http://ricke-ordinarykitchen.blogspot.co.id/
Senin, 09 April 2018
CRoti CBurger
Alhamdulillah, akhirnya semangat untuk menulis perlahan muncul kembali, setelah sempat vakum menulis di blog karena berbagai alasan. Semoga semangatnya gak menghilang lagi ke depannya, walaupun wajar ya sesuatu itu terkadang timbul dan tenggelam (mencari pembenaran, hihihii...).
Okay, ini adalah burger ikan yang saya buat beberapa hari yang lalu. Baik burger bun (roti burger) dan patty-nya semua saya buat sendiri alias homemade. Bikinnya tanpa rencana, setelah Dhifa berangkat sekolah kok tiba-tiba kepikiran Nadhifa yang sudah beberapa kali minta dibikinkan burger, bukan minta dibelikan ya. Alhamdulillah Nadhifa sudah mengerti bahwa di Korea ini kita tidak bisa sembarangan beli makanan di luar, termasuk burger ini. Jadi saat melihat gambar burger di restoran fast food dia malah minta dibikinkan sama Bundanya, bukan minta beli. Tapi ya begitulah, Bundanya yang kadang belum semangat membuatnya, malah lebih ingin bikin kue yang lain saja, hehee... Maafkan Bunda ya sayang ^_^
Nadhifa memang suka makan burger walaupun tetap gak sering makan burger, dalam setahun mungkin bisa dhitung jari saja karena juga di Indonesia jarang sekali mampir ke restoran fast food kecuali kepepet jika sedang diluar rumah.
Setelah lihat isi kulkas, di freezer hanya ada ikan tenggiri, ikan salmon dan udang. Itupun jumlah masing-masing cuma sedikit karena sudah terpakai sebelumnya. Sedang tidak punya daging sapi maupun ayam, tadinya mau bikin burger tempe atau tahu tapi ternyata sedang tidak ada juga. Ketauan deh belum belanja :D . Ya sudah akhirnya tetap dieksekusi juga pakai bahan-bahan yang ada, digabungkan semuanya. Jadi deh fish patty dan enak lho, hehee... Mumpung lagi sudah ada niat dan semangat untuk memenuhi permintaan anak, jadi jangan ditunda-tunda langsung eksekusi ;)
Saya memakai wijen sangrai untuk taburan, karena hanya punya itu (di Korea banyak dijual wijen siap pakai yang sudah disangrai, biasanya untuk dicampurkan atau taburan masakan). Jadi warnanya agak kecoklatan hasil setelah roti dipanggang, lebih bagus pakai wijen mentah jadi warna wijennya putih kekuningan setelah roti matang, lebih cantik. Seladanya saya memakai selada bokor karena teksturnya lebih renyah, tapi jika mau menggunakan selada keriting juga oke saja, yang penting enak ya :)
Okay, here's the recipe...
BURGER BUNS (ROTI BURGER)
by Ricke Indriani
200 gram terigu protein tinggi
50 gram terigu protein sedang
25 gram gula pasir
6 gram ragi instant
2 kuning telur
125-150 ml air es/susu cair dingin (sesuaikan jumlah air dengan kondisi tepung)
1/2 sdt garam
30 gram butter/margarin
Olesan:
1 putih telur (dari sisa adonan), kocok lepas
1 sdm susu cair
Aduk rata
Wijen untuk taburan
Cara membuat buns/roti:
1. Campur terigu, gula pasir dan ragi instant. Aduk rata.
2. Masukkan kuning telur dan air/susu cair bertahap sedikit demi sedikit sambil diuleni. Hentikan penambahan air jika dirasa adonan sudah cukup (tidak kering dan tidak juga lembek). Uleni hingga kalis.
3. Masukkan garam dan butter/margarin. Uleni kembali hingga tercampur rata. Pindahkan ke alas kerja/meja bersih yang sudah ditaburi sedikit terigu. Uleni adonan hingga kalis elastis dan adonan sudah licin/mulus.
4. Bulatkan adonan. tempatkan dalam wadah dan tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan hingga volumenya mengembang 2x lipatnya (45-60 menit) tergantung kondisi ruangan.
5. Kempeskan adonan, uleni kembali sebentar hingga licin kembali. Bagi menjadi 8 bagian yang sama beratnya. Saya membuat roti burgernya tidak terlalu besar ukurannya, karena biar pas untuk sekali makan Nadhifa dan buat porsi saya juga pas, hehee... Jika mau lebih besar bisa dibagi menjadi 6 bagian.
6. Bulatkan masing-masing adonan, kemudian pipihkan. Tata di loyang yang sudah dioles mentega. Diamkan kembali hingga mengembang (30-45 menit). Poles dengan bahan polesan, taburi wijen.
7. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan dengan suhu 190-200'C selama 15 menit hingga matang kecoklatan permukaannya. Angkat dan dinginkan.
FRIED FISH PATTY
by Ricke Indriani
200 gram filet ikan tenggiri/kakap/salmon (kemarin saya pakai tenggiri dan salmon)
100 gram udang kupas
1 siung bawang putih, haluskan
3/4 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
1 butir telur
2 sdm tepung roti/panir halus
1/2 sdm tepung sagu/tapioka
1 batang daun bawang, iris halus
Pelapis:
Tepung maizena
1 buah putih telur, kocok lepas
Tepung roti/panir kasar
Minyak untuk menggoreng deep fry.
Cara membuat:
1. Haluskan ikan dan udang. Masukkan bawang putih, garam, merica bubuk, gula pasir dan telur. Aduk rata.
2. Masukkan tepung roti/panir dan tepungs sagu/tapioka, aduk rata. Masukkan daun bawang, aduk rata.
3. Bagi menjadi 8 bagian (atau sesuai jumlah rotinya). Bentuk bulat dan pipihkan sesuai diameter roti.
4. Gulingkan ke tepung maizena. Celup ke putih telur. Balut dengan tepung panir. Lakukan sampai semua adonan habis.
5. Masukkan ke freezer 30 menit agar panir lebih merekat dengan baik.
6. Goreng dalam minyak panas dengan api kecil sedang agar matang sempurna. Angkat dan tiriskan.
Pelengkap:
Mayonaise
Saus tomat dan saus sambal
Selada/lettuce
Timun
Tomat
Keju lembaran (saya tidak pakai)
Penyelesaian:
Belah dua roti, bisa langsung diberi isi. Atau setelah dibelah dua dipanggang dulu sebentar sisi bagian dalam roti di atas wajan datar yang diberi sedikit butter sampai kecoklatan dan agak crispy.
Tata bahan isi.
Alhamdulillah, Nadhifa senang sekali saat pulang sekolah (dijemput Abinya) sampai rumah lihat roti burger. Langsung setelah cuci tangan minta dibikinkan (diberi isi). Saat itu juga langsung duduk dan menikmati burgernya sampai habis. Enak katanya ^_^
Abi juga bawa ke lab kampus dan berbagi dengan temannya. Mereka sampai tidak percaya kalau dari roti sampai patty-nya semua homemade. Enak banget kata mereka. Terbayar deh capeknya nguprek di dapur :)
Selamat mencoba ya ^_^
CBRUDEL CCAKE CPISANG CCOKLAT

Resepnya dimodifikasi sedikit, ditambah pisang ambon yg dihancurkan (2 buah, skitar 150-200 gram), setengah jumlah susu diganti dengan coklat bubuk, dan air hangat diganti susu cair hangat, plus ditambahkan kismis ke dalam adonannya :)
Cara pembuatan sama persis, pisangnya dimasukkan setelah susu cair dan telur. Margarin/mentega tetap dimasukkan terakhir, kemudian tambahkan kismis/chocolate chips. Setelah matang bisa diberi dusting gula halus di atasnya.

Ini dia resepnya:
Bahan:
275 gram terigu protein sedang
100 gram gula pasir halus (gula kastor), klo ga ada pakai gula pasir yang diblender agar hasil cake lebih bagus dan halus
2 buah pisang ambon matang (sekitar 150-200 gram), hancurkan dengan garpu
25 gram susu bubuk
25 gram coklat bubuk
1/2 bungkus ragi instan (1 bungkus isi 11 gram)
3 butir telur, kocok lepas
100 ml susu cair hangat
75 gram margarin/mentega (tidak usah dilelehkan ya)
100 gram kismis
Cara membuat:
1. Campur bahan kering: terigu, gula pasir halus, susu bubuk dan ragi instan. Aduk rata dan ayak pada sebuah wadah agak besar.
2. Masukkan telur, aduk rata.
3. Masukkan susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata dan halus.
4. Masukkan pisang yang dihaluskan, aduk rata.
5. Masukkan margarin/mentega. Aduk rata hingga adonan menjadi lembut.
6. Tuang di loyang tulban yang telah dioles margarin. Ratakan permukaannya. Diamkan 30-45 menit sampai naik dan mengembang (tergantung cuaca dan kelembaban di tempat masing-masing ya).
7. Oven 30-45 menit dengan suhu 180'C sampai matang (tes tusuk sudah tidak lengket).
8. Panas-panas oles permukaan cake dengan margarin/mentega.
*Note:
- Tinggi adonan ketika dituang maksimal skitar 1/2 tinggi loyang, setelah didiamkan akan naik dan mengembang hampir 2x lipatnya. Dan setelah dioven akan tambah naik.
- Keluarkan dengan cara dibalik.
- Agar cake tidak cepat kering setelah dingin simpan dalam wadah kedap udara (bisa dipotong-potong dahulu)
Minggu, 08 April 2018
CKUE CTALAM CLABU CKUNING
Kue talam ini bermacam-macam. Biasanya terdiri minimal 2 lapis atau ada juga yang tiga lapis. Lapisan atas umumnya berwarna putih dengan rasa gurih santan atau ada juga yang berwarna coklat karena memakai gula merah. Di Indonesia lebih terkenal yang dibuat di cetakan mangkuk kecil-kecil ini (cetakan cucing), sedangkan di Malaysia kue talamnya dibuat di loyang dan dipotong-potong sebelum disajikan. Yang ini jenis talam manis, ada juga talam gurih seperti talam ebi.
Kue talam manis ada yang menggunakan umbi-umbian (ubi, talas, kentang, labu kuning, singkong, dsb) dan ada juga yang tanpa umbi. Bila membuat talam yang tanpa umbi biasanya saya menggunakan campuran tepung beras dan tepung sagu. Tepung beras untuk membuat kue menjadi lembut dan tepung sagu untuk efek agak kenyal.
Tapi untuk kue talam yang menggunakan umbi saya hanya menggunakan tepung sagu atau tapioka saja, karena umbi yang ditambahkan ke adonan sudah membuat kue menjadi lembut. Kemarin saat membuat saya sedang tidak punya tapioka, jadi saya subtitusi dengan tepung pati kentang/aci kentang (potato starch powder). Hasilnya hampir sama, hanya saja menurut saya lebih pas kenyalnya jika pakai tepung sagu/tapioka.
Kue talam ini biasanya menjadi salah satu jenis kue yang suka dipesan untuk isi snackbox. Di Indonesia biasanya jika membuat yang memakai umbi, saya pakai ubi kuning. Ini resep yang saya pakai ya... Saya kemarin hanya bikin setengah resep di bawah ini ya, karena yang makan cuma bertiga saja :)
Kue Talam Labu Kuning
by Ricke Indriani
Lapisan Kuning (Bawah):
500 gram labu kuning, dikukus
300 ml santan sedang, matang (lebihkan sedikit saat membuat santan mentah, setelah matang ditakar menjadi 300 ml)
1/2 sdt garam
150 gram tepung sagu/tapioka
175 gram gula pasir (silahkan ditambah jika suka lebih manis)
1/2 sdt vanili bubuk
Lapisan Putih (Atas):
400 ml santan kental matang
1/2 sdt garam
60 gram tepung beras
40 gram tepung sagu/tapioka
2 sdm gula pasir
1/4 sdt vanili bubuk
Cara membuat:
1. Panaskan dandang kukusan/klakat. Jika memakai dandang biasa, lapisi tutupnya dengan serbet bersih.
2. Lapisan bawah (kuning): Blender labu kuning dan setengah bagian santan sampai benar-benar halus. Tuang ke dalam wadah/baskom. Masukkan tepung sagu/tapioka, garam, gula pasir dan vanili bubuk. Aduk rata dengan hand whisk. Masukkan sisa santan sambil diaduk rata hingga adonan licin. Tuang ke dalam cetakan yang sudah diolesi sedikit minyak goreng. Isi sampai 2/3 tinggi cetakan. Kukus 10 menit.
2. Lapisan atas (putih): Campur dan aduk rata semua bahan. Tuang ke atas lapisan bawah (kuning) tadi. Kukus kembali 10 menit atau hingga lapisan atas 'set' (memadat). Angkat. Biarkan sampai agak hangat dalam cetakan lalu keluarkan.
Note: Kadar air dalam labu kuning yang digunakan bisa berbeda-beda. Kebetulan saya menggunakan labu kuning yang kadar airnya sudah cukup banyak dan lembek setelah dikukus (labu kuning yang kecil, kulit luarnya hijau). Tapi ada juga jenis labu kuning yang kadar airnya lebih sedikit dan setelah dikukus bertekstur legit. Jumlah santan pada lapisan kuning bisa disesuaikan, adonan akhir cukup kentalnya, tidak terlalu encer dan juga tidak terlalu berat.
Selamat mencoba :)
CUDANG CGORENG CMENTEGA

Salah satu menu favorit keluarga. Simple, bumbu minimalis dan yang pasti uenakkkk... ;)
Walaupun namanya udang goreng mentega, tapi aku masaknya pake margarin, hehee... Orang dulu kan suka menyamakan mentega dengan margarin, hihihiii...
Bagi penggemar seafood tentu udang goreng mentega ini sudah tidak asing lagi. Karena hampir ada dalam menu restaurant seafood. Harganya juga lumayan, hehee... Bikin sendiri yuukkk, gampang banget dan simple. Tentu lebih murah dibanding beli di restaurant atau gerai seafood ^_^
Sebenarnya sudah beberapa kali posting udang goreng mentega di blog. Tapi aku tulis lagi deh resepnya disini. There you go...
Bahan:
250 gram udang ukuran agak besar, cuci bersih, kerat punggungnya dan buang kotorannya.
1/2 buah jeruk nipis
1/4 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
Minyak untuk menggoreng udang
2 siung bawang putih, haluskan
1/2 buah bawang bombay (optional aja, ga pake juga ga apa-apa), iris tipis
3 sdm margarin
1 sdm saus tiram
1 sdm kecap inggris
1 sdm kecap manis
1/4 sdt kaldu bubuk
Cara membuat:
1. Lumuri udang dengan air jeruk nipis, beri garam dan merica bubuk. Aduk rata. Diamkan 15 menit agar bumbu meresap.
2. Panaskan minyak goreng. Goreng udang sampai matang dan berubah warna. Angkat. Tiriskan.
3. Panaskan margarin. Tumis bawang putih sampai harum, masukkan bawang bombay. Aduk sebentar. Masukkan udang. Tambahkan saus tiram, kecap inggris, kecap manis dan kaldu bubuk. Aduk rata sampai udang terbalur bumbu. Angkat. Sajikan panas.
Sabtu, 07 April 2018
CCILOK (CACI CDICOLOK)
Teman-teman di Korea banyak yang lagi pada terkena virus cilok, gara-gara beberapa waktu yang lalu saya upload foto cilok fresh from the steamer di Facebook, hihihiii... Waktu ada Muslimah Taklim Seoul bulanan yang bulan September ini diadakan di Anseong, saya pun menyuguhkan cilok ini sebagai salah satu hidangan untuk menjamu teman-teman yang datang ke Taklim, hehehe...
Cilok yang dibikin 3 minggu yang lalu sekitar minggu pertama September, tapi baru mejeng sekarang. Tiba-tiba saja pengen makan cilok. Bahan-bahan ada semua jadi langsung eksekusi.
Kata Abinya Nadhifa ini namanya K-Lok alias Korean Cilok, karena isinya pake odeng (korean fish cake) :D
Cilok bisa plain saja tanpa isi, atau mau diisi sesuai selera, bisa daging ayam cincang, lemak/gajih, telur rebus yang dipotong-potong, abon, tempe, omcom, suka-suka lah ya.
Bagi mungkin yang belum tau, cilok ini salah satu jajanan tradisional dari Jawa Barat yang terbuat dari aci (kanji/tapioka). Mengingatkan kita akan masa kecil karena suka sekali beli cilok ini. Yah masih saudara sama cireng dan cimol, hihiii... Biar gak dibilang cuma makan aci, jadi cilok ini bisa diberi isian juga sesuka hati ^^
Resep dulu banget sudah pernah saya posting di blog. Yang mau bikin silahkan ini resepnya ya...
CILOK
by Ricke Indriani
Bahan:
200 gram tepung sagu tani atau tapioka
200 gram terigu protein sedang
2 siung bawang putih, haluskan
1 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk (optional)
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
400 ml air (bila ingin lebih gurih bisa pakai air kaldu ayam)
2 batang daun bawang, iris halus
Isi sesuai selera, atau tanpa isi
Air di panci untuk merebus cilok
Cara membuat:
1. Campurkan tepung sagu tani/tapioka dan terigu. Tambahkan daun bawang. Aduk rata dan sisihkan.
2. Campurkan air, bawang putih halus, garam, kaldu bubuk, merica bubuk dan gula pasir. Masak hingga mendidih.
3. Panas-panas tuangkan air rebusan tadi bertahap ke dalam campuran tepung, sambil diaduk rata menggunakan sendok kayu (jangan pake tangan yaaa, ntar kepanasan, hihihiii...). Bila dirasa adonan sudah kalis dan bisa dipulung dan air masih bersisa, hentikan penambahan air.
4. Biarkan sampai agak hangat. Ambil sedikit adonan, beri isi dan bulatkan sebesar bakso. Lakukan hingga adonan habis.
5. Didihkan air yang banyak dalam panci, rebus cilok hingga mengambang dan biarkan sekitar 10-15 menit mengambang. Angkat. Kemudian kukus cilok hingga empuk dan matang.
Bumbu saus kacang:
100 gram kacang tanah, digoreng, dihaluskan
3 siung bawang putih utuh, goreng sebentar
5 buah cabai merah (atau sesuai selera)
2 lembar daun jeruk
Garam, merica bubuk dan gula pasir secukupnya (cicipi saja sesuai selera)
500 ml air
Perasan air jeruk nipis/lemon (bila suka)
Pelengkap: Saus sambal botolan dan kecap manis
Cara membuat:
Campur kacang tanah halus, bawang putih, cabai merah dan air. Blender hingga bumbu halus merata. Tambahkan daun jeruk dan masak di atas api sampai mendidih, mengental dan keluar minyaknya. Beri garam, merica bubuk dan gula pasir. Cicipi. Beri sedikit perasan air jeruk nipis/lemon. Angkat.
Sajikan cilok dengan bumbu saus kacang dan pelengkapnya. Nikmati cilok sambil dicolok :D
Selamat mencoba ^_^
GEHU a.k.a TAHU ISI

Ada yg bilang gehu (tauge tahu), tahu isi, tahu bunting, tahu berontak, dll. Yg pasti isinya sayuran (tauge ga ketinggalan pastinya, heheee...)
Biasanya aku bikin pake tahu pong (tahu coklat yg kopong dalamnya), jadi isi sayurannya bisa banyak dijejalkan ke dalam tahu, hihihiii... Tapi berhubung lagi punya stok tahu putih akhirnya pake tahu putih aja yg digoreng dulu sampe berkulit dan kering luarnya.
Bahan:
Tahu putih, potong-potong bentuk segitiga atau kotak juga boleh (klo pake tahu pong ga usah digoreng lagi)
100 gram tauge, siangi dan cuci bersih
1 buah wortel besar, parut kasar atau potong korek api
1/8 buah kol, iris tipis
1/2 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
1/4 sdt merica bubuk
1 sdm munjung maizena, larutkan dengan sedikit air
100 ml air
Bumbu halus:
2 buah bawang merah
3 buah bawang putih
Bahan pelapis:
150 gram terigu protein rendah (kunci biru)
100 gram tepung beras
1 sdt ketumbar, tumbuk halus
1/2 sdt garam
Air secukupnya, ditambahkan sampai adonan dirasa cukup kekentalannya (jangan terlalu kental)
Cara membuat:
- Isi: Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan semua sayuran. Aduk rata hingga agak layu. Tambahkan garam, gula pasir dan merica bubuk. Aduk rata. Tuangi air dan masak hingga mendidih. Masukkan larutan maizena. Aduk hingga mengental. Angkat. Sisihkan.
- Bahan pelapis: Campur semua bahan. Aduk rata hingga halus. Sisihkan.
- Tahu Isi:
1. Goreng tahu putih sampai berkulit dan bagian luarnya agak kering dan kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Serap minyak yg berlebihan jika perlu. Bila menggunakan tahu pong tidak usah digoreng lagi.
2. Belah tahu sampai dalam tapi jangan sampai ada sisi yg putus. Isi dengan 1 sendok makan sayuran (bahan isi). Celup di bahan pelapis. Goreng dengan minyak banyak yg telah dipanaskan. Goreng hingga kuning kecoklatan. Angkat. Tiriskan. Sajikan hangat.
*Note:
- Agar renyah gunakan terigu protein rendah (kunci biru). Anda bisa juga menggunakan terigu serba guna (segitiga biru), tapi hasilnya akan sedikit berbeda.
- Salah satu kunci dari gorengan yg kerenyahannya cukup bertahan lama adalah penggunaan minyak goreng yg banyak yg cukup untuk merendam bahan yg kita goreng (disebut deep frying).
Langganan:
Postingan (Atom)





















