http://ricke-ordinarykitchen.blogspot.co.id/
Tampilkan postingan dengan label Roti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Roti. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 April 2018
CRoti CBurger
Alhamdulillah, akhirnya semangat untuk menulis perlahan muncul kembali, setelah sempat vakum menulis di blog karena berbagai alasan. Semoga semangatnya gak menghilang lagi ke depannya, walaupun wajar ya sesuatu itu terkadang timbul dan tenggelam (mencari pembenaran, hihihii...).
Okay, ini adalah burger ikan yang saya buat beberapa hari yang lalu. Baik burger bun (roti burger) dan patty-nya semua saya buat sendiri alias homemade. Bikinnya tanpa rencana, setelah Dhifa berangkat sekolah kok tiba-tiba kepikiran Nadhifa yang sudah beberapa kali minta dibikinkan burger, bukan minta dibelikan ya. Alhamdulillah Nadhifa sudah mengerti bahwa di Korea ini kita tidak bisa sembarangan beli makanan di luar, termasuk burger ini. Jadi saat melihat gambar burger di restoran fast food dia malah minta dibikinkan sama Bundanya, bukan minta beli. Tapi ya begitulah, Bundanya yang kadang belum semangat membuatnya, malah lebih ingin bikin kue yang lain saja, hehee... Maafkan Bunda ya sayang ^_^
Nadhifa memang suka makan burger walaupun tetap gak sering makan burger, dalam setahun mungkin bisa dhitung jari saja karena juga di Indonesia jarang sekali mampir ke restoran fast food kecuali kepepet jika sedang diluar rumah.
Setelah lihat isi kulkas, di freezer hanya ada ikan tenggiri, ikan salmon dan udang. Itupun jumlah masing-masing cuma sedikit karena sudah terpakai sebelumnya. Sedang tidak punya daging sapi maupun ayam, tadinya mau bikin burger tempe atau tahu tapi ternyata sedang tidak ada juga. Ketauan deh belum belanja :D . Ya sudah akhirnya tetap dieksekusi juga pakai bahan-bahan yang ada, digabungkan semuanya. Jadi deh fish patty dan enak lho, hehee... Mumpung lagi sudah ada niat dan semangat untuk memenuhi permintaan anak, jadi jangan ditunda-tunda langsung eksekusi ;)
Saya memakai wijen sangrai untuk taburan, karena hanya punya itu (di Korea banyak dijual wijen siap pakai yang sudah disangrai, biasanya untuk dicampurkan atau taburan masakan). Jadi warnanya agak kecoklatan hasil setelah roti dipanggang, lebih bagus pakai wijen mentah jadi warna wijennya putih kekuningan setelah roti matang, lebih cantik. Seladanya saya memakai selada bokor karena teksturnya lebih renyah, tapi jika mau menggunakan selada keriting juga oke saja, yang penting enak ya :)
Okay, here's the recipe...
BURGER BUNS (ROTI BURGER)
by Ricke Indriani
200 gram terigu protein tinggi
50 gram terigu protein sedang
25 gram gula pasir
6 gram ragi instant
2 kuning telur
125-150 ml air es/susu cair dingin (sesuaikan jumlah air dengan kondisi tepung)
1/2 sdt garam
30 gram butter/margarin
Olesan:
1 putih telur (dari sisa adonan), kocok lepas
1 sdm susu cair
Aduk rata
Wijen untuk taburan
Cara membuat buns/roti:
1. Campur terigu, gula pasir dan ragi instant. Aduk rata.
2. Masukkan kuning telur dan air/susu cair bertahap sedikit demi sedikit sambil diuleni. Hentikan penambahan air jika dirasa adonan sudah cukup (tidak kering dan tidak juga lembek). Uleni hingga kalis.
3. Masukkan garam dan butter/margarin. Uleni kembali hingga tercampur rata. Pindahkan ke alas kerja/meja bersih yang sudah ditaburi sedikit terigu. Uleni adonan hingga kalis elastis dan adonan sudah licin/mulus.
4. Bulatkan adonan. tempatkan dalam wadah dan tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan hingga volumenya mengembang 2x lipatnya (45-60 menit) tergantung kondisi ruangan.
5. Kempeskan adonan, uleni kembali sebentar hingga licin kembali. Bagi menjadi 8 bagian yang sama beratnya. Saya membuat roti burgernya tidak terlalu besar ukurannya, karena biar pas untuk sekali makan Nadhifa dan buat porsi saya juga pas, hehee... Jika mau lebih besar bisa dibagi menjadi 6 bagian.
6. Bulatkan masing-masing adonan, kemudian pipihkan. Tata di loyang yang sudah dioles mentega. Diamkan kembali hingga mengembang (30-45 menit). Poles dengan bahan polesan, taburi wijen.
7. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan dengan suhu 190-200'C selama 15 menit hingga matang kecoklatan permukaannya. Angkat dan dinginkan.
FRIED FISH PATTY
by Ricke Indriani
200 gram filet ikan tenggiri/kakap/salmon (kemarin saya pakai tenggiri dan salmon)
100 gram udang kupas
1 siung bawang putih, haluskan
3/4 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
1 butir telur
2 sdm tepung roti/panir halus
1/2 sdm tepung sagu/tapioka
1 batang daun bawang, iris halus
Pelapis:
Tepung maizena
1 buah putih telur, kocok lepas
Tepung roti/panir kasar
Minyak untuk menggoreng deep fry.
Cara membuat:
1. Haluskan ikan dan udang. Masukkan bawang putih, garam, merica bubuk, gula pasir dan telur. Aduk rata.
2. Masukkan tepung roti/panir dan tepungs sagu/tapioka, aduk rata. Masukkan daun bawang, aduk rata.
3. Bagi menjadi 8 bagian (atau sesuai jumlah rotinya). Bentuk bulat dan pipihkan sesuai diameter roti.
4. Gulingkan ke tepung maizena. Celup ke putih telur. Balut dengan tepung panir. Lakukan sampai semua adonan habis.
5. Masukkan ke freezer 30 menit agar panir lebih merekat dengan baik.
6. Goreng dalam minyak panas dengan api kecil sedang agar matang sempurna. Angkat dan tiriskan.
Pelengkap:
Mayonaise
Saus tomat dan saus sambal
Selada/lettuce
Timun
Tomat
Keju lembaran (saya tidak pakai)
Penyelesaian:
Belah dua roti, bisa langsung diberi isi. Atau setelah dibelah dua dipanggang dulu sebentar sisi bagian dalam roti di atas wajan datar yang diberi sedikit butter sampai kecoklatan dan agak crispy.
Tata bahan isi.
Alhamdulillah, Nadhifa senang sekali saat pulang sekolah (dijemput Abinya) sampai rumah lihat roti burger. Langsung setelah cuci tangan minta dibikinkan (diberi isi). Saat itu juga langsung duduk dan menikmati burgernya sampai habis. Enak katanya ^_^
Abi juga bawa ke lab kampus dan berbagi dengan temannya. Mereka sampai tidak percaya kalau dari roti sampai patty-nya semua homemade. Enak banget kata mereka. Terbayar deh capeknya nguprek di dapur :)
Selamat mencoba ya ^_^
Kamis, 05 April 2018
COFFEE BUNS
Postingannya roti lagi. Dan tentunya postingan telat lagi karena saya sekarang sedang off baking, hehee... Ini dibuat beberapa waktu yang lalu. Sedang mood aja membuat roti, biasanya saya agak-agak malas membuat roti. Alasannya terutama karena prosesnya yg memakan waktu cukup lama (menunggu proses proofingnya).
Nadhifa suka sekali sama mexican buns ini, kalau jalan ke mall dan dia melihat salah satu counter roti ini pasti dia merajuk minta beli, hehehe... Suami yang penggemar kue-kue beraroma kopi juga suka dengan roti yang satu ini. Waktu roti ini keluar fresh from the oven, sudah ada customer cilik yang menunggu dengan sumringah, hihihiiii... Bahkan gak sabar melihat bundanya lagi memproses adonannya, lama ya nak nunggunya. Alhamdulillah Nadhifa suka sekali 'Roti Boy wanna be' buatan Bundanya ini ^_^
Roti ini pada dasarnya adalah roti manis yang diberi topping beraroma kopi. Biasanya isiannya adalah melted butter. Tapi bisa disesuaikan dengan selera saja, mau diisi coklat, keju, sarikaya, dsb juga oke saja. Kali ini saya hanya memakai isi melted butter saja. Resep basic rotinya menggunakan resep soft bread NCC yang saya modifikasi sedikit di penggunaan terigunya (saya campur dengan terigu protein sedang) dan juga menambahkan susu bubuk ke dalam resep. Saya hanya membuat 1/2 resep saja, yaitu menggunakan basis 250 gram terigu, karena untuk dimakan sendiri saja. Lumayan hasilnya 11 buah dengan berat masing-masing sekitar 40 gram, atau 9 buah buah jika berat 50 gram.
Toppingnya saya kreasikan sendiri menggunakan air kopi dan pasta coffee moca. Sebenarnya ada essence yang bisa membuat wanginya lebih nendang lagi, dulu sekali saya pernah mencoba memakainya. Tetapi setelah paham bahwa essence mengandung alkohol sebagai pelarutnya (isopropanol/isopropil alkohol), saya tidak pernah memakainya lagi. Halal ingredients come first :)
MEXICANS BUNS (COFFEE BUNS)
by Ricke Indriani
Hasil 9-11 buah
Roti (Soft bread NCC by Fatmah Bahalwan, modified by Ricke):
200 gram terigu protein tinggi (bread flour)
50 gram terigu protein sedang (all purpose flour)
10 gram susu bubuk
1/4 sdt vanilla susu (untuk penambah aroma)
50 gram gula pasir
6 gram ragi instant
1/4 sdt bread improver (optional, skip bila tak ada)
2 kuning telur, kocok lepas
100 ml air es
50 gram mentega (unsalted butter)
1/4 sdt garam
Filling:
Salted butter (mentega asin), dingin. Potong dadu @10 gram
Topping (by Ricke):
50 gram mentega (unsalted butter)
50 gram gula halus
1 butir telur
60 gram terigu protein rendah
15 gram susu bubuk
1 sdt kopi instant hitam, larutkan dengan 1 sdm air panas, dinginkan
1/2 sdt pasta coffee moca
Cara membuat:
1. Campur terigu, susu bubuk, vanilla susu, gula pasir, ragi instant dan bread improver. Aduk rata.
2. Masukkan kuning telur dan air es sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis.
3. Masukkan mentega dan garam. Uleni kembali hingga kalis dan elastis. Adonan mulus, licin dan bila direnggangkan tipis tidak mudah sobek. Bulatkan adonan. Taruh dalam bowl/wadah yg diolesi sedikit minyak. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan sekitar 45-60 menit untuk proses fermentasi (proofing 1) hingga mengembang ukurannya menjadi 2x lipat.
4. Kempeskan adonan. Uleni lagi sebentar. Bagi adonan menjadi 9-11 bagian sama beratnya (40-50 gram). Diamkan lagi 10 menit. Pipihkan adonan, beri isian salted butter (mentega asin). Rapatkan dan bulatkan. Tata dalam loyang yang diolesi mentega tipis. Diamkan 30-40 menit untuk proses fermentasi (prrofing 2) hingga mengembang.
5. Sambil menunggu proses proofing. Buat adonan topping. Kocok mentega dan gula halus hingga benar2 lembut. Masukkan telur, kocok rata. Masukkan terigu dan susu bubuk. Aduk rata. Masukkan air kopi dan pasta coffee moca. Aduk rata. Masukkan ke dalam kantong segitiga/piping bag. Simpan dalam kulkas hingga akan dipakai.
6. Panaskan oven 200'C (oven sudah dalam keadaan panas ketika adonan roti masuk).
7. Setelah proofing 2, semprotkan topping melingkar sampai 3/4 permukaan adonan. Panggang dalam oven 200'C selama 12 menit hingga permukaan topping mengering. Angkat. Sajikan hangat lebih nikmat.
8. Jika ada sisa, simpan roti dalam wadah tertutup (roti sudah dingin). Jika akan dinikmati, bisa dihangatkan kembali dalam oven selama 2-3 menit.
(Adonan setelah mengembang pada proses proofing 1)
(Pemberian topping)
(Siap dipanggang, ready to bake)
(Fresh from the oven)
Note:
- Apabila menguleni manual/menggunakan tangan. Setelah mentega dan garam masuk dan diuleni hingga tercampur rata. Pindahkan adonan ke atas permukaan meja yang ditaburi tipis dengan terigu. Uleni dengan gerakan seperti orang mengucek baju di papan penggilasan. Uleni hingga kalis, mulus dan elastis. Tentu akan memakan waktu lebih lama ketimbang diuleni dengan mixer (tidak bisa pakai mixer rumahan biasa).
- Lamanya waktu proofing tergantung dari suhu ruangan tempat membuat adonan.
- Jika di negara yang sedang mengalami musim dingin, gunakan air biasa saja atau air sedikit hangat, tidak perlu air es.
- Setelah diberi isi, rapatkan dan bulatkan hingga benar-benar rapat agar isian tidak bocor saat dipanggang.
Selamat mencoba. Happy baking! ^_^
Jumat, 23 Maret 2018
Roti Paris Mini
Assalamu'alaikum ^_^
Alhamdulillah ada kesempatan buat ngisi blog lagi hari ini. Fotonya stok foto-foto lama, jadi fotonya ngendon lama di laptop tapi belum di-edit maupun diposting ke blog, heuheuu... Banyak sekali foto makanan yang belum terjamah, hanya sesekali sempat diupload ke akun facebook saya saja itupun nggak semua. Nah, foto mini paris brest ini saya ambil 2 tahun yang lalu, tahun 2014 :D . Yah, seperti kata pepatah lah ya, it's better too late than never, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Halah, ngeles ajaaa, hihihiii...
Paris Brest ini salah satu dessert dari Perancis yang merupakan varian dari choux pastry/pate a choux atau saudaraan gitu deh dengan kue soes. Bentuknya bulat dengan lubang di tengah seperti donat atau roda. Ada yang ukurannya besar (diameter 20 cm ke atas), ketika akan disantap dipotong-potong dulu ke ukuran personal. Ada juga yang berukuran mini atau ukuran personal, seperti yang saya buat kali ini. Paris brest ini adonannya sama dengan kue soes, hanya beda bentuk. setelah dibentuk seperti bentuk roda, kemudian bagian atasnya diberi taburan aneka kacang seperti almond, pistachio, walnut, hazelnut atau peanut/kacang tanah juga bisa. Bisa menggunakan satu jenis kacang atau kombinasi. Setelah matang dibelah 2, lalu diberi filling yang bisa berupa butter cream, whipped cream, chantilly cream, pastry cream atau ganache aneka rasa. Bisa juga fillingnya dipadukan dengan buah seperti strawberry, orange, peach, raspberry, dll. Kemudian permukaannya diberi dusting gula halus.
Paris Brest sendiri konon katanya punya sejarah sendiri. Jadi kue ini dulunya dibuat untuk memperingati perlombaan balap sepeda fenomenal dengan rute kota Paris ke kota Brest lalu kembali lagi ke kota Paris. Bentuk kue yang menyerupai roda melambangkan roda sepeda. Kue ini akhirnya menjadi terkenal sampai sekarang. Dalam postingan ini saya memakai filling peanut butter whipped cream (whipped cream rasa selai kacang), kebetulan saat membuat kue ini saya sedang punya selai kacang di rumah. Tapi di lain waktu saya juga pernah memakai filling ganache yang tersisa dari pembuatan cake dan juga pernah menggunakan diplomat cream (campuran pastry cream dan whipped cream). Yummy!
Saya sertakan juga step by step cara membentuk adonannya menjadi lingkaran ya, saya memakai cara adonan ditumpuk 2 lapis. Ada juga yang hanya membuat lingkaran 1 kali putaran (1 lapis) saja. Tapi kalau adonannya ditumpuk begini, hasilnya lebih montok dan cakep deh kalo menurut saya, hihihiii. Untuk filling-nya silahkan dipilih sesuai selera dan bisa menggunakan resep filling andalan masing-masing. Yang saya gunakan dalam foto Paris Brest ini adalah whipped cream yang dicampur selai kacang halus (smooth peanut butter). Saya akan sertakan resep filling diplomat cream yang bisa juga digunakan untuk fillingnya.
MINI PARIS BREST
by Ricke Indriani
Bahan Choux:
200 ml air
100 gram butter/margarin
1/4 sdt garam
1 sdm gula pasir
125 gram terigu protein sedang (pakai protein tinggi juga bisa)
3 butir telur ukuran besar (jika telurnya kecil bisa siapkan 4 butir), kocok lepas
Topping:
Almond slice (atau aneka kacang lainnya)
Dusting:
Gula halus
Filling (pilih salah satu sesuai selera):
Buttercream
Whipped cream
Chantilly cream
Pastry cream (vla)
Diplomat cream (campuran pastry cream dan whipped cream)
Mousse cream
Ganache
Bisa juga dipadukan dengan potongan buah (strawberry, raspberry, peach, orange, dll)
Cara membuat:
1. Campur air, margarin/butter, garam dan gula pasir. Masak di atas api hingga mendidih dan seluruh margarin/butter meleleh (harus mendidih).
2. Matikan api, masukkan terigu yang sudah diayak. Aduk rata dengan cepat menggunakan sendok kayu/spatula hingga tercampur rata. Nyalakan kembali api kecil saja, masak adonan sambil diaduk-aduk hingga kalis (adonan sudah tidak menempel lagi di panci). Angkat dan dinginkan (hingga agak hangat).
3. Masukkan telur yang sudah dikocok lepas sedikit demi sedikit secara bertahap sambil adonan dimixer dengan kecepatan rendah. Jika dirasa adonan sudah cukup lembut untuk dispuit dan telur masih bersisa, hentikan penambahan telur. Adonan jangan terlalu cair.
4. Masukkan adonan ke dalam kantong segitiga dan gunting ujungnya. Spuitkan membentuk lingkaran (cara menyepuit lihat foto) ke loyang yang telah dioles margarin tipis (atau alasi dengan kertas roti). Beri jarak satu sama lain karena adonan akan mengembang.
5. Beri taburan kacang almond (atau kacang yang lain) slice/cincang.
5. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan dengan suhu 200'C selama kurang lebih 20 menit hingga adonan naik mengembang, turunkan suhu ke 180'C dan teruskan memanggang selama 15 menit lagi atau hingga matang dan permukaan kuning kecoklatan. Sesuaikan dengan oven masing-masing. Jika terlihat adonan sudah mengembang kokoh, kuning kecoklatan dan busa yang terdapat pada adonan sudah hilang berarti kue sudah matang dan siap dikeluarkan.
6. Keluarkan dari oven. Diamkan 10 menit. Belah choux di tengah-tengah. Dinginkan di rak kawat.
Penyelesaian:
Ambil bagian bawah choux, beri filling. Tutup/tumpuk dengan bagian atas choux. Beri dusting gula halus.
(Adonan choux pastry)
(Cara membentuk lingkaran adonan)
(Adonan siap dipanggang)
(Choux pastry siap diberi filling)
(Belah menjadi 2 bagian, terlihat tekstur bagian dalam khas choux pastry)
Ohya, jika ada yang ingin membuat filling diplomat cream, ini saya sertakan resepnya ya. Diplomat cream ini campuran antara pastry cream (vla) dengan whipped cream. Enak dan lebih ringan rasanya dibanding pastry cream saja, jadi tidak eneg. Bisa dibuat dengan perbandingan pastry cream dan whipped cream 2:1 atau komposisi whipped cream bisa ditambah sesuai keinginan semisal 1:1.
DIPLOMAT CREAM
by Ricke Indriani
250 ml susu cair
75 gram gula pasir
1/4 sdt garam
30 gram maizena, larutkan dengan sedikit air
1 kuning telur, kocok lepas
1 sdm margarin/butter
1/2 sdt vanilla
150 ml whipping cream sangat dingin
Cara membuat:
1. Panaskan susu cair, gula pasir, garam di atas api kecil sampai mulai mendidih halus (jangan sampai mendidih lama karena susu rawan pecah). Masukkan larutan tepung maizena. Aduk-aduk hingga mengental dan meletup-letup. Aduk terus beberapa saat. Matikan api.
2. Masukkan kuning telur yang sudah dikocok lepas. Aduk sampai benar-benar rata. Nyalakan kembali api kecil. Masak sambil diaduk-aduk hingga meletup-letup kembali. Angkat dan matikan api. Panas-panas masukkan margarin/butter dan vanilla. Aduk-aduk hingga licin. Selagi didinginkan, vla/pastry cream harus sering diaduk-aduk agar tidak berkulit.
3. Setelah dingin, tutup dengan plastic wrap (plastik menyentuh permukaan vla/pastry cream). Simpan dan dinginkan dalam kulkas. Vla/pastry cream harus dalam keadaan dingin ketika akan dicampur dengan whipped cream agar tidak merusak whipped cream.
4. Kocok whipped cream dalam kondisi sangat dingin hingga mengembang dan kaku. Sisihkan.
5. Keluarkan vla/pastry cream dari kulkas. Aduk-aduk dengan spatula atau hand whisk hingga halus dan licin kembali. Masukkan setengah bagian whipped cream ke dalam vla/pastry cream, aduk rata. Masukkan kembali sisa whipped cream, aduk rata kembali. Simpan dalam kulkas hingga akan digunakan.
Selamat mencoba ^_^
Minggu, 04 Maret 2018
CROTI CTAWAR PAANDAN
Di negara yang tidak memperhatikan halalitas produk seperti Korea ini, jika membeli produk kue dan roti ada beberapa bahan yang perlu diperhatikan diantaranya:
- Shortening. Apakah yang digunakan adalah vegetable shortening yang berasal dari tumbuhan, atau shortening dari hewani. Vegetable shortening insyaAllah halal untuk dikonsumsi. Shortening dari hewani jika dari babi tentu tidak boleh dimakan bagi Muslim, jika dari hewan lain juga kita tidak tahu apakah hewan tersebut diproses (sembelih) secara syar’i atau tidak. Jadi jika menemukan produk yang menggunakan shortening hewani sebaiknya kita hindari saja.
- Emulsifier. Bahasannya sama dengan shortening, apakah terbuat dari tumbuhan/vegetable emulsifier atau dari hewani.
- Butter/mentega. Pada dasarnya butter/mentega dibuat dari krim susu yang dipisahkan antara padatan dan cairannya dengan cara pengadukan yang kontinyu (churning). Setelah padatan butter didapatkan, kemudian diproses lebih lanjut untuk mendapatkan butter/mentega berkualitas. Sampai sini insyaAllah tidak ada bahan yang tidak halal untuk dikonsumsi. Namun beberapa produk butter mengalami proses lanjutan untuk mendapatkan aroma dan rasa yang lebih kuat, biasanya diproses fermentasi dengan bakteri asam laktat yang sumber media tumbuhnya kita tidak tahu dari mana (diragukan/syubhat).
- Pengembang kue. Bahan pengembang kue diantaranya yang sering dipakai adalah soda kue/baking soda (bicarbonate of soda), baking powder dan cream of tar tar. Cream of tar tar biasanya dibuat dari hasil samping industri minuman keras/khamar, berupa garam potassium dan asam tartarat. Sesuatu yang berasal dari khamar statusnya tidak halal untuk dikonsumsi. Cream of tar tar ini biasanya dipakai untuk menstabilkan kocokan putih telur dalam pembuatan kue agar mengembang dengan baik, juga digunakan dalam pembuatan beberapa cookies untuk memberikan tekstur dan aroma asam yang lebih khas.
- Gelatin. Gelatin terbuat dari tulang dan jaringan kulit hewan, bisa terbuat dari babi, sapi, atau ikan. Jika dari babi tentu haram untuk Muslim, jika terbuat dari sapi statusnya masih diragukan (syubhat) karena tidak tahu apakah terbuat dari sapi yang disembelih secara syar’i atau tidak, jika dari ikan insyaAllah halal untuk dikonsumsi. Di negara seperti Korea ini sangat besar kemungkinan penggunaan gelatin yang tidak halal.
- Keju. Sebagian besar keju diproses dengan menggunakan enzim rennet yang diperoleh dari organ pencernaan binatang. Tentu hal ini kritis sekali karena bisa jadi berasal dari rennet hewan yang tidak halal bagi Muslim. Akan tetapi seiring teknologi, sekarang sudah ada beberapa produsen keju yang menggunakan enzim microbial yang diekstrak dari tumbuhan atau ‘non animal rennet’. Keju jenis ini biasanya disebut ‘vegetarian cheese’ yang bisa dikonsumsi oleh para vegetarian. Ada juga keju yang berlabel halal misalnya keju yang berasal dari Australia atau New Zealand dan juga Amerika. Jika membuat kue sendiri, tentu kita bisa memilih keju yang akan kita pakai. Akan tetapi jika membelinya di luar kita tidak tahu status kehalalan keju yang dipakai oleh produsen kue.
- Olahan daging. Harus berhati-hati dengan berbagai olahan daging yang dipakai dalam kue dan roti misalnya sosis, smoked beef, daging burger, bacon, dsb.
Pengantarnya kepanjangan ya? Hehee… Semoga bisa untuk bahan evaluasi diri saya sendiri dalam kehati-hatian memilih produk yang akan dikonsumsi, insyaAllah, karena saya dan keluarga pun masih belajar dalam memahami produk-produk makanan di Korea. Teman-teman yang sudah lama tinggal di Korea tentu sudah jauh lebih mengerti dari saya. Alhamdulillah saya juga sangat terbantu dengan informasi produk-produk halal dari teman-teman Imuska dan tetangga saya Mba Yuyun. Terima kasih
Resep roti tawar ini masih sama dengan resep roti tawar yang pernah saya share sebelumnya. Hanya saja saya kali ini membuatnya dengan basis 500 gram tepung, jadi hasilnya lebih banyak dan juga menambahkan pasta pandan sehingga roti menjadi berwarna hijau dan beraroma pandan. Pasta pandan-nya saya bawa dari Indonesia. You know me so well, I am pandan lover, yes I am, hehee…
Bagi yang mau mencoba membuatnya, saya tuliskan lagi resepnya. Jika ingin membuat white loaf bread tinggal hilangkan pasta pandannya saja.
ROTI TAWAR PANDAN
by Ricke Indriani
Bahan:
400 gram terigu protein tinggi
100 gram terigu protein sedang
20 gram susu bubuk
8 gram ragi instant
2 gram bread improver (optional, bisa diskip bila tak ada)
40 gram gula pasir
1 butir telur
1,5 sdt pasta pandan
250 ml susu cair dingin (bisa diganti air es) ~ tambahkan/kurangi sesuai kondisi tepung
30 gram shortening/butter/margarine
7 gram garam
Cara membuat:
1. Campur terigu, susu bubuk, ragi instant, bread improver dan gula pasir. Aduk rata.
2. Masukkan telur, pasta pandan dan susu cair dingin secara bertahap sambil diuleni hingga adonan kalis (tidak lengket pada wadah/bowl).
3. Masukkan shortening/butter/margarine dan garam, uleni lagi hingga kalis dan elastis. Jika menguleni secara manual, pindahkan adonan ke alas kerja/meja yang sudah ditaburi sedikit terigu kemudian diuleni hingga kalis elastis.
4. Tempatkan dalam wadah, tutup dengan plastic wrap atau serbet bersih yang agak lembab. Diamkan selama 30 menit-1 jam tergantung kondisi ruangan, hingga mengembang volumenya.
5. Kempeskan adonan. Uleni lagi sebentar agar mulus kembali. Diamkan 10 menit. Gilas adonan dengan rolling pin membentuk persegi panjang, sesuaikan dengan ukuran loyang. Gulung sambil dipadatkan. Gilas dan gulung sekali lagi.
6. Tempatkan adonan pada loyang loaf ukuran panjang sekitar 23 cm yang sudah diolesi mentega. Diamkan 1 jam atau tergantung kondisi ruangan hingga mengembang. Oles permukaannya dengan susu cair. Jika memakai loyang yang bertutup pakai ukuran panjang 30 cm (biasanya loyangnya lebih tinggi) diamkan hingga mengembang 1-2 cm dari permukaan atas loyang kemudian tutup loyang tidak perlu dioles susu cair.
7. Panggang dalam oven bersuhu 190’C selama 20-25 menit hingga permukaannya kecoklatan dan matang (sesuaikan dengan oven masing-masing). Keluarkan dari loyang, panas-panas permukaannya bisa dioles dengan mentega agar mengkilat. Dinginkan roti, kemudian iris roti menggunakan pisau bergerigi (bread knife). Simpan dalam wadah kedap udara atau plastik tebal agar roti tidak cepat kering terkena udara.
(Adonan setelah proses proofing pertama)
(Adonan setelah proses proofing kedua, siap dipanggang)
Note:
- Untuk menghasilkan roti yang mengembang dengan baik dan serat rotinya lebih lembut, usahakan adonan sudah diuleni sampai kalis elastis (tanda gluten yang terbentuk sudah optimal). Jika menguleni dengan tangan setelah adonan kalis dalam wadah/baskom, pindahkan adonan ke alas kayu atau meja kerja yang ditaburi sedikit terigu dan uleni dengan gerakan seperti mencuci baju di papan penggilesan, tak perlu dibanting-banting keras. Adonan elastis bila sudah lentur saat ditarik, jika ditest sedikit adonan dipipihkan kemudian dibeberkan dengan kedua telapak tangan, adonan bisa tipis hampir transparan.
- Jika menggunakan mixer heavy duty, gunakan speed 2 untuk menguleni dengan dough hook sampai adonan kalis dan mulus. Kemudian bisa naikkan ke speed 3 atau 4 sebentar saja hingga adonan elastis. Pindahkan ke alas kayu atau meja kerja yg ditaburi sedikit terigu, uleni lagi sebentar dengan tangan. Adonan siap diproofing. Jangan menggunakan speed tinggi dalam menguleni adonan roti karena akan menyebabkan mesin mixer cepat panas dan bisa saja akan merusak kinerja mixer.
Happy baking :)
Jumat, 02 Maret 2018
CROTI TAAWAR
Resep yang saya buat ini menggunakan loyang loaf ukuran tidak terlalu besar, yaitu ukuran panjang 22 cm, lebar dan tinggi sekitar 10 atau 11 cm. Basenya hanya 250 gram tepung terigu. Jika ingin membuat ukuran lebih besar bisa membuat dengan loyang loaf ukuran panjang 30 cm, lebar dan tinggi sekitar 13 cm dengan base 500 gram tepung terigu (2x resep yang saya tulis ini).
ROTI TAWAR (LOAF BREAD)
Make 1 loaf size 22x10x10 cm
by Ricke Indriani
Bahan:
200 gram terigu protein tinggi (bread flour)
50 gram terigu protein sedang (all purpose flour)
3 gram ragi instant
20 gram gula pasir
10 gram susu bubuk
1 butir telur, kocok lepas
125 ml susu cair dingin (atau air es) ~ jumlah penggunaan tergantung kondisi tepung terigu yg dipakai, bisa lebih sedikit atau lebih banyak
25 gram butter (bisa juga menggunakan mentega putih/shortening)
3 gram garam halus
Cara membuat:
1. Campurkan bahan kering yaitu terigu, ragi instant, susu bubuk dan gula pasir. Aduk rata.
2. Masukkan telur dan susu cair dingin/air es sedikit demi sedikit sambil diuleni. Hentikan penambahan air jika dirasa adonan sudah cukup bisa diuleni. Uleni hingga kalis.
3. Masukkan butter/mentega putih dan garam. Uleni lagi hingga kalis (mulus) dan elastis.
4. Pindahkan adonan ke atas permukaan meja bersih yg dtaburi sedikit terigu. Uleni lagi sebentar. Bulatkan adonan. Simpan dalam wadah besar yg diolesi sedikit mentega/minyak. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan selama 1 jam untuk proses fermentasi (proofing 1) atau sampai mengembang 2x lipat (lamanya tergantung kondisi ruangan).
5. Kempeskan adonan, pindahkan lagi ke permukaan meja yang diberi sedikit terigu. Uleni lagi sebentar saja. Bagi adonan menjadi 4 bagian sama rata (ditimbang) dan bulatkan. Diamkan 10 menit.
6. Gilas tipiskan masing-masing adonan. Gulung sambil dirapatkan. Lakukan sekali lagi (tipiskan dan gulung lagi). Lakukan hal yang sama pada semua adonan.
7. Tata berjejer di dalam loyang yang telah diolesi mentega. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan 50-60 menit untuk proses fermentasi (proofing 2) hingga mengembang. Saya menggunakan loyang yang ada tutupnya. Saat sudah mengembang dan menyisakan space sekitar 1 cm dari tinggi loyang, tutup loyang. Sambil menunggu panaskan oven.
8. Panggang dalam oven bersuhu 170-180'C selama 20-25 menit sampai matang.
9. Keluarkan dari loyang, dinginkan. Iris dengan ketebalan sekitar 1 cm sesuai selera. Simpan dalam wadah tertutup atau plastik tebal agar roti tidak cepat kering karena terkena udara. Siap disantap.
(Adonan setelah proofing 1)
(Adonan setelah proofing 2)
(Setelah dipanggang fresh from the oven)
Note:
- Uleni sampai kalis elastis untuk menghasilkan serat roti yg halus. Adonan mulus dan jika sedikit adonan diambil kemudian ditipiskan dan dibentangkan sampai tipis sekali tidak mudah sobek, berarti sudah selesai.
- Jika menggunakan loyang tanpa tutup, diamkan hingga mengembang hingga mencapai bagian atas loyang, bisa dioles dengan susu cair sebelum dipanngang.
Selamat mencoba. Happy baking ^_^
Sabtu, 03 Februari 2018
CChicken CFloss Roll Bun

Bisa juga klo mau dibikin versi pedasnya, pake abon pedas dan taburannya ditambah irisan cabe merah, dan untuk olesannya memakai mustard+mayonaise. Klo yg aku bikin olesannya mayonaise saja.

(Roll it! Sebelum dipotong-potong)

(Mulus tanpa retak ^_^)
Exciting banget waktu menggulungnya, gampang banget. Mulus tanpa retak. Horeee.. Ternyata lebih mudah dari menggulung swiss roll, hehee... Kuncinya adalah jangan overbake, cukup 15 menit aja. Klo terlalu lama nanti rotinya kering dan bakal ga bagus digulungnya, alias retak-retak.
Resepnya hasil modifikasi dari resep soft bread NCC, hanya 1/2 resep saja untuk 1 roll, setelah dipotong-potong jadinya 5 buah roti.

Chicken Floss Roll Bun
Adapted from soft bread NCC, modified by Ricke
Bahan:
200 gram terigu protein tinggi/bread flour (Cakra Kembar, aku kemarin pakai tepung ala BT)
50 gram terigu protein sedang/all purpose flour (Segitiga Biru)
30 gram gula pasir halus (gula kastor) ~ bisa pake gula pasir biasa yg diblender
1 sdm susu bubuk full cream
6 gram ragi instant (1/2 bungkus)
1/4 sdt bread improver (aku pake Baker's Bonus) ~ bisa diskip klo ga ada
2 butir kuning telur
100 ml air es ~ penggunaan bisa jadi lebih sedikit tergantung kelembaban terigu yg digunakan, tambahkan sedikit demi sedikit sambil diuleni, hentikan jika sudah dirasa cukup
50 gram margarin
1/4 sdt garam
Topping:
1 butir kuning telur, kocok lepas
2 batang daun bawang, iris halus
Wijen sangrai secukupnya
Filling:
Mayonaise
Chicken floss (abon ayam) ~ Bisa diganti dengan meat floss (abon sapi)
Cara membuat:
1. Campur terigu, ragi instant dan bread improver. Aduk rata. Masukkan telur, aduk rata. Masukkan air es sedikit demi sedikit sambil diuleni, hentikan penambahan air jika dirasa sudah cukup. Uleni sampai 1/2 kalis.
2. Masukkan margarin dan garam. Uleni terus sampai kalis dan elastis. Permukaan adonan licin dan adonan tidak mudah sobek jika dibeberkan tipis. Tempatkan dalam wadah, tutup dengan plastik atau serbet lembab. Istirahatkan selama 40 menit atau sampai adonan mengembang 2x lipat.
3. Kempiskan adonan, gilas tipis menjadi bentuk kota ukuran 30x30 cm. Tempatkan dalam loyang ukuran 30x30x3 cm (seperti loyang bolu gulung) yang sudah diolesi margarin. Tusuk-tusuk di beberapa tempat dengan menggunakan garpu agar adonan tidak mengangkat saat dipanggang. Istirahatkan lagi selama 15 menit.
4. Olesi permukaannya dengan kuning telur, taburi wijen dan daun bawang. Panggang dalam oven suhu 180'C selama 15 menit. Jika ada api atas, 3 menit terakhir nyalakan api atas agar warna permukaannya kecoklatan. Jika menggunakan oven tangkring, taruh loyang di rak paling atas.
5. Keluarkan dari oven. Siapkan kertas roti dg ukuran lebih besar dari loyang, balik roti diatas kertas roti. Oles dengan mayonaise, beri abon. Gulung perlahan sambil dipadatkan (gunakan kertas roti sebagai alas tangan saat menggulung). Diamkan sebentar. Potong menjadi 5 bagian. Olesi masing-masing ujungnya dengan mayonaise dan beri abon.
Selamat Mencoba! ^_^
Jumat, 02 Februari 2018
CROOTI CUUNYIL CSOSIS
Roti ini pakai resep donat jadul yg di blog Ordinary Kitchen karena pas bikin sekalian ngedonat juga. Jadi setengah resep saja (250 gram terigu), dapat sekitar 30 pcs roti mini.
MINI SAUSAGE BUN/ROTTI UNNYIL SOSIS
Bahan:
250 gram terigu protein tinggi/sedang
25 gram susu bubuk
25-30 gram gula pasir
6 gram ragi instant
2 kuning telur
100 ml air (bisa dikurangi atau ditambah sesuai kondisi adonan)
1/2 sdt garam
40 gram butter
Isi:
Sosis kecil atau sosis standar dipotong 2
Olesan:
Susu cair
Taburan:
Wijen/oregano/daun bawang/polos
Cara membuat:
1. Campur dalam wadah/baskom terigu, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant. Aduk rata.
2. Masukkan kuning telur. Campur dan aduk rata sambil dituangi air bertahap (perhatikan adonan saat menambahkan air). Uleni hingga semua menjadi satu, tercampur rata dan setengah kalis.
3. Masukkan garam dan butter. Campur rata dan uleni lagi hingga adonan mulus, licin dan lentur elastis.
4. Taruh adonan dalam wadah yang dilolesi tipis dgn minyak, tutup wadah dan diamkan hingga mengembang 2x lipat. Waktu proofing tergantung kondisi ruangan masing-masing.
5. Kempeskan adonan, uleni lagi sebentar hingga lentur kembali. Timbang adonan masing-masing 20 gram.
6. Gilas tipis masing-masing adonan memanjang, letakkan sosis di satu sisi dan gulung.
Letakkan di loyang yg dioles tipis dgn butter/margarine. Lakukan hingga adonan habis. Tutup dgn plastik wrap (loose saja). Diamkan kembali hingga adonan terlihat mengembang, jangan over proofing.
7. Oles permukaan adonan dgn susu cair, beri taburan sesuai selera.
8. Panaskan oven 190'C-200'C. Panggang roti hingga matang kecoklatan (saya sekitar 15 menit). Panas-panas oles permukaannya dgn butter. Jika akan disimpan, setelah dingin simpan di wadah tertutup rapat.
Mini sausage bun alias roti unyil sosis kesukaan si neng di rumah. Cukup sering bikin roti dgn isian sosis karena anak suka. Ini pakai resep donat jadul. Waktu itu dibikin 1 resep kemudian dibagi 2 adonannya. Yg setengah bagian untuk dibuat donat, yg setengah bagian lagi dibikin roti unyil sosis ini. Bisa sekalian buat bekal sekolah.
Di bawah ini saya tulis sudah setengah resep ya. Dapat sekitar 30 biji roti mini. Saya gunakan sosis ukuran standar lalu dipotong jadi 2, bisa juga menggunakan sosis yg ukurannya sudah kecil-kecil. Taburan atasnya bisa wijen, oregano, daun bawang iris, keju parut atau polos saja.
MINI SAUSAGE BUN/ROTI UNYIL SOSIS
by @rickeindriani_ordinarykitchen
Bahan:
250 gram terigu protein tinggi
25 gram susu bubuk
25-30 gram gula pasir
6 gram ragi instant
2 kuning telur
100 ml air (bisa dikurangi atau ditambah sesuai kondisi adonan)
1/2 sdt garam
40 gram butter
Isi:
Sosis
Olesan:
Susu cair
Taburan:
Wijen/oregano/daun bawang/polos
Cara membuat:
1. Campur dalam wadah/baskom terigu, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant. Aduk rata.
2. Masukkan kuning telur. Campur dan aduk rata sambil dituangi air bertahap (perhatikan adonan saat menambahkan air). Uleni hingga semua menjadi satu, tercampur rata dan setengah kalis.
3. Masukkan garam dan butter. Campur rata dan uleni lagi hingga adonan mulus, licin dan lentur elastis.
4. Taruh adonan dalam wadah yang dilolesi tipis dgn minyak, tutup wadah dan diamkan hingga mengembang 2x lipat. Waktu proofing tergantung kondisi ruangan masing-masing.
5. Kempeskan adonan, uleni lagi sebentar hingga lentur kembali. Timbang adonan masing-masing 20 gram.
6. Gilas tipis masing-masing adonan memanjang, letakkan sosis di satu sisi dan gulung.
Letakkan di loyang yg dioles tipis dgn butter/margarine. Lakukan hingga adonan habis. Tutup dgn plastik wrap (loose saja). Diamkan kembali hingga adonan terlihat mengembang, jangan over proofing.
7. Oles permukaan adonan dgn susu cair, beri taburan sesuai selera. 8. Panaskan oven 190'C-200'C. Panggang roti hingga matang kecoklatan (saya sekitar 15 menit).
Panas-panas oles permukaannya dgn butter. Jika akan disimpan, setelah dingin simpan di wadah tertutup rapat.
Rabu, 24 Januari 2018
CAATERPILLAR CBREAD /Pizza Roti
Resepnya ada disini.
Ini dia step by stepnya...
1. Setelah adonan diproofing pertama hingga mengembang 2x lipat volumenya. Kemudian dikempeskan. Uleni lagi sebentar. Kemudian bagi adonan menjadi masing-masing sekitar 60-70 gram. Agar sama sebaiknya ditimbang. Diamkan 10 menit.
Tips: Pada saat membagi adonan, sebaiknya gunakan pisau untuk memotong adonan dan membaginya.
2. Gilas adonan memanjang dengan menggunakan rolling pin hingga ketebalan 1/2 cm.
3. Letakkan satu buah sosis di atas adonan yang telah digilas tadi.
4. Lipat adonan menutupi sosis. Tekan-tekan pinggirannya agar tersambung dan menempel satu sama lain.
5. Kerat-kerat adonan yang berisi sosis menggunakan pisau menjadi beberapa keratan (kurang lebih 1 cm tiap keratan) jangan terputus.
6. Kemudian posisikan keratan-keratan tadi ke samping kanan dan kiri berselang-seling. Seperti pada gambar.
7. Lakukan hingga ke ujung keratan. Dan lakukan sampai semua adonan selesai. Satu resep dapat sekitar 16-17 pcs roti.
8. Letakkan di loyang yang sudah dipoles margarin tipis. Beri jarak yang cukup satu sama lain karena roti akan mengembang. Tutup dengan plastik/plastik wrap. Diamkan 30-45 menit untuk proses proofing kedua.
9. Poles dengan egg wash (kuning telur dicampur susu cair) atau bisa juga menggunakan susu evaporated. Beri saus tomat, keju mozarella parut, irisan daun bawang dan oregano kering bubuk.
10. Panggang dalam oven panas 190-200'C selama 15-20 menit hingga matang dan permukaannya kecoklatan. Panas-panas poles permukaannya dengan butter.
Selamat mencoba ^___^
Langganan:
Postingan (Atom)















































