http://ricke-ordinarykitchen.blogspot.co.id/
Tampilkan postingan dengan label Donut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Donut. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 April 2018
DONAT LABU KUNING
Lagi-lagi postingan telat. Donat labu kuning ini saya buat sekitar 2 minggu yang lalu, sebelum liburan Chuseok di Korea. Di kulkas masih ada setengah bagian hobak (bahasa Korea untuk labu) dan sudah menganggur cukup lama, daripada keburu rusak akhirnya dieksekusi menjadi donat. Labu kuning yang saya pakai adalah jenis labu kuning kecil yang kulit luarnya berwarna hijau tua (seperti labu kabocha Jepang). Teksturnya lembek bila sudah dikukus. Ada juga labu kuning yang ukuran besar, yang kulit luarnya berwarna orange kusam atau orange cerah, labu jenis ini lebih legit bila dikukus dan tidak lembek.
Labu kuning langsung saya potong menjadi beberapa bagian, kemudian dikukus sampai semua bagian empuk. Kemudian dikeruk dengan sendok dagingnya dan dihaluskan. Sewaktu saya timbang, berat daging labunya tanpa kulit dapat kurang lebih 150 gram setelah dikukus. Oke, cukup lah untuk basis terigu sekitar 250 gram pikir saya. Langsung siapkan bahan-bahan yang lain. Tapi setelah saya uleni, saya merasa adonan terlalu lengket padahal penggunaan air sudah sedikit, mungkin karena penggunaan labu kuning yang bertekstur lembek ini. Akhirnya saya siapkan lagi terigu 50 gram, lalu saya tambahkan dulu setengahnya dan diuleni lagi, lumayan berkurang lengketnya. Kemudian saya masukkan lagi sisanya yang 25 gram tadi dan diuleni kembali dan adonan sudah pas 'feel'-nya ketika disentuh tangan. Jadi saya totalkan penggunaan terigu adalah 300 gram untuk 150 gram labu kuning kukus yang saya pakai.
Membuat donat ini tanpa cetakan, karena malas menggilas-gilas dan juga tidak punya cetakan donat. Jika mau bisa saja dicetak dengan mulut gelas, lalu tengahnya dilubangi pakai mulut botol air mineral. Tapi lagi-lagi saya malas, jadi adonan langsung saya bagi saja, ditimbang masing-masing sekitar 30 gram atau jika mau agak besar bisa ditimbang 40-50 gram (tapi makan satu juga jadi kenyang banget kalau besar, hehee...). Lalu saat mau digoreng dilubangi dengan menggunakan sumpit kayu, saat adonan digoreng lubang diputar-putar dengan sumpit kayu hingga terbentuk lubang bulat di tengah. Donatnya montok dan empuuukkk... Sudah 2-3 hari pun masih empuk asal disimpan di wadah kedap udara. Bisa dihangatkan kembali sebentar di microwave atau oven yang sudah dipanaskan.
Berhubung kemarin saat bikin langsung timbang-timbang, saya tidak mencatat berapa takaran bahan-bahan yang saya pakai waktu membuatnya. Setelah beberapa hari karena khawatir lupa kemudian saya catat di notepad HP saya. Qadarullah, HP saya mati karena masuk ke dalam mesin cuci tanpa disadari dan baru ketahuan saat mesin sudah selesai mencuci, saat mengeluarkan cucian dari mesin HP saya sedang duduk manis di dalam mesin cuci sudah bersih dan wangi, hikssss... Sempat sedih sekali, tapi ya memang sudah takdir HP-nya harus begitu kali ya. Maaf jadi curcol deh... :') . Sekilas info saja, abaikan bila tak penting, heheee...
Okay, kembali lagi ke masalah perdonatan, akhirnya saya berusaha mengingat kembali takaran-takaran resepnya dan kemudian saya catat di buku catatan agar nanti bisa saya praktekkan kembali. Sekarang saya tulis di blog mumpung lagi ada waktu dan semangat. Tapi kalau sekarang sih sudah hafal resepnya insya Allah, hihiii... Catatan saja, bahwa jenis labu kuning yang kita pakai mungkin akan berbeda-beda teksturnya. Jadi mungkin bisa dilakukan penyesuaian takaran terutama untuk jumlah cairan dan jumlah telur yang dipakai ya... Saya menggunakan labu kuning kecil yang berkulit hijau tua (seperti labu kabocha Jepang) yang teksturnya lembek setelah dikukus.
Here's the recipe...
PUMPKIN DONUTS (DONAT LABU KUNING)
by Ricke Indriani
Bahan:
150 gram labu kuning kukus (berat setelah dikukus tanpa kulit), haluskan
200 gram terigu protein tinggi/bread flour
100 gram terigu protein sedang/all purpose flour
20 gram susu bubuk
6 gram ragi instant
30 gram gula pasir
1/2 sdt vanilla
2 kuning telur
50 ml susu cair dingin, sesuaikan dengan keadaan tepung (bisa lebih sedikit atau lebih banyak)
30 gram butter/margarine
1/2 sdt garam
Minyak goreng untuk menggoreng donat
Gula halus untuk taburan donat atau topping sesuai selera
Cara membuat:
1. Campurkan terigu, susu bubuk, ragi instant, dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan kuning telur, labu kuning dan vanilla, campurkan aduk merata. Masukkan susu cair dingin sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis (tidak lengket dan tidak lembek). Hentikan penambahan susu cair jika adonan dirasa sudah kalis.
2. Masukkan butter/margarine dan garam, uleni kembali hingga tercampur rata. Pindahkan adonan ke talenan kayu atau alas kerja yang ditaburi sedikit terigu. Uleni adonan hingga kalis dan elastis, permukaan adonan mulus dan licin. Bulatkan adonan, masukkan ke wadah/baskom. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan 20-30 menit.
3. Kempiskan adonan, uleni kembali sebentar agar licin kembali. Timbang adonan masing-masing 30 gram (atau sesuai selera beratnya). Bulatkan kemudian pipihkan masing-masing adonan, letakkan di loyang yang ditabur terigu tipis. Lakukan hingga adonan habis. Tutup dengan plastik wrap agar adonan tidak kering. Diamkan 15-20 menit.
4. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, kemudian kecilkan api. Lubangi bagian tengah donat menggunakan sumpit, lalu goreng sambil diputar-putar tengahnya menggunakan sumpit hingga terbentuk lubang bulat. Goreng hingga satu sisi kuning kecoklatan, lalu balik dan goreng kembali hingga sisi satunya kuning kecoklatan juga. Cukup dibalik satu kali saja.
5. Angkat dan tiriskan. Nikmati dengan taburan gula halus atau beri topping sesuai selera.
Note: Kondisi tepung dan jenis labu kuning yang dipakai bisa berbeda-beda kadar airnya, jadi sesuaikan jumlah susu cair yang ditambahkan ke dalam adonan. Tuang sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis. Hentikan penambahan susu cair bila dirasa adonan sudah kalis/tidak lengket.
Saya sekeluarga lebih suka menikmatinya dengan taburan gula halus saja, atau malah dimakan plain begitu saja. Karena donat ini empuk tapi mengenyangkan. Tapi jika ingin menambahkan aneka topping seperti coklat, keju, dan sebagainya silahkan sesuai selera ya. Terkadang Nadhifa juga suka ingin donatnya diberi topping keju atau meisses coklat :)
Selamat mencoba ya. Salam donat ;)
Kamis, 22 Maret 2018
Donat Gula
Assalamu'alaikum.
New blogpost again, yeay! Alhamdulillah, ada mood dan kesempatan buat update blog lagi, hihihii... Ngomongin soal donat, kalau throwback ke kenangan masa kecil dulu, makan donat ya pakai balutan gula halus. Donatnya dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi gula halus/gula tepung dan lalu dikocok beberapa kali dan voila donat balut gula halus pun siap dinikmati. Nah kadang ada juga anak yang gula halusnya saja dijilatin sampai bersih, tapi donatnya nggak dimakan atau cuma digigit sedikit. Siapa yang mengalami kenangan yang sama? ^_^
Jaman saya kecil dulu, ada seorang pedagang kue yang masih bisa dibilang tetangga. Beliau seorang bapak yang berjualan kue keliling dan kuenya semua dibikin sendiri. Aneka kue yang dijual seperti onde-onde, kue ku/kue thok, dadar gulung dan juga donat gula halus. Semua kuenya enak dan karena masih tetangga jadi cukup tahu kalau tempat produksinya bersih. Donatnya enak deh, empuk dan montok, lumayan bikin kenyang, hihihiii. Suka pokoknya. Sampai saat ini, saya kalau bikin donat memang paling sering dinikmati hanya dengan gula halus saja. Praktis (euh, atau males yak). Tapi sesekali suka juga pakai topping yang lain seperti keju cheddar parut, cokelat meisses, atau dicelup coklat cair.
Donat jadoel ini adonannya tidak memakai kentang dan saya menggorengnya hanya dengan minyak goreng biasa (bukan minyak padat) tapi menggunakan minyak goreng baru ya, jangan minyak jelantah apalagi minyak bekas menggoreng ikan asin :D . Adonan diuleni sampai kalis (tidak lengket) dan mulus permukaannya. Adonan jangan terlalu lembek tapi jangan juga terlalu padat/kering, jadi pakai perasaan ya saat menambahkan airnya sampai adonan dirasa pas. Setelah adonan dicetak, adonan jangan didiamkan terlalu lama sampai over proofing atau terlalu mengembang besar. Adonan yang over proofing atau kelewat mengembang jika digoreng akan menyerap banyak minyak dan juga biasanya setelah diangkat dari penggorengan donat akan mudah kempes tidak menul-menul lagi. Selain itu adonan juga menjadi lebih susah untuk dipindahkan ke penggorengan.
Menggoreng donat harus dengan api yang pas dan juga panas minyak yang pas. Panaskan minyak dengan api sedang, ketika sudah cukup panas (jangan terlalu panas) lalu kecilkan apinya. Minyak yang terlalu panas akan membuat adonan cepat menjadi coklat permukaannya tapi bagian dalamnya belum matang sempurna. Minyak yang terlalu panas juga menyebabkan donat tidak ada kesempatan mengembang dengan baik saat digoreng. Agar donat bisa mempunyai 'cincin putih' selain adonan mengembangnya harus pas, juga minyaknya pas panasnya. Cincin putih terbentuk karena donat mengambang di permukaan minyak saat digoreng, lalu perlahan mengembang. Jadi ada 'gap' antara dua permukaan donat yang mencoklat karena bersentuhan dengan minyak saat digoreng.
DONAT JADUL/DONAT BALUT GULA
Bahan:
500 gram terigu protein tinggi
50 gram susu bubuk
50 gram gula pasir
11 gram ragi instant
1 sdt vanilla
4 kuning telur
200 ml air (bisa dikurangi atau ditambah sesuai kondisi adonan)
1/2 sdt garam
80 gram butter (atau margarine)
Minyak goreng untuk menggoreng
Gula halus/gula tepung untuk coating
Cara membuat:
1. Campur dalam wadah/bowl bahan kering (terigu, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant). Campur dan aduk rata.
2. Masukkan kuning telur dan vanilla. Campur dan aduk rata sambil dituangi air (perhatikan konsistensi adonan saat menambahkan air). Uleni hingga semua menjadi satu, tercampur rata dan setengah kalis.
3. Masukkan garam dan butter (atau margarine). Campur rata dan uleni lagi hingga adonan mulus, licin dan lentur (elastis). Bila menguleni manual, setelah adonan kalis (tidak lengket lagi di wadah), pindahkan ke meja kerja yang ditaburi terigu tipis dan uleni hingga mulus, licin dan lentur (elastis).
4. Taruh adonan dalam wadah yang dilolesi minyak, tutup wadah dan diamkan 30 menit.
5. Kempeskan adonan, uleni lagi sebentar hingga adonan lentur kembali. Adonan siap dicetak. Saya timbang adonan masing-masing 40-45 gram, bulatkan (rounding), letakkan dalam loyang/nampan bertabur terigu tipis dan diamkan sebentar sampai terlihat adonan menjadi lebih montok (kira-kira 10 menit). Lalu pipihkan sedikit. Lubangi adonan (bisa pakai tutup botol, lubang spuit besar atau cookies cutter bulat). Diamkan lagi sebentar.
6. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, bila sudah cukup panas (jangan terlalu panas) lalu kecilkan api. Goreng donat, biarkan mengembang dan kecoklatan di satu bagian sisinya (jangan dibolak balik). Setelah satu sisi kecoklatan, lalu balik dan lanjutkan menggoreng hingga sisi yang satunya lagi kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
7. Balut donat dengan gula halus/gula tepung. Sajikan.
(Adonan sudah dicetak dan siap digoreng)
(Proses menggoreng donat, biarkan hingga satu sisinya kecoklatan)
(Balik donat dan lanjutkan menggoreng sampai sisi satunya lagi kecoklatan)
(Setelah minyak cukup panas, apinya saya kecilkan seperti ini)
(Alhamdulillah, donatnya sudah matang)
Note:
- Bila menguleni manual dengan tangan, setelah adonan kalis (tidak menempel lagi di wadah/bowl) lalu pindahkan adonan ke meja kerja atau meja dapur bersih yang ditaburi terigu tipis dan uleni adonan hingga mulus, licin dan lentur elastis.
- Bila menggunakan standing mixer, gunakan dough hook dan campur bahan kering terlebih dahulu lalu masukkan bahan basah dan uleni hingga kalis, licin, mulus dan lentur elastis.
- Bila menggunakan mesin bread maker, ikuti petunjuk mesin (bahan basah dahulu lalu bahan kering) dan pilih menu dough.
- Selagi mencetak, minyak goreng bisa mulai dipanaskan. Setelah cukup panasnya, kecilkan api. Minyak jangan terlalu panas dan jangan juga kurang panas.
- Jangan mendiamkan adonan yang telah dicetak terlalu lama hingga over proofing dan kelewat mengembang karena donat akan lebih sulit dipindahkan ke penggorengan, biasanya akan lebih banyak menyerap minyak saat digoreng dan mudah kempes/keriput kembali setelah diangkat. Jika adonan sudah terlihat montok dan mengembang bisa langsung digoreng.
- Saat menggoreng donat cukup satu kali dibalik. Biarkan satu sisi kecoklatan dan donatnya terlihat mengembang di penggorengan agar 'cincin puti'-nya terbentuk, lalu balik dan lanjutkan menggoreng hingga sisi satunya lagi kecoklatan.
(Yang ini versi pakai balutan cinnamon sugar, enak!)
Minggu, 04 Februari 2018
CPOTTATO CDONUTS/DONNAT CKEENTANG
Stok foto Donat Kentang dgn cinnamon sugar coating untuk tema 'Olahan Kentang' hari ini.
POTAATO DONNUTS/DONAT KEENTANG
Source: NCC by Fatmah Bahalwan
Bahan:
500 gram terigu protein tinggi
50 gram susu bubuk
100 gram gula pasir halus
11 gram ragi instant
200 gram kentang kukus, haluskan
4 kuning telur
100 ml air dingin (tambahkan sesuai kondisi adonan)
1/2 sdt garam
75 gram butter/margarin
Cara membuat:
1. Campur rata bahan kering (terigu, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant) dalam wadah.
2. Masukkan kentang kukus halus dan kuning telur. Mulai uleni sambil dituang air sedikit demi sedikit. Uleni hingga setengah kalis.
3. Masukkan garam dan butter/margarin. Uleni kembali hingga adonan kalis elastis. Bila perlu pindahkan adonan ke permukaan meja/alas kerja yg ditaburi terigu tipis lalu lanjutkan menguleni sampai adonan mulus elastis.
4. Bulatkan adonan. Letakkan adonan dlm wadah yg dioles tipis dgn minyak goreng. Tutup dgn plastik cling wrap/serbet lembab. Diamkan hingga mengembang 2x volumenya. Jangan over proofing.
5. Kempeskan adonan. Uleni lagi sebentar agar kembali elastis. Adonan siap dibentuk/dicetak. Saya hanya timbang @ 40-50 gram, bulatkan mulus dan pipihkan sedikit. Tata di loyang yg dialasi kertas roti dan ditabur terigu tipis. Diamkan hingga terlihat lebih montok sekitar 20 menit. Lubangi tengahnya dgn jari dan langsung goreng.
6. Goreng dalam minyak yg sudah dipanaskan dgn api kecil hingga matang dan kecoklatan. Balik sekali saja.
Langganan:
Postingan (Atom)


















