cicipi. Beri sedikit perasan air jeruk nipis/lemon. Angkat.

Sajikan cilok dengan bumbu saus kacang dan pelengkapnya. Nikmati cilok sambil dicolok :D

Selamat mencoba ^_^

GEHU a.k.a TAHU ISI



Ada yg bilang gehu (tauge tahu), tahu isi, tahu bunting, tahu berontak, dll. Yg pasti isinya sayuran (tauge ga ketinggalan pastinya, heheee...)
Biasanya aku bikin pake tahu pong (tahu coklat yg kopong dalamnya), jadi isi sayurannya bisa banyak dijejalkan ke dalam tahu, hihihiii... Tapi berhubung lagi punya stok tahu putih akhirnya pake tahu putih aja yg digoreng dulu sampe berkulit dan kering luarnya.

Bahan:
Tahu putih, potong-potong bentuk segitiga atau kotak juga boleh (klo pake tahu pong ga usah digoreng lagi)
100 gram tauge, siangi dan cuci bersih
1 buah wortel besar, parut kasar atau potong korek api
1/8 buah kol, iris tipis
1/2 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
1/4 sdt merica bubuk
1 sdm munjung maizena, larutkan dengan sedikit air
100 ml air

Bumbu halus:
2 buah bawang merah
3 buah bawang putih

Bahan pelapis:
150 gram terigu protein rendah (kunci biru)
100 gram tepung beras
1 sdt ketumbar, tumbuk halus
1/2 sdt garam
Air secukupnya, ditambahkan sampai adonan dirasa cukup kekentalannya (jangan terlalu kental)

Cara membuat:
- Isi: Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan semua sayuran. Aduk rata hingga agak layu. Tambahkan garam, gula pasir dan merica bubuk. Aduk rata. Tuangi air dan masak hingga mendidih. Masukkan larutan maizena. Aduk hingga mengental. Angkat. Sisihkan.
- Bahan pelapis: Campur semua bahan. Aduk rata hingga halus. Sisihkan.
- Tahu Isi:
1. Goreng tahu putih sampai berkulit dan bagian luarnya agak kering dan kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Serap minyak yg berlebihan jika perlu. Bila menggunakan tahu pong tidak usah digoreng lagi.
2. Belah tahu sampai dalam tapi jangan sampai ada sisi yg putus. Isi dengan 1 sendok makan sayuran (bahan isi). Celup di bahan pelapis. Goreng dengan minyak banyak yg telah dipanaskan. Goreng hingga kuning kecoklatan. Angkat. Tiriskan. Sajikan hangat.

*Note:
- Agar renyah gunakan terigu protein rendah (kunci biru). Anda bisa juga menggunakan terigu serba guna (segitiga biru), tapi hasilnya akan sedikit berbeda.
- Salah satu kunci dari gorengan yg kerenyahannya cukup bertahan lama adalah penggunaan minyak goreng yg banyak yg cukup untuk merendam bahan yg kita goreng (disebut deep frying).

BRUDEL CAKE MANADO






Bahan:
275 gram terigu protein sedang
100 gram gula pasir halus (gula kastor), klo ga ada pakai gula pasir yang diblender agar hasil cake lebih bagus dan halus
50 gram susu bubuk
1/2 bungkus ragi instan (1 bungkus isi 11 gram)
3 butir telur, kocok lepas
100 ml air hangat
75 gram margarin/mentega (tidak usah dilelehkan ya)
30 gram keju cheddar parut
25 gram kacang kenari cincang (saya kemarin pakai mete)
100 gram fruit mix (cherry merah, cherry hijau dan kismis), potong-potong

Cara membuat:
1. Campur bahan kering: terigu, gula pasir halus, susu bubuk dan ragi instan. Aduk rata dan ayak pada sebuah wadah agak besar.
2. Masukkan telur, aduk rata.
3. Masukkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata dan halus.
4. Masukkan keju parut, aduk rata.
5. Masukkan margarin/mentega. Aduk rata hingga adonan menjadi lembut.
6. Tuang di loyang tulban yang telah dioles margarin. Ratakan permukaannya. Diamkan 30-45 menit sampai naik dan mengembang (tergantung cuaca dan kelembaban di tempat masing-masing ya).
7. Taburi permukaannya dengan kenari cincang dan fruit mix.
8. Oven 30-45 menit dengan suhu 180'C sampai matang (tes tusuk sudah tidak lengket).
9. Panas-panas oles permukaan cake dengan margarin/mentega.

*Note:
- Tinggi adonan ketika dituang skitar 1/2 tinggi loyang, setelah didiamkan akan naik dan mengembang hampir 2x lipatnya. Dan setelah dioven akan tambah naik. Kemarin saya menggunakan loyang yang agak tinggi (10 cm), bisa menggunakan loyang tulban dengan tinggi 7 cm nanti cakenya akan menjulang lebih tinggi dari loyang tapi tidak akan tumpah/meluber keluar loyang.
- Keluarkan dengan cara dibalik, jika menggunakan taburan (seperti saya) setelah dikeluarkan balik kembali ke atas piring saji.
- Agar cake tidak cepat kering setelah dingin simpan dalam wadah kedap udara (bisa dipotong-potong dahulu)
- Cake ini rasanya memang tidak terlalu manis, bisa juga disajikan dengan olesan selai atau ditaburi coklat meisyes. Kemarin saya makan pakai olesan selai marmalade, wuiiihhh...mantaphh!! ^_^
- Bisa divariasikan dengan berbagai rasa, misalnya keju, coklat, tape, pisang, dll.

Selamat mencoba! ^_^

Jumat, 06 April 2018

DONAT LABU KUNING

































Lagi-lagi postingan telat. Donat labu kuning ini saya buat sekitar 2 minggu yang lalu, sebelum liburan Chuseok di Korea. Di kulkas masih ada setengah bagian hobak (bahasa Korea untuk labu) dan sudah menganggur cukup lama, daripada keburu rusak akhirnya dieksekusi menjadi donat. Labu kuning yang saya pakai adalah jenis labu kuning kecil yang kulit luarnya berwarna hijau tua (seperti labu kabocha Jepang). Teksturnya lembek bila sudah dikukus. Ada juga labu kuning yang ukuran besar, yang kulit luarnya berwarna orange kusam atau orange cerah, labu jenis ini lebih legit bila dikukus dan tidak lembek.

Labu kuning langsung saya potong menjadi beberapa bagian, kemudian dikukus sampai semua bagian empuk. Kemudian dikeruk dengan sendok dagingnya dan dihaluskan. Sewaktu saya timbang, berat daging labunya tanpa kulit dapat kurang lebih 150 gram setelah dikukus. Oke, cukup lah untuk basis terigu sekitar 250 gram pikir saya. Langsung siapkan bahan-bahan yang lain. Tapi setelah saya uleni, saya merasa adonan terlalu lengket padahal penggunaan air sudah sedikit, mungkin karena penggunaan labu kuning yang bertekstur lembek ini. Akhirnya saya siapkan lagi terigu 50 gram, lalu saya tambahkan dulu setengahnya dan diuleni lagi, lumayan berkurang lengketnya. Kemudian saya masukkan lagi sisanya yang 25 gram tadi dan diuleni kembali dan adonan sudah pas 'feel'-nya ketika disentuh tangan. Jadi saya totalkan penggunaan terigu adalah 300 gram untuk 150 gram labu kuning kukus yang saya pakai.

Membuat donat ini tanpa cetakan, karena malas menggilas-gilas dan juga tidak punya cetakan donat. Jika mau bisa saja dicetak dengan mulut gelas, lalu tengahnya dilubangi pakai mulut botol air mineral. Tapi lagi-lagi saya malas, jadi adonan langsung saya bagi saja, ditimbang masing-masing sekitar 30 gram atau jika mau agak besar bisa ditimbang 40-50 gram (tapi makan satu juga jadi kenyang banget kalau besar, hehee...). Lalu saat mau digoreng dilubangi dengan menggunakan sumpit kayu, saat adonan digoreng lubang diputar-putar dengan sumpit kayu hingga terbentuk lubang bulat di tengah. Donatnya montok dan empuuukkk... Sudah 2-3 hari pun masih empuk asal disimpan di wadah kedap udara. Bisa dihangatkan kembali sebentar di microwave atau oven yang sudah dipanaskan.

Berhubung kemarin saat bikin langsung timbang-timbang, saya tidak mencatat berapa takaran bahan-bahan yang saya pakai waktu membuatnya. Setelah beberapa hari karena khawatir lupa kemudian saya catat di notepad HP saya. Qadarullah, HP saya mati karena masuk ke dalam mesin cuci tanpa disadari dan baru ketahuan saat mesin sudah selesai mencuci, saat mengeluarkan cucian dari mesin HP saya sedang duduk manis di dalam mesin cuci sudah bersih dan wangi, hikssss... Sempat sedih sekali, tapi ya memang sudah takdir HP-nya harus begitu kali ya. Maaf jadi curcol deh... :') . Sekilas info saja, abaikan bila tak penting, heheee...
Okay, kembali lagi ke masalah perdonatan, akhirnya saya berusaha mengingat kembali takaran-takaran resepnya dan kemudian saya catat di buku catatan agar nanti bisa saya praktekkan kembali. Sekarang saya tulis di blog mumpung lagi ada waktu dan semangat. Tapi kalau sekarang sih sudah hafal resepnya insya Allah, hihiii... Catatan saja, bahwa jenis labu kuning yang kita pakai mungkin akan berbeda-beda teksturnya. Jadi mungkin bisa dilakukan penyesuaian takaran terutama untuk jumlah cairan dan jumlah telur yang dipakai ya... Saya menggunakan labu kuning kecil yang berkulit hijau tua (seperti labu kabocha Jepang) yang teksturnya lembek setelah dikukus.




































Here's the recipe...

PUMPKIN DONUTS (DONAT LABU KUNING)
by Ricke Indriani

Bahan:
150 gram labu kuning kukus (berat setelah dikukus tanpa kulit), haluskan
200 gram terigu protein tinggi/bread flour
100 gram terigu protein sedang/all purpose flour
20 gram susu bubuk
6 gram ragi instant
30 gram gula pasir
1/2 sdt vanilla
2 kuning telur
50 ml susu cair dingin, sesuaikan dengan keadaan tepung (bisa lebih sedikit atau lebih banyak)
30 gram butter/margarine
1/2 sdt garam

Minyak goreng untuk menggoreng donat
Gula halus untuk taburan donat atau topping sesuai selera





































Cara membuat:
1. Campurkan terigu, susu bubuk, ragi instant, dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan kuning telur, labu kuning dan vanilla, campurkan aduk merata. Masukkan susu cair dingin sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis (tidak lengket dan tidak lembek). Hentikan penambahan susu cair jika adonan dirasa sudah kalis.
2. Masukkan butter/margarine dan garam, uleni kembali hingga tercampur rata. Pindahkan adonan ke talenan kayu atau alas kerja yang ditaburi sedikit terigu. Uleni adonan hingga kalis dan elastis, permukaan adonan mulus dan licin. Bulatkan adonan, masukkan ke wadah/baskom. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan 20-30 menit.
3. Kempiskan adonan, uleni kembali sebentar agar licin kembali. Timbang adonan masing-masing 30 gram (atau sesuai selera beratnya). Bulatkan kemudian pipihkan masing-masing adonan, letakkan di loyang yang ditabur terigu tipis. Lakukan hingga adonan habis. Tutup dengan plastik wrap agar adonan tidak kering. Diamkan 15-20 menit.
4. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, kemudian kecilkan api. Lubangi bagian tengah donat menggunakan sumpit, lalu goreng sambil diputar-putar tengahnya menggunakan sumpit hingga terbentuk lubang bulat. Goreng hingga satu sisi kuning kecoklatan, lalu balik dan goreng kembali hingga sisi satunya kuning kecoklatan juga. Cukup dibalik satu kali saja.
5. Angkat dan tiriskan. Nikmati dengan taburan gula halus atau beri topping sesuai selera.

Note: Kondisi tepung dan jenis labu kuning yang dipakai bisa berbeda-beda kadar airnya, jadi sesuaikan jumlah susu cair yang ditambahkan ke dalam adonan. Tuang sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis. Hentikan penambahan susu cair bila dirasa adonan sudah kalis/tidak lengket.




































Saya sekeluarga lebih suka menikmatinya dengan taburan gula halus saja, atau malah dimakan plain begitu saja. Karena donat ini empuk tapi mengenyangkan. Tapi jika ingin menambahkan aneka topping seperti coklat, keju, dan sebagainya silahkan sesuai selera ya. Terkadang Nadhifa juga suka ingin donatnya diberi topping keju atau meisses coklat :)

Selamat mencoba ya. Salam donat ;)