Tampilkan postingan dengan label Snack. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Snack. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 April 2018

Putu Ayu Ketan Item


Kebetulan kemarin ini dapat orderan 100 pcs putu ayu ketan item. Ada sisa beberapa biji ya sudah lumayan buat cemilan sore-sore. Resepnya pakai resep putu ayu biasa (pandan) cuma telurnya aku kurangi jadi hanya 3 butir saja. Rasanya? Enakkk deh, legit dan harum khas ketan item.

Klo putu ayu yang dari terigu bertekstur empuk, klo yang dari ketan item bertekstur legit. Kelapanya saya kukus dulu bersama daun pandan, garam dan vanili. Santannya juga saya masak dahulu bersama daun pandan dan vanili. Jadi lebih awet dan wangi ^__^

Yang mau coba silahkan, ini dia resepnya... Yang gak mau ribet silahkan, pesan saja pada saya ^__*


Putu Ayu Ketan Item
by Ricke 'Bunda Nadhifa' Indriani

Bahan:
250 gram tepung ketan hitam
3 butir telur ukuran besar
150 gram gula pasir (klo suka lebih manis bisa pakai 200 gram)
1 sdt emulsifier
1/8 sdt garam (sejumput saja)
200 ml santan sedang yang sudah dimasak bersama pandan dan vanili (lebihkan sedikit jumlah santannya sebelum dimasak karena setelah matang akan sedikit menyusut, takar 200 ml setelah matang), dinginkan

Bahan kelapa parut:
200 gram kelapa parut
2 lembar daun pandan, sobek-sobek
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanili
---> Kukus semuanya selama 10 menit, dinginkan

Cara membuat:
1. Panaskan kukusan/klakat. Siapkan cetakan kue, olesi dengan minyak goreng tipis-tipis. Padatkan kelapa parut secukupnya di dasar cetakan. Sisihkan.
2. Kocok telur, gula pasir, emulsifier dan garam hingga putih, kental dan kaku dengan mixer kecepatan tinggi. Masukkan tepung ketan hitam sedikit demi sedikit sambil diaduk rata atau dikocok dg mixer kecepatan paling rendah.
3. Masukkan santan. Aduk rata. Tuang ke dalam cetakan sampai hampir penuh. Kukus selama 10 menit dengan api sedang. Keluarkan dari cetakan.

Selamat mencoba :)

Minggu, 08 April 2018

CBRONKETEM, CBOLU CGULUNG CPANDAN CKEJU, CKUE CLUMPUR CKENTANG CDAN CPUDDING CMOSAIC





CKUE CTALAM CLABU CKUNING



































Kue talam ini bermacam-macam. Biasanya terdiri minimal 2 lapis atau ada juga yang tiga lapis. Lapisan atas umumnya berwarna putih dengan rasa gurih santan atau ada juga yang berwarna coklat karena memakai gula merah. Di Indonesia lebih terkenal yang dibuat di cetakan mangkuk kecil-kecil ini (cetakan cucing), sedangkan di Malaysia kue talamnya dibuat di loyang dan dipotong-potong sebelum disajikan. Yang ini jenis talam manis, ada juga talam gurih seperti talam ebi.

Kue talam manis ada yang menggunakan umbi-umbian (ubi, talas, kentang, labu kuning, singkong, dsb) dan ada juga yang tanpa umbi. Bila membuat talam yang tanpa umbi biasanya saya menggunakan campuran tepung beras dan tepung sagu. Tepung beras untuk membuat kue menjadi lembut dan tepung sagu untuk efek agak kenyal.
Tapi untuk kue talam yang menggunakan umbi saya hanya menggunakan tepung sagu atau tapioka saja, karena umbi yang ditambahkan ke adonan sudah membuat kue menjadi lembut. Kemarin saat membuat saya sedang tidak punya tapioka, jadi saya subtitusi dengan tepung pati kentang/aci kentang (potato starch powder). Hasilnya hampir sama, hanya saja menurut saya lebih pas kenyalnya jika pakai tepung sagu/tapioka.
Kue talam ini biasanya menjadi salah satu jenis kue yang suka dipesan untuk isi snackbox. Di Indonesia biasanya jika membuat yang memakai umbi, saya pakai ubi kuning. Ini resep yang saya pakai ya... Saya kemarin hanya bikin setengah resep di bawah ini ya, karena yang makan cuma bertiga saja :)



































Kue Talam Labu Kuning
by Ricke Indriani

Lapisan Kuning (Bawah):
500 gram labu kuning, dikukus
300 ml santan sedang, matang (lebihkan sedikit saat membuat santan mentah, setelah matang ditakar menjadi 300 ml)
1/2 sdt garam
150 gram tepung sagu/tapioka
175 gram gula pasir (silahkan ditambah jika suka lebih manis)
1/2 sdt vanili bubuk

Lapisan Putih (Atas):
400 ml santan kental matang
1/2 sdt garam
60 gram tepung beras
40 gram tepung sagu/tapioka
2 sdm gula pasir
1/4 sdt vanili bubuk





































Cara membuat:
1. Panaskan dandang kukusan/klakat. Jika memakai dandang biasa, lapisi tutupnya dengan serbet bersih.
2. Lapisan bawah (kuning): Blender labu kuning dan setengah bagian santan sampai benar-benar halus. Tuang ke dalam wadah/baskom. Masukkan tepung sagu/tapioka, garam, gula pasir dan vanili bubuk. Aduk rata dengan hand whisk. Masukkan sisa santan sambil diaduk rata hingga adonan licin. Tuang ke dalam cetakan yang sudah diolesi sedikit minyak goreng. Isi sampai 2/3 tinggi cetakan. Kukus 10 menit.
2. Lapisan atas (putih): Campur dan aduk rata semua bahan. Tuang ke atas lapisan bawah (kuning) tadi. Kukus kembali 10 menit atau hingga lapisan atas 'set' (memadat). Angkat. Biarkan sampai agak hangat dalam cetakan lalu keluarkan.

Note: Kadar air dalam labu kuning yang digunakan bisa berbeda-beda. Kebetulan saya menggunakan labu kuning yang kadar airnya sudah cukup banyak dan lembek setelah dikukus (labu kuning yang kecil, kulit luarnya hijau). Tapi ada juga jenis labu kuning yang kadar airnya lebih sedikit dan setelah dikukus bertekstur legit. Jumlah santan pada lapisan kuning bisa disesuaikan, adonan akhir cukup kentalnya, tidak terlalu encer dan juga tidak terlalu berat.

Selamat mencoba :)

Sabtu, 07 April 2018

CCILOK (CACI CDICOLOK)

































Teman-teman di Korea banyak yang lagi pada terkena virus cilok, gara-gara beberapa waktu yang lalu saya upload foto cilok fresh from the steamer di Facebook, hihihiii... Waktu ada Muslimah Taklim Seoul bulanan yang bulan September ini diadakan di Anseong, saya pun menyuguhkan cilok ini sebagai salah satu hidangan untuk menjamu teman-teman yang datang ke Taklim, hehehe...
Cilok yang dibikin 3 minggu yang lalu sekitar minggu pertama September, tapi baru mejeng sekarang. Tiba-tiba saja pengen makan cilok. Bahan-bahan ada semua jadi langsung eksekusi.
Kata Abinya Nadhifa ini namanya K-Lok alias Korean Cilok, karena isinya pake odeng (korean fish cake) :D
Cilok bisa plain saja tanpa isi, atau mau diisi sesuai selera, bisa daging ayam cincang, lemak/gajih, telur rebus yang dipotong-potong, abon, tempe, omcom, suka-suka lah ya.

Bagi mungkin yang belum tau, cilok ini salah satu jajanan tradisional dari Jawa Barat yang terbuat dari aci (kanji/tapioka). Mengingatkan kita akan masa kecil karena suka sekali beli cilok ini. Yah masih saudara sama cireng dan cimol, hihiii... Biar gak dibilang cuma makan aci, jadi cilok ini bisa diberi isian juga sesuka hati ^^

Resep dulu banget sudah pernah saya posting di blog. Yang mau bikin silahkan ini resepnya ya...


































CILOK
by Ricke Indriani

Bahan:
200 gram tepung sagu tani atau tapioka
200 gram terigu protein sedang
2 siung bawang putih, haluskan
1 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk (optional)
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
400 ml air (bila ingin lebih gurih bisa pakai air kaldu ayam)
2 batang daun bawang, iris halus

Isi sesuai selera, atau tanpa isi

Air di panci untuk merebus cilok

Cara membuat:
1. Campurkan tepung sagu tani/tapioka dan terigu. Tambahkan daun bawang. Aduk rata dan sisihkan.
2. Campurkan air, bawang putih halus, garam, kaldu bubuk, merica bubuk dan gula pasir. Masak hingga mendidih.
3. Panas-panas tuangkan air rebusan tadi bertahap ke dalam campuran tepung, sambil diaduk rata menggunakan sendok kayu (jangan pake tangan yaaa, ntar kepanasan, hihihiii...). Bila dirasa adonan sudah kalis dan bisa dipulung dan air masih bersisa, hentikan penambahan air.
4. Biarkan sampai agak hangat. Ambil sedikit adonan, beri isi dan bulatkan sebesar bakso. Lakukan hingga adonan habis.
5. Didihkan air yang banyak dalam panci, rebus cilok hingga mengambang dan biarkan sekitar 10-15 menit mengambang. Angkat. Kemudian kukus cilok hingga empuk dan matang.


































Bumbu saus kacang:
100 gram kacang tanah, digoreng, dihaluskan
3 siung bawang putih utuh, goreng sebentar
5 buah cabai merah (atau sesuai selera)
2 lembar daun jeruk
Garam, merica bubuk dan gula pasir secukupnya (cicipi saja sesuai selera)
500 ml air
Perasan air jeruk nipis/lemon (bila suka)

Pelengkap: Saus sambal botolan dan kecap manis

Cara membuat:
Campur kacang tanah halus, bawang putih, cabai merah dan air. Blender hingga bumbu halus merata. Tambahkan daun jeruk dan masak di atas api sampai mendidih, mengental dan keluar minyaknya. Beri garam, merica bubuk dan gula pasir. Cicipi. Beri sedikit perasan air jeruk nipis/lemon. Angkat.

Sajikan cilok dengan bumbu saus kacang dan pelengkapnya. Nikmati cilok sambil dicolok :D

Selamat mencoba ^_^

GEHU a.k.a TAHU ISI



Ada yg bilang gehu (tauge tahu), tahu isi, tahu bunting, tahu berontak, dll. Yg pasti isinya sayuran (tauge ga ketinggalan pastinya, heheee...)
Biasanya aku bikin pake tahu pong (tahu coklat yg kopong dalamnya), jadi isi sayurannya bisa banyak dijejalkan ke dalam tahu, hihihiii... Tapi berhubung lagi punya stok tahu putih akhirnya pake tahu putih aja yg digoreng dulu sampe berkulit dan kering luarnya.

Bahan:
Tahu putih, potong-potong bentuk segitiga atau kotak juga boleh (klo pake tahu pong ga usah digoreng lagi)
100 gram tauge, siangi dan cuci bersih
1 buah wortel besar, parut kasar atau potong korek api
1/8 buah kol, iris tipis
1/2 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
1/4 sdt merica bubuk
1 sdm munjung maizena, larutkan dengan sedikit air
100 ml air

Bumbu halus:
2 buah bawang merah
3 buah bawang putih

Bahan pelapis:
150 gram terigu protein rendah (kunci biru)
100 gram tepung beras
1 sdt ketumbar, tumbuk halus
1/2 sdt garam
Air secukupnya, ditambahkan sampai adonan dirasa cukup kekentalannya (jangan terlalu kental)

Cara membuat:
- Isi: Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan semua sayuran. Aduk rata hingga agak layu. Tambahkan garam, gula pasir dan merica bubuk. Aduk rata. Tuangi air dan masak hingga mendidih. Masukkan larutan maizena. Aduk hingga mengental. Angkat. Sisihkan.
- Bahan pelapis: Campur semua bahan. Aduk rata hingga halus. Sisihkan.
- Tahu Isi:
1. Goreng tahu putih sampai berkulit dan bagian luarnya agak kering dan kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Serap minyak yg berlebihan jika perlu. Bila menggunakan tahu pong tidak usah digoreng lagi.
2. Belah tahu sampai dalam tapi jangan sampai ada sisi yg putus. Isi dengan 1 sendok makan sayuran (bahan isi). Celup di bahan pelapis. Goreng dengan minyak banyak yg telah dipanaskan. Goreng hingga kuning kecoklatan. Angkat. Tiriskan. Sajikan hangat.

*Note:
- Agar renyah gunakan terigu protein rendah (kunci biru). Anda bisa juga menggunakan terigu serba guna (segitiga biru), tapi hasilnya akan sedikit berbeda.
- Salah satu kunci dari gorengan yg kerenyahannya cukup bertahan lama adalah penggunaan minyak goreng yg banyak yg cukup untuk merendam bahan yg kita goreng (disebut deep frying).

Jumat, 06 April 2018

DONAT LABU KUNING

































Lagi-lagi postingan telat. Donat labu kuning ini saya buat sekitar 2 minggu yang lalu, sebelum liburan Chuseok di Korea. Di kulkas masih ada setengah bagian hobak (bahasa Korea untuk labu) dan sudah menganggur cukup lama, daripada keburu rusak akhirnya dieksekusi menjadi donat. Labu kuning yang saya pakai adalah jenis labu kuning kecil yang kulit luarnya berwarna hijau tua (seperti labu kabocha Jepang). Teksturnya lembek bila sudah dikukus. Ada juga labu kuning yang ukuran besar, yang kulit luarnya berwarna orange kusam atau orange cerah, labu jenis ini lebih legit bila dikukus dan tidak lembek.

Labu kuning langsung saya potong menjadi beberapa bagian, kemudian dikukus sampai semua bagian empuk. Kemudian dikeruk dengan sendok dagingnya dan dihaluskan. Sewaktu saya timbang, berat daging labunya tanpa kulit dapat kurang lebih 150 gram setelah dikukus. Oke, cukup lah untuk basis terigu sekitar 250 gram pikir saya. Langsung siapkan bahan-bahan yang lain. Tapi setelah saya uleni, saya merasa adonan terlalu lengket padahal penggunaan air sudah sedikit, mungkin karena penggunaan labu kuning yang bertekstur lembek ini. Akhirnya saya siapkan lagi terigu 50 gram, lalu saya tambahkan dulu setengahnya dan diuleni lagi, lumayan berkurang lengketnya. Kemudian saya masukkan lagi sisanya yang 25 gram tadi dan diuleni kembali dan adonan sudah pas 'feel'-nya ketika disentuh tangan. Jadi saya totalkan penggunaan terigu adalah 300 gram untuk 150 gram labu kuning kukus yang saya pakai.

Membuat donat ini tanpa cetakan, karena malas menggilas-gilas dan juga tidak punya cetakan donat. Jika mau bisa saja dicetak dengan mulut gelas, lalu tengahnya dilubangi pakai mulut botol air mineral. Tapi lagi-lagi saya malas, jadi adonan langsung saya bagi saja, ditimbang masing-masing sekitar 30 gram atau jika mau agak besar bisa ditimbang 40-50 gram (tapi makan satu juga jadi kenyang banget kalau besar, hehee...). Lalu saat mau digoreng dilubangi dengan menggunakan sumpit kayu, saat adonan digoreng lubang diputar-putar dengan sumpit kayu hingga terbentuk lubang bulat di tengah. Donatnya montok dan empuuukkk... Sudah 2-3 hari pun masih empuk asal disimpan di wadah kedap udara. Bisa dihangatkan kembali sebentar di microwave atau oven yang sudah dipanaskan.

Berhubung kemarin saat bikin langsung timbang-timbang, saya tidak mencatat berapa takaran bahan-bahan yang saya pakai waktu membuatnya. Setelah beberapa hari karena khawatir lupa kemudian saya catat di notepad HP saya. Qadarullah, HP saya mati karena masuk ke dalam mesin cuci tanpa disadari dan baru ketahuan saat mesin sudah selesai mencuci, saat mengeluarkan cucian dari mesin HP saya sedang duduk manis di dalam mesin cuci sudah bersih dan wangi, hikssss... Sempat sedih sekali, tapi ya memang sudah takdir HP-nya harus begitu kali ya. Maaf jadi curcol deh... :') . Sekilas info saja, abaikan bila tak penting, heheee...
Okay, kembali lagi ke masalah perdonatan, akhirnya saya berusaha mengingat kembali takaran-takaran resepnya dan kemudian saya catat di buku catatan agar nanti bisa saya praktekkan kembali. Sekarang saya tulis di blog mumpung lagi ada waktu dan semangat. Tapi kalau sekarang sih sudah hafal resepnya insya Allah, hihiii... Catatan saja, bahwa jenis labu kuning yang kita pakai mungkin akan berbeda-beda teksturnya. Jadi mungkin bisa dilakukan penyesuaian takaran terutama untuk jumlah cairan dan jumlah telur yang dipakai ya... Saya menggunakan labu kuning kecil yang berkulit hijau tua (seperti labu kabocha Jepang) yang teksturnya lembek setelah dikukus.




































Here's the recipe...

PUMPKIN DONUTS (DONAT LABU KUNING)
by Ricke Indriani

Bahan:
150 gram labu kuning kukus (berat setelah dikukus tanpa kulit), haluskan
200 gram terigu protein tinggi/bread flour
100 gram terigu protein sedang/all purpose flour
20 gram susu bubuk
6 gram ragi instant
30 gram gula pasir
1/2 sdt vanilla
2 kuning telur
50 ml susu cair dingin, sesuaikan dengan keadaan tepung (bisa lebih sedikit atau lebih banyak)
30 gram butter/margarine
1/2 sdt garam

Minyak goreng untuk menggoreng donat
Gula halus untuk taburan donat atau topping sesuai selera





































Cara membuat:
1. Campurkan terigu, susu bubuk, ragi instant, dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan kuning telur, labu kuning dan vanilla, campurkan aduk merata. Masukkan susu cair dingin sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis (tidak lengket dan tidak lembek). Hentikan penambahan susu cair jika adonan dirasa sudah kalis.
2. Masukkan butter/margarine dan garam, uleni kembali hingga tercampur rata. Pindahkan adonan ke talenan kayu atau alas kerja yang ditaburi sedikit terigu. Uleni adonan hingga kalis dan elastis, permukaan adonan mulus dan licin. Bulatkan adonan, masukkan ke wadah/baskom. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan 20-30 menit.
3. Kempiskan adonan, uleni kembali sebentar agar licin kembali. Timbang adonan masing-masing 30 gram (atau sesuai selera beratnya). Bulatkan kemudian pipihkan masing-masing adonan, letakkan di loyang yang ditabur terigu tipis. Lakukan hingga adonan habis. Tutup dengan plastik wrap agar adonan tidak kering. Diamkan 15-20 menit.
4. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, kemudian kecilkan api. Lubangi bagian tengah donat menggunakan sumpit, lalu goreng sambil diputar-putar tengahnya menggunakan sumpit hingga terbentuk lubang bulat. Goreng hingga satu sisi kuning kecoklatan, lalu balik dan goreng kembali hingga sisi satunya kuning kecoklatan juga. Cukup dibalik satu kali saja.
5. Angkat dan tiriskan. Nikmati dengan taburan gula halus atau beri topping sesuai selera.

Note: Kondisi tepung dan jenis labu kuning yang dipakai bisa berbeda-beda kadar airnya, jadi sesuaikan jumlah susu cair yang ditambahkan ke dalam adonan. Tuang sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis. Hentikan penambahan susu cair bila dirasa adonan sudah kalis/tidak lengket.




































Saya sekeluarga lebih suka menikmatinya dengan taburan gula halus saja, atau malah dimakan plain begitu saja. Karena donat ini empuk tapi mengenyangkan. Tapi jika ingin menambahkan aneka topping seperti coklat, keju, dan sebagainya silahkan sesuai selera ya. Terkadang Nadhifa juga suka ingin donatnya diberi topping keju atau meisses coklat :)

Selamat mencoba ya. Salam donat ;)

Kamis, 05 April 2018

TAHU ACI KHAS TEGAL


































Tahu aci ini adalah salah satu makanan khas Tegal, Jawa Tengah, masih saudaraan sama cireng deh ya, soalnya sama-sama judulnya aci yang digoreng, bedanya tahu aci pakai tahu. Adonan acinya juga berbeda dengan cireng, kalau cireng adonannya lebih kering dan mudah dibentuk, sedangkan tahu aci adonannya lebih lembek dan mudah disendoki. Selain tahu aci, di Tegal juga ada yang namanya tahu pletok, mirip dengan tahu aci ini tapi teksturnya lebih renyah. Pada tahu pletok, tahu dibelah tipis lalu dibentangkan, kemudian adonan acinya ditempelkan di salah satu sisi permukaan tahunya dan digoreng.

Aslinya tahu aci ini menggunakan tahu kuning ukuran satuan kecil yang dibelah melintang diagonal jadi bentuk segitiga, lalu ditempeli adonan aci dan digoreng. Tapi yang saya bikin ini menggunakan tahu kulit karena yang lagi ada stok di rumah itu, ada tahu putih cuma 1 bungkus (yang ukuran besar standar) dan tidak cukup untuk dipakai seluruh adonan. Jadi tahu putihnya saya pakai untuk campuran adonan saja, sedangkan untuk menempelkan adonan acinya saya pakai tahu kulit. Terinspirasi juga dari Mba Citra di Kumamoto, Jepang yang membuat tahu aci ini memakai tahu kulit juga. Hasilnya tahunya jadi lebih renyah. Terima kasih inspirasinya ya Mba :)

Buat penggemar gorengan dari aci seperti saya, makan tahu ini gak kerasa bisa habis banyak, hehehe... cocol terus pokoknya :D . Tahu aci ini bisa disajikan dengan cabai rawit atau sambal kecap untuk cocolan. Next time mau bikin lagi pakai tahu putih yang biasa saya pakai untuk bikin siomay dan batagor disini. Tahu aci ini lebih enak dinikmati fresh selagi masih hangat karena teksturnya masih ada renyahnya, setelah dingin memang jadi tidak serenyah saat masih fresh tapi tenang saja acinya (cirengnya) tidak menjadi keras walau sudah dingin lho, tetap kenyal dan empuk digigitnya ^_^

Yang mau mencoba untuk membuatnya, berikut resepnya ya... Inshaa Allah mudah untuk dipraktekkan dan yang terpenting tahu aci ini saat digoreng tidak perlu takut akan meletus atau loncat dari penggorengan kok, hehehee...








 





























TAHU ACI KHAS TEGAL

15-20 buah tahu kuning ukuran kecil satuan, dibelah melintang diagonal membentuk segitiga (hasil jadi 30-40 buah) ~ saya pakai tahu kulit
*bila tahunya tawar, bisa diberi sedikit garam dan merica bubuk lalu diamkan sebentar agar meresap, siap dipakai
2 buah tahu kuning/putih kecil ukuran kecil, haluskan ~ saya pakai setengah bagian tahu putih ukuran besar standar
150 gram aci/tapioka/sagu tani
50 gram terigu protein sedang/all purpose
5 siung bawang putih, haluskan
1,5 sdt garam (kalau suka lebih asin bisa pakai 2 sdt)
1 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
50 ml air
4 batang daun bawang kecil atau daun kucai, iris halus
Minyak goreng yang banyak untuk menggoreng

Cara membuat:
1. Campur tahu kuning/putih yang dihaluskan, tepung aci/tapioka/sagu tani dan terigu. Aduk hingga tercampur rata. Sisihkan.
2. Campur air, bawang putih halus, garam, merica bubuk dan gula pasir. Panaskan di atas kompor hingga mendidih pertama kali.
3. Tuang campuran air mendidih ini ke campuran tahu dan tepung tadi. Aduk rata dengan sendok hingga membentuk adonan yang lembek. Adonan bertekstur lembek dan mudah disendokkan, tapi tidak terlalu cair/runny dan juga tidak kering seperti adonan cireng. Bila dirasa masih terlalu kering, bisa ditambahkan air sedikit demi sedikit karena kelembekan adonan juga tergantung kadar air dari tahu yang dipakai.
4. Tambahkan daun bawang atau daun kucai, aduk rata.
5. Tempelkan adonan aci pada tahu yang telah disiapkan. Lakukan hingga adonan habis.
6. Panaskan minyak goreng yang banyak dengan api sedang, goreng tahu aci hingga matang dan kecoklatan. Angkat dan sajikan dengan cabai rawit atau sambal kecap.

Sambal kecap:
5 sdm kecap manis
1 sdm saus sambal
1 siung bawang putih, haluskan/parut
Cabai rawit merah sesuai selera pedasnya, diiris dan digerus kasar dengan sendok agar keluar pedasnya
3 buah bawang merah, dipotong-potong
Sedikit perasan air jeruk nipis atau cuka makan
Bila terlalu kental bisa ditambahkan 1 sdm air matang
---> Campur semua bahan jadi satu dan siap menjadi sambal cocolan tahu aci




































 

Tahu aci ini juga bisa disajikan dengan saus sambal kacang, jadinya batagor aci deh. Tahu acinya bedol desa dari Jawa Tengah ke Jawa Barat donk soalnya jadi batagor, hehee... Enak juga lho. Selamat mencoba! ^_^

Rabu, 04 April 2018

DADAR GULUNG


































Bismillah... setelah beberapa bulan tidak update blog, disempatkan lagi untuk menengok blog yang sudah berdebu ini (*sambil nyapuin debu). Kali ini mau sharing resep dadar gulung yang biasa saya pakai. Disingkat darlung alias dadar gulung, kalau disingkat darling nanti jadinya dadar guling (halah!). Dadar gulung ini biasanya saya gunakan untuk salah satu isian snack box atau pesanan kue nampan/tampah. Buat teman ngeteh sore hari, why not?

Kali ini saya share dadar gulung original ya, yaitu dadar gulung dengan kulit yang hijau, isi unti kelapa dan gula merah (atau kalau mau putih pakai gula pasir saja). Kulit dadar gulungnya bisa dimodifikasi misalnya menjadi coklat, pink, bermotif, dan lain-lain. Isinya juga bisa diganti, misalnya pisang keju/coklat, vla keju, vla buah, cream cheese, atau yang lainnya. Tapi kali ini khusus share yang original dulu yaaa.. ini juga fotonya sudah lama (6 bulan yang lalu saya motretnya, lebihan pesanan).

Trik khusus untuk membuat kulit dadar gulung yang berpori dan bopeng-bopeng khas dadar gulung adalah pada panas wajan/pan yang dipakai untuk membuat dadar kulitnya. Wajan/pan harus sudah dalam keadaan panas, jadi begitu adonan dituang langsung 'cessssss' adonan bagian bawahnya akan bergejolak dan membentuk gelembung-gelembung pori yang akhirnya membuat kulit jadi bopeng-bopeng. Kalau wajan/pan yang digunakan kurang panas, maka kulit dadar gulung akan mulus saja tanpa bopeng (kalau wajah sih pasti pada pengennya mulus ya, hehee..). Hmmmm... jajanan pasar Indonesia itu kayaknya sebagian besar kalau dilihat dari bahan-bahannya memang mudah, tapi proses membuatnya itu yang agak tricky ya.

By the way, dadar gulung ini kalau membuatnya di Korea sini (dan juga di negara lain yang tidak familiar dengan bahan-bahannya) jadinya mahal modalnya bow! Ya iya, santannya mahal, kelapa parutnya mahal, gula merahnya mahal, pandannya mahal, yuhuuuu... So precious deh pokoknya itu bahan-bahannya, hehee... Bersyukur masih bisa makan si darlung ini ^^





 






























DADAR GULUNG
(Indonesian Green Pancake Roll Stuffed with Grated Coconut and Palm Sugar)
by Ricke Indriani

Bahan kulit dadar:
250 gram terigu protein sedang
1/2 sdt garam
2 butir telur, kocok lepas
700 ml santan encer matang
1-2 sdt pasta pandan (sesuaikan dengan keinginan warna hijaunya)
Margarin secukupnya untuk olesan wajan dadar

Bahan unti kelapa:
200 gram kelapa parut kasar (jika menggunakan kelapa parut segar, pilih yang setengah tua)
100 gram gula merah
50 gram gula pasir (jika ingin unti berwarna putih, skip gula merah dan pakai 100 gram gula pasir semua)
1/2 sdt garam
100 ml air
1 lembar daun pandan, sobek-sobek
1/4 sdt vanili bubuk

Cara membuat:
Kulit Dadar:
1. Campur terigu dan garam, buat lubang di tengahnya lalu tuang telur dan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk rata menggunakan hand whisker hingga adonan licin. Saring. Tambahkan pasta pandan. Aduk rata.
2. Panaskan wajan/pan datar diameter 18-20 cm (saya menggunakan wajan teflon). Setelah benar-benar panas, olesi wajan/pan dengan margarin tipis (gunakan kuas silikon ya). Tuang 1 sendok sayur ukuran sedang (sesuaikan dengan ukuran wajan/pan agar hasilnya tidak terlalu tebal). Masak hingga matang dan permukaannya tidak lengket bila disentuh. Angkat. Lakukan hingga adonan habis. Dinginkan.

Unti Kelapa:
1. Panaskan air, gula merah, gula pasir, garam dan daun pandan. Masak dan aduk-aduk hingga gula larut. Masukkan kelapa parut. Aduk-aduk hingga airnya menyerap semua (kelapa jangan terlalu kering dan jangan terlalu basah). Tambahkan vanili bubuk. Aduk rata. Angkat dan dinginkan.

Penyelesaian:
Ambil selembar kulit dadar, beri isi unti kelapa. Lipat dan gulung. Lakukan hingga habis.

































Tips:
- Jika ingin menggunakan pewarna hijau alami, bisa membuat dari juice daun suji dan daun pandan yang diblender bersama air dan disaring. Ambil 50-100 ml juice-nya dan kurangi jumlah santan yang dipakai sesuai dengan jumlah juice yang ditambahkan.
- Pastikan adonan yang dibuat licin tanpa bergerindil (disarankan disaring)
- Pastikan wajan/pan sudah benar-benar panas saat adonan dituang agar kulit dadar yang dihasilkan berpori/bopeng-bopeng khas dadar gulung.
- Sesuaikan takaran adonan saat dituang dengan ukuran wajan/pan yang digunakan agar kulit tidak terlalu tebal (susah digulung).
- Jangan memasak kulit dadar terlalu lama agar kulit tidak kering dan warnanya tetap hijau cantik.
- Setelah jadi, sebaiknya simpan dadar gulung dalam wadah tertutup atau bungkus satu persatu dengan plastik bening agar kulitnya tidak cepat kering terkena udara terbuka

Selamat mencoba ^_^

Minggu, 25 Maret 2018

MARMER BUTTER CAKE

































Assalamu'alaikum semuanyaaa. Fiiuuhhh... setelah sekitar setahunan vakum nge-blog karena berbagai sebab, akhirnya hari ini I'm back! Alhamdulillah ^_^
Banyak sekali teman-teman pembaca blog ini yang bertanya kepada saya kenapa blog saya sudah lama tidak di-update lagi. Ya di facebook, di instagram, email dan juga komentar dalam blog ini ada yang menanyakan kapan update blog lagi. Maaf yaaaa... semoga bisa aktif lagi nge-blog deh. Doakan segala urusan kami dipermudah ya teman-teman. Aamiin.

Dan kali ini saya memulai dengan posting resep classic marble buttercake. Teman-teman pasti sudah tidak asing dengan yang namanya marble cake alias cake marmer, ada yang dibuat dari jenis buttercake dan ada juga yang dibuat dari jenis spongecake. Nah, yang ini adalah jenis buttercake. Teksturnya padat tetapi lembut dan empuk, agak crumbly, aroma dan rasanya buttery. Gunakan real butter yang berkualitas agar hasilnya maksimal. Bisa juga di-mix dengan margarin berkualitas atau full margarin juga boleh. Jadi hasilnya tentu berbeda ya dengan marble cake yang dibuat dengan metode spongecake atau all in one yang hasilnya spongy.

Resep ini bisa dijadikan resep dasar buttercake, kita bisa memodifikasinya untuk membuat aneka varian buttercake.




































CLASSIC MARBLE BUTTER CAKE
by Ricke Indriani

Bahan:
250 gram butter berkualitas (bisa mix dengan margarin/full margarin berkualitas)
200 gram gula pasir halus/gula kastor
4 butir telur ukuran besar (jika ukuran sedang/kecil pakai 5 butir)
1 sdt vanilla
225 gram terigu protein sedang/all purpose flour
2 sdt baking powder
1/2 sdt garam
50 ml susu cair, suhu ruang
2 sdm coklat bubuk, larutkan dengan sedikit air panas hingga menjadi pasta kental, dinginkan
Gula halus untuk taburan (optional)

Cara membuat:
1. Panaskan oven suhu 160'C tergantung oven masing-masing. Siapkan loyang loaf (saya pakai ukuran 22x10x10 cm), olesi margarin tipis, taburi dengan terigu tipis. Sisihkan.
2. Ayak terigu bersama baking powder. Sisihkan.
3. Kocok butter/margarin hingga lembut sekitar 3 menit, masukkan gula pasir halus kocok kembali hingga creamy dan pucat. Masukkan telur satu per satu, kocok asal rata setiap setelah memasukkan telur. Lakukan hingga telur habis. Masukkan garam dan vanilla. Kocok rata.
4. Masukkan campuran terigu dan baking powder dalam 3 tahap, berselang seling dengan susu cair dalam 2 tahap. Awali dengan terigu, akhiri dengan terigu.
5. Ambil sebagian adonan, beri campuran coklat bubuk. Aduk rata. Sisanya biarkan putih.
6. Masukkan adonan putih dan coklat berselang seling secara acak ke dalam loyang. Buat motif marble/marmer dengan bantuan tusuk sate/pisau.
7. Panggang dalam oven yg telah dipanaskan sampai matang dan permukaannya kecoklatan, sekitar 45 menit. Test tusuk sudah bersih.
8. Keluarkan dari loyang dan dinginkan. Taburi gula halus jika suka. Potong-potong dan sajikan dengan secangkir kopi atau teh panas dan ditemani orang tercinta.


(Kocok butter/margarin sampai pucat dan creamy seperti ini)

(Sebelum dipanggang)































Note: Resep ini bisa juga dibuat untuk varian lain. Semisal untuk orange butter cake, ganti susu cair dengan orange juice dan beri parutan kulit orange (orange zest). Bila ingin diberi kismis, rendam 75-100 gram kismis dalam air panas beberapa saat dan peras kemudian taburi dengan terigu. Masukkan paling akhir ke dalam adonan dan aduk rata.


































 

Selamat mencoba dan semoga suka ya ;)

Sabtu, 24 Maret 2018

NUGGET AYAM WORTEL



































Bismillah.

Sudah lama sekali ingin posting resep chicken nugget yang biasa saya pakai, baik untuk konsumsi sendiri maupun dijual. Saat tinggal di Korea, saya juga berjualan frozen food, salah satunya chicken nugget. Karena tentu saja disana sulit bahkan langka untuk mendapatkan chicken nugget yang halal. Jadi ada teman-teman yang biasanya ingin punya stock chicken nugget untuk lauk praktis lalu order ke saya. Resepnya memang bisa dibilang nugget berkualitas ya, karena bahan yang paling banyak jumlahnya ya daging ayam, bahan lainnya hanya bersifat sebagai bahan pengikat dan bumbu-bumbu saja.

Nugget ini memakai tambahan sayuran di dalamnya yaitu wortel, selain menambah nilai gizi dan serat, juga bisa untuk mensiasati anak-anak yang suka makan nugget tapi tidak suka makan sayuran, hehehe. Bisa juga memakai sayuran lainnya semisal brokoli, buncis, dll. Nugget ini jika disimpan dalam suhu beku di freezer (suhu minus paling maksimal, bila punya chest freezer lebih baik) tahan maksimal 2 bulan dengan catatan kemasan tidak dibuka tutup dan tidak keluar masuk freezer. Jadi sebaiknya jika ingin dibuat stok, pisahkan nugget dalam kemasan sekali pakai habis. Ada banyak versi membuat nugget ayam, ada yang menggunakan roti tawar, menggunakan tepung terigu, menggunakan tambahan cairan, dll. Yang mau mencoba membuat nugget ayam versi saya, yuk silahkan dicoba ya. Semoga cocok ;)



































  

NUGGET AYAM WORTEL
by Ricke Indriani

Bahan:
500 gram fillet ayam (dada atau paha), giling halus dengan chooper/food processor
1 buah wortel ukuran besar, diserut kasar
50 gram tepung panir, jika terlalu kasar bisa dihaluskan dengan blender bumbu
25 gram maizena
4 butir telur, kocok lepas
6 siung bawang putih, haluskan
1/2 buah bawang bombay, cincang halus (optional, tapi saya suka pakai)
1,5 sdt garam (atau sesuai selera)
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica bubuk

Bahan pelapis:
Putih telur, kocok lepas (atau bisa juga memakai telur utuh, kocok lepas)
Tepung maizena
Tepung panir kasar

Minyak goreng untuk menggoreng nugget

Loyang persegi (bisa menggunakan 2 buah loyang persegi ukuran 18x18x4 cm, atau 2 buah loyang brownies ukuran 10x30x4 cm)

Cara membuat:
1. Panaskan kukusan. Alasi loyang dengan plastik food grade tahan panas, olesi minyak goreng tipis-tipis. Sisihkan.
2. Dalam sebuah wadah, campur semua bahan nugget menjadi satu dan aduk rata menggunakan tangan bersih atau sendok kayu.
3. Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya. Adonan awal tidak perlu terlalu tebal, cukup tebal sekitar 1 cm saja.
4. Kukus hingga matang sekitar 20-30 menit. Test tusuk dan jika disentuh sudah tidak lembek.
5. Angkat dari kukusan dan dinginkan. Potong-potong sesuai selera atau bisa juga dicetak menggunakan cookies cutter.
6. Balur nugget dengan maizena, gulingkan ke putih telur/telur utuh yang sudah dikocok lepas, balur dengan tepung panir kasar. Lakukan hingga habis.
7. Sebaiknya simpan dahulu di lemari es agar bahan pelapis lebih merekat. Goreng dalam minyak panas dengan api sedang hingga permukaan kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
8. Jika akan disimpan. Tata nugget dalam plastik food grade atau zipper bag (bisa juga wadah kedap udara). Simpan dalam freezer dengan suhu dingin maksimal.


(Daging ayam dan wortel)

(Adonan nugget siap dituang ke loyang dan dikukus)

(Selesai dilapis panir dan siap digoreng atau disimpan)































Note:
- Bila hanya mempunyai loyang satu buah atau kukusan tidak muat 2 loyang, bisa dikukus bergantian karena adonan tidak masalah mengantri. Atau bisa juga adonan dikukus sekaligus jadi adonan lebih tebal dan waktu mengukus jadi lebih lama. Setelah matang dan dingin, iris nugget dengan ketebalan sekitar 1-1,5 cm saja lalu dipanir.
- Takaran garam, gula pasir dan merica bubuk bisa disesuaikan dengan selera
- Jika ingin menambahkan keju, bisa ditambahkan sekitar 50-75 gram keju parut ke dalam adonan.

Selamat mencoba ya ^_^

Kamis, 22 Maret 2018

Donat Gula


































Assalamu'alaikum.

New blogpost again, yeay! Alhamdulillah, ada mood dan kesempatan buat update blog lagi, hihihii... Ngomongin soal donat, kalau throwback ke kenangan masa kecil dulu, makan donat ya pakai balutan gula halus. Donatnya dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi gula halus/gula tepung dan lalu dikocok beberapa kali dan voila donat balut gula halus pun siap dinikmati. Nah kadang ada juga anak yang gula halusnya saja dijilatin sampai bersih, tapi donatnya nggak dimakan atau cuma digigit sedikit. Siapa yang mengalami kenangan yang sama? ^_^

Jaman saya kecil dulu, ada seorang pedagang kue yang masih bisa dibilang tetangga. Beliau seorang bapak yang berjualan kue keliling dan kuenya semua dibikin sendiri. Aneka kue yang dijual seperti onde-onde, kue ku/kue thok, dadar gulung dan juga donat gula halus. Semua kuenya enak dan karena masih tetangga jadi cukup tahu kalau tempat produksinya bersih. Donatnya enak deh, empuk dan montok, lumayan bikin kenyang, hihihiii. Suka pokoknya. Sampai saat ini, saya kalau bikin donat memang paling sering dinikmati hanya dengan gula halus saja. Praktis (euh, atau males yak). Tapi sesekali suka juga pakai topping yang lain seperti keju cheddar parut, cokelat meisses, atau dicelup coklat cair.

Donat jadoel ini adonannya tidak memakai kentang dan saya menggorengnya hanya dengan minyak goreng biasa (bukan minyak padat) tapi menggunakan minyak goreng baru ya, jangan minyak jelantah apalagi minyak bekas menggoreng ikan asin :D . Adonan diuleni sampai kalis (tidak lengket) dan mulus permukaannya. Adonan jangan terlalu lembek tapi jangan juga terlalu padat/kering, jadi pakai perasaan ya saat menambahkan airnya sampai adonan dirasa pas. Setelah adonan dicetak, adonan jangan didiamkan terlalu lama sampai over proofing atau terlalu mengembang besar. Adonan yang over proofing atau kelewat mengembang jika digoreng akan menyerap banyak minyak dan juga biasanya setelah diangkat dari penggorengan donat akan mudah kempes tidak menul-menul lagi. Selain itu adonan juga menjadi lebih susah untuk dipindahkan ke penggorengan.

Menggoreng donat harus dengan api yang pas dan juga panas minyak yang pas. Panaskan minyak dengan api sedang, ketika sudah cukup panas (jangan terlalu panas) lalu kecilkan apinya. Minyak yang terlalu panas akan membuat adonan cepat menjadi coklat permukaannya tapi bagian dalamnya belum matang sempurna. Minyak yang terlalu panas juga menyebabkan donat tidak ada kesempatan mengembang dengan baik saat digoreng. Agar donat bisa mempunyai 'cincin putih' selain adonan mengembangnya harus pas, juga minyaknya pas panasnya. Cincin putih terbentuk karena donat mengambang di permukaan minyak saat digoreng, lalu perlahan mengembang. Jadi ada 'gap' antara dua permukaan donat yang mencoklat karena bersentuhan dengan minyak saat digoreng.





































 
DONAT JADUL/DONAT BALUT GULA

Bahan:
500 gram terigu protein tinggi
50 gram susu bubuk
50 gram gula pasir
11 gram ragi instant
1 sdt vanilla
4 kuning telur
200 ml air (bisa dikurangi atau ditambah sesuai kondisi adonan)
1/2 sdt garam
80 gram butter (atau margarine)

Minyak goreng untuk menggoreng

Gula halus/gula tepung untuk coating

Cara membuat:
1. Campur dalam wadah/bowl bahan kering (terigu, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant). Campur dan aduk rata.
2. Masukkan kuning telur dan vanilla. Campur dan aduk rata sambil dituangi air (perhatikan konsistensi adonan saat menambahkan air). Uleni hingga semua menjadi satu, tercampur rata dan setengah kalis.
3. Masukkan garam dan butter (atau margarine). Campur rata dan uleni lagi hingga adonan mulus, licin dan lentur (elastis). Bila menguleni manual, setelah adonan kalis (tidak lengket lagi di wadah), pindahkan ke meja kerja yang ditaburi terigu tipis dan uleni hingga mulus, licin dan lentur (elastis).
4. Taruh adonan dalam wadah yang dilolesi minyak, tutup wadah dan diamkan 30 menit.
5. Kempeskan adonan, uleni lagi sebentar hingga adonan lentur kembali. Adonan siap dicetak. Saya timbang adonan masing-masing 40-45 gram, bulatkan (rounding), letakkan dalam loyang/nampan bertabur terigu tipis dan diamkan sebentar sampai terlihat adonan menjadi lebih montok (kira-kira 10 menit). Lalu pipihkan sedikit. Lubangi adonan (bisa pakai tutup botol, lubang spuit besar atau cookies cutter bulat). Diamkan lagi sebentar.
6. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, bila sudah cukup panas (jangan terlalu panas) lalu kecilkan api. Goreng donat, biarkan mengembang dan kecoklatan di satu bagian sisinya (jangan dibolak balik). Setelah satu sisi kecoklatan, lalu balik dan lanjutkan menggoreng hingga sisi yang satunya lagi kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
7. Balut donat dengan gula halus/gula tepung. Sajikan.

(Adonan sudah dicetak dan siap digoreng)


(Proses menggoreng donat, biarkan hingga satu sisinya kecoklatan)

(Balik donat dan lanjutkan menggoreng sampai sisi satunya lagi kecoklatan)

(Setelah minyak cukup panas, apinya saya kecilkan seperti ini)

(Alhamdulillah, donatnya sudah matang)






























Note:
- Bila menguleni manual dengan tangan, setelah adonan kalis (tidak menempel lagi di wadah/bowl) lalu pindahkan adonan ke meja kerja atau meja dapur bersih yang ditaburi terigu tipis dan uleni adonan hingga mulus, licin dan lentur elastis.
- Bila menggunakan standing mixer, gunakan dough hook dan campur bahan kering terlebih dahulu lalu masukkan bahan basah dan uleni hingga kalis, licin, mulus dan lentur elastis.
- Bila menggunakan mesin bread maker, ikuti petunjuk mesin (bahan basah dahulu lalu bahan kering) dan pilih menu dough.
- Selagi mencetak, minyak goreng bisa mulai dipanaskan. Setelah cukup panasnya, kecilkan api. Minyak jangan terlalu panas dan jangan juga kurang panas.
- Jangan mendiamkan adonan yang telah dicetak terlalu lama hingga over proofing dan kelewat mengembang karena donat akan lebih sulit dipindahkan ke penggorengan, biasanya akan lebih banyak menyerap minyak saat digoreng dan mudah kempes/keriput kembali setelah diangkat. Jika adonan sudah terlihat montok dan mengembang bisa langsung digoreng.
- Saat menggoreng donat cukup satu kali dibalik. Biarkan satu sisi kecoklatan dan donatnya terlihat mengembang di penggorengan agar 'cincin puti'-nya terbentuk, lalu balik dan lanjutkan menggoreng hingga sisi satunya lagi kecoklatan.



(Yang ini versi pakai balutan cinnamon sugar, enak!)