Jumat, 06 April 2018

BRONKETEM, BOLU GULUNG PANDAN COKLAT KEJU




CHURROS





Late post lagi, hehee... Biarlah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. *ngeles padahal kebiasaan hobby banget late post, hehee... :p
Kali ini posting 'Churros', salah satu snack kesukaan kami sekeluarga yang termasuk mudah dalam membuatnya. Cukup sering membuatnya, kalau sedang tidak ada ide membuat cemilan apa, seringnya bikin gorengan gurih (seperti bakwan, tahu isi, dll), nah yang manisnya bikin Churros atau Olieballen. Di Korea sudah 3x bikin churros ini, pernah juga jadi salah satu suguhan buat tamu, hihiii...

Churros ini adalah pastry goreng yang terbuat dari adonan choux pastry base seperti kue sus/cream puff. Berasal dari Spanyol tetapi juga terkenal di negara seperti Portugis, Meksiko dan Brazil serta negara lainnya. Sering kali disebut 'Spanish Donut' alias donat Spanyol, mungkin karena pembuatannya digoreng seperti donat. Selain disajikan di cafe-cafe, churros ini juga dijual sebagai street food alias jajanan kaki lima. Biasanya churros disajikan dengan chocolate sauce (churros con chocolate) atau dibalut gula pasir halus (atau gula pasir halus yang diberi kayu manis bubuk/cinnamon sugar). Ada juga sekarang yang dalamnya disuntikkan filling, biasanya ukurannya lebih besar. Chocolate sauce dibuat dari fresh cream/dairy whipping cream cair yang dipanaskan kemudian disiramkan ke dark chocolate yang sudah dicincang, lalu biarkan sampai coklat meleleh dan aduk rata sampai licin. Siap dipakai untuk mencelup churros. Kali ini saya hanya menyantapnya dengan taburan cinnamon sugar saja.

Cara pembuatan adonan churros sama dengan cara membuat kue sus/cream puff, hanya saja menurut saya untuk churros diperlukan adonan yang lebih padat, tidak terlalu lembek seperti adonan kue sus/cream puff. Penggunaan telurnya lebih sedikit atau malah ada yang tidak menggunakan telur sama sekali, hanya terigu, air, garam, gula dan butter/vegetable oil. Dulu saya pernah membuat churros mencoba dengan menggunakan adonan kue sus biasa, hasilnya tidak cantik karena adonan jadi lebih mudah mengembang/mekar. Lalu pernah juga menggunakan resep churros yang menggunakan lebih banyak telur, hasilnya juga sedikit kurang cantik (menurut saya lho ya) karena kulit luarnya terdapat banyak bintik-bintik gelembung. Ternyata saya lebih menyukai churros yang tidak terlalu mengembang ketika digoreng, hasilnya renyah diluar tetapi tetap empuk di bagian dalamnya. Karena itu saya mengutak atik komposisi resep sampai akhirnya ketemu yang cocok dengan yang saya inginkan.

Adonan churros memang agak padat, karena itu gunakan spuit bintang/star tip yang ukurannya agak besar seperti model 1M, 4B atau 6B. Atau bisa gunakan spuit apa saja yang penting yang ukurannya cukup besar jadi tidak menyulitkan untuk mencetak adonan keluar dari pipig bag/kantong segitiga. Sebenarnya kalau di gerai-gerai churros untuk mencetak adonan churros biasanya digunakan churros machine yang ada tuas pengepres-nya atau untuk penggunaan rumahan menggunakan alat churros maker semacam cookie gun yang bagian ujungnya berbentuk bintang bergerigi yang juga bagian atasnya ada alat untuk menekan/mendorong adonan churros keluar. Sayangnya sampai sekarang saya belum punya alatnya, hehee... Jadi masih enjoy aja bikin churros pakai piping bag dan spuit ^^





CHURROS
by Ricke Indriani

Bahan:
250 ml air
50 gram butter/margarin
1 sdm gula pasir
1/4 sdt garam
150 gram terigu protein sedang/all purpose flour, ayak
1/4 sdt vanilla
1 butir telur ukuran besar (saya sering pakai 2 butir karena ukuran telur tidak terlalu besar), dikocok lepas
Minyak goreng yang banyak untuk menggoreng churros

Bahan taburan:
4 sdm gula pasir halus (gula kastor)
1/2 sdt kayu manis bubuk

Cara membuat:
1. Masak air, butter/margarin, gula dan garam hingga mendidih dan butter/margarin meleleh. Matikan api. Masukkan terigu yang sudah diayak dan vanilla. Aduk cepat. Nyalakan kembali api kecil, aduk-aduk hingga adonan licin dan kalis (tidak menempel di panci). Angkat. Biarkan sampai agak hangat.
2. Masukkan telur, aduk rata dengan menggunakan sendok kayu. Adonan akhir adalah adonan yang lengket tapi tidak terlalu lembek seperti adonan kue sus. Bila adonan terasa masih agak susah dispuit, tambahkan telurnya (menjadi 2 butir) karena ukuran telur berbeda-beda.
3. Masukkan adonan ke dalam piping bag/kantong segitiga hingga adonan habis. Gunting ujungnya lalu masukkan lagi ke dalam piping bag/kantong segitiga yang sudah diberi spuit bintang ukuran besar.
4. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, spuitkan adonan ke dalam minyak goreng sepanjang 10 cm atau sesuai selera. Goreng sampai kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Atau bisa juga menyemprotkan dulu adonan churros ke atas loyang yang ditabur terigu tipis, lakukan sampai adonan habis. Simpan sebentar di freezer sampai adonan agak mengeras, baru digoreng. Hasilnya lebih cantik. Kali ini saya bikin versi panjang dan bentuk hati.
5. Tunggu sampai agak hangat, baru balut dengan bahan taburan. Sebaiknya jangan saat terlalu panas langsung dibalut karena gulanya akan sedikit meleleh. Atau sajikan dengan chocolate sauce (churros con chocolate)


Beberapa step by step pembuatan churros yang sempat saya foto:

(adonan terigu setelah dimasak, belum diberi telur)



(adonan setelah diberi telur)



(adonan dicetak memanjang)



(adonan dicetak bentuk hati)



(adonan yang mengeras setelah masuk freezer, bisa mudah dimasukkan ke penggorengan)



(churros digoreng hingga kuning kecoklatan)



(done!)


Selamat mencoba dan semoga berhasil ^_^

SOTO AYAM



Jadi teringat ibu saya sering sekali membuat soto ini karena bapak saya suka sekali. Dimakan dengan nasi yang langsung dimasukkan ke dalam mangkuk baru disiram kuah soto. Tapi saya sendiri lebih suka makan nasinya di piring terpisah, bahkan malah tidak pakai nasi sama sekali karena dalam soto ini sudah memakai sohun :)

Saat cuaca sedang hujan begini, wah rasanya cocok dan nikmat sekali menyantap yang panas-panas dan segar, salah satunya soto ini. Bila suka pedas, tinggal ditambahkan sambal cabe rawit. Mantab! ;)
Saya ambil resepnya dari resep soto matraman NCC karena hampir mirip rasanya dengan buatan ibu saya.

Bahan:
1 ekor ayam, potong-potong sesuai kebutuhan
2 liter air
1 sdt garam
Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng ayam

Bumbu halus:
10 buahbawang merah
4 siungbawang putih
3 cmjahe
3 cmkunyit
½ sdtmerica
1 sdtgaram, atau sesuai selera
3 lbrdaun jeruk purut
2 batangsereh, memarkan

Pelengkap:
250 grsohun, siram air panas, tiriskan
250 grtaoge, siram air panas, tiriskan
250 grkol putih, iris tipis.
Tomat, potong dadu/belah-belah
250 grkentang, iris tipis, goreng
Bawang goreng
2 batangdaun bawang, iris halus
2 batangseledri, iris halus
1 buahjeruk nipis, ambil airnya.
Emping melinjo/kerupuk
Kecap secukupnya.

Sambal:
100 gr cabe rawit merah

Cara membuat:
1. Didihkan air dalam panci, beri garam, masukkan ayam, rebus hingga matang. Angkat ayam, goreng sebentar, suwir-suwir.
2. Panaskan sedikit minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan kedalam air kaldu. Didihkan lagi, masukkan daun jeruk dan sereh.
Penyajian:
Dalam mangkuk, taruh sohun, taoge, sedikit kol, tomat, kentang daun bawang dan daun seledri. Tuangi kuah soto panas-panas. Sajikan berdampingan dengan bawang goreng, sambal, kecap, dan perasan jeruk nipis.

Sambal: rebus cabe rawit merah hingga lunak, haluskan. Taruh dalam mangkuk, beri sedikit kaldu.

*Penambahan garam dapat dilakukan sesuai selera, dicicipi dahulu sebelum dihidangkan. Karena jumlah kuah tergantung dari sisa air kaldu yang ada setelah merebus ayam.

Kamis, 05 April 2018

COFFEE BUNS


Postingannya roti lagi. Dan tentunya postingan telat lagi karena saya sekarang sedang off baking, hehee... Ini dibuat beberapa waktu yang lalu. Sedang mood aja membuat roti, biasanya saya agak-agak malas membuat roti. Alasannya terutama karena prosesnya yg memakan waktu cukup lama (menunggu proses proofingnya).

Nadhifa suka sekali sama mexican buns ini, kalau jalan ke mall dan dia melihat salah satu counter roti ini pasti dia merajuk minta beli, hehehe... Suami yang penggemar kue-kue beraroma kopi juga suka dengan roti yang satu ini. Waktu roti ini keluar fresh from the oven, sudah ada customer cilik yang menunggu dengan sumringah, hihihiiii... Bahkan gak sabar melihat bundanya lagi memproses adonannya, lama ya nak nunggunya. Alhamdulillah Nadhifa suka sekali 'Roti Boy wanna be' buatan Bundanya ini ^_^

Roti ini pada dasarnya adalah roti manis yang diberi topping beraroma kopi. Biasanya isiannya adalah melted butter. Tapi bisa disesuaikan dengan selera saja, mau diisi coklat, keju, sarikaya, dsb juga oke saja. Kali ini saya hanya memakai isi melted butter saja. Resep basic rotinya menggunakan resep soft bread NCC yang saya modifikasi sedikit di penggunaan terigunya (saya campur dengan terigu protein sedang) dan juga menambahkan susu bubuk ke dalam resep. Saya hanya membuat 1/2 resep saja, yaitu menggunakan basis 250 gram terigu, karena untuk dimakan sendiri saja. Lumayan hasilnya 11 buah dengan berat masing-masing sekitar 40 gram, atau 9 buah buah jika berat 50 gram.
Toppingnya saya kreasikan sendiri menggunakan air kopi dan pasta coffee moca. Sebenarnya ada essence yang bisa membuat wanginya lebih nendang lagi, dulu sekali saya pernah mencoba memakainya. Tetapi setelah paham bahwa essence mengandung alkohol sebagai pelarutnya (isopropanol/isopropil alkohol), saya tidak pernah memakainya lagi. Halal ingredients come first :)





MEXICANS BUNS (COFFEE BUNS)
by Ricke Indriani
Hasil 9-11 buah

Roti (Soft bread NCC by Fatmah Bahalwan, modified by Ricke):
200 gram terigu protein tinggi (bread flour)
50 gram terigu protein sedang (all purpose flour)
10 gram susu bubuk
1/4 sdt vanilla susu (untuk penambah aroma)
50 gram gula pasir
6 gram ragi instant
1/4 sdt bread improver (optional, skip bila tak ada)
2 kuning telur, kocok lepas
100 ml air es
50 gram mentega (unsalted butter)
1/4 sdt garam

Filling:
Salted butter (mentega asin), dingin. Potong dadu @10 gram

Topping (by Ricke):
50 gram mentega (unsalted butter)
50 gram gula halus
1 butir telur
60 gram terigu protein rendah
15 gram susu bubuk
1 sdt kopi instant hitam, larutkan dengan 1 sdm air panas, dinginkan
1/2 sdt pasta coffee moca

Cara membuat:
1. Campur terigu, susu bubuk, vanilla susu, gula pasir, ragi instant dan bread improver. Aduk rata.
2. Masukkan kuning telur dan air es sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis.
3. Masukkan mentega dan garam. Uleni kembali hingga kalis dan elastis. Adonan mulus, licin dan bila direnggangkan tipis tidak mudah sobek. Bulatkan adonan. Taruh dalam bowl/wadah yg diolesi sedikit minyak. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan sekitar 45-60 menit untuk proses fermentasi (proofing 1) hingga mengembang ukurannya menjadi 2x lipat.
4. Kempeskan adonan. Uleni lagi sebentar. Bagi adonan menjadi 9-11 bagian sama beratnya (40-50 gram). Diamkan lagi 10 menit. Pipihkan adonan, beri isian salted butter (mentega asin). Rapatkan dan bulatkan. Tata dalam loyang yang diolesi mentega tipis. Diamkan 30-40 menit untuk proses fermentasi (prrofing 2) hingga mengembang.
5. Sambil menunggu proses proofing. Buat adonan topping. Kocok mentega dan gula halus hingga benar2 lembut. Masukkan telur, kocok rata. Masukkan terigu dan susu bubuk. Aduk rata. Masukkan air kopi dan pasta coffee moca. Aduk rata. Masukkan ke dalam kantong segitiga/piping bag. Simpan dalam kulkas hingga akan dipakai.
6. Panaskan oven 200'C (oven sudah dalam keadaan panas ketika adonan roti masuk).
7. Setelah proofing 2, semprotkan topping melingkar sampai 3/4 permukaan adonan. Panggang dalam oven 200'C selama 12 menit hingga permukaan topping mengering. Angkat. Sajikan hangat lebih nikmat.
8. Jika ada sisa, simpan roti dalam wadah tertutup (roti sudah dingin). Jika akan dinikmati, bisa dihangatkan kembali dalam oven selama 2-3 menit.


(Adonan setelah mengembang pada proses proofing 1)


(Pemberian topping)


(Siap dipanggang, ready to bake)


(Fresh from the oven)


Note:
- Apabila menguleni manual/menggunakan tangan. Setelah mentega dan garam masuk dan diuleni hingga tercampur rata. Pindahkan adonan ke atas permukaan meja yang ditaburi tipis dengan terigu. Uleni dengan gerakan seperti orang mengucek baju di papan penggilasan. Uleni hingga kalis, mulus dan elastis. Tentu akan memakan waktu lebih lama ketimbang diuleni dengan mixer (tidak bisa pakai mixer rumahan biasa).
- Lamanya waktu proofing tergantung dari suhu ruangan tempat membuat adonan.
- Jika di negara yang sedang mengalami musim dingin, gunakan air biasa saja atau air sedikit hangat, tidak perlu air es.
- Setelah diberi isi, rapatkan dan bulatkan hingga benar-benar rapat agar isian tidak bocor saat dipanggang.

Selamat mencoba. Happy baking! ^_^

Pie Apel



































Mengisi blog lagiiii... ^^ . Nadhifa sedang liburan winter/musim dingin jadi gak sekolah selama 2 minggu ini, Bundanya jadi tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama menulis dan mengetik di depan laptop plus sambil mengerjakan pesanan-pesanan juga di sela-sela aktifitas. Postingan ini pun seperti biasanya, late post alias postingan telat mendekati basi, hihihihhh... :p

Apple pie ini dibikinnya sudah beberapa bulan yang lalu, saat autumn/musim gugur dimana Korea sedang panen raya apel jadi harga apel murah. Yang mini saya buat bulan September dan yang loyang ukuran 18 cm saya buat bulan Oktober. Kalau beli apel sebenarnya suka tidak tahan lama, karena si nenk Nadhifa dan Abinya suka sekali makan apel. Kalau mau dibuat kue ya harus diniatin dan disisihkan dulu biar tidak kehabisan. Untuk apple pie ini sebaiknya gunakan apel yang bertekstur renyah dan rasanya sedikit asam agar lebih segar, misalnya apel malang atau granny smith. Saya menggunakan apel Korea yang mirip dengan apel malang, hanya saja apel malang wanginya lebih semriwing ^^

Apple pie ini sebenarnya banyak versi, ada yang versi American, Dutch (Belanda), French (Perancis), dsb. Bentuknya ada yang mini, dalam loyang besar. Ada juga yang menggunakan kulit puff pastry lalu dibentuk segitiga/halfmoon/persegi (biasa disebut apple turnover). Dutch apple pie biasanya bagian atasnya diberi taburan crumble/streusel, sedangkan French apple pie menggunakan 2 lapisan apel untuk filling dan irisan apel yang ditata untuk topping atas. Yang saya buat kali ini (sepertinya) versi American ya, hmmmm... apapun yang penting enak lah ya, hehee... Kali ini bagian atasnya saya bentuk dengan lattice (anyaman). Biasanya untuk pesanan apple pie mini saya lebih memilih untuk dibentuk 'cross' saja supaya lebih cepat pengerjaannya atau langsung ditutup dengan adonan yang sudah digilas kemudian diberi keratan untuk lubang keluar uap panas dari fillingnya. Dikreasikan saja ya sesuai keinginan, kalau ditutup langsung dengan adonan pastikan dibuat lubang atau keratan agar uap panas dari filling selama dioven bisa keluar.

Dulu saya sudah pernah posting apple pie di blog ini, tapi sudah lama sekali tidak pernah posting update-nya. Teman-teman bisa memakai resep pie crust apa saja tinggal diberi filling apel-nya. Saya menggunakan resep pie crust yang sama dengan crust untuk pie lainnya (seperti susu/egg tart dan fruit pie). Satu resep di bawah ini bisa menghasilkan kurang lebih 2 loyang ukuran 18 cm atau dibuat pie mini dengan jumlah tergantung ukuran cetakan pie mini yang digunakan. Bagi yang mau mencoba membuat sendiri di rumah, here's the recipe :)





































APPLE PIE
by Ricke Indriani

Bahan Pie Crust:
500 gram terigu protein sedang
300 gram margarin/butter, dingin
3 kuning telur
2 sdm gula halus
½ sdt garam
1 sdt vanilla

Bahan isi:
6 buah apel malang/granny smith (sebaiknya pilih apel bertekstur renyah dengan rasa asam manis)
1 sdm air jeruk lemon
100 gram gula pasir
2 sdm gula aren bubuk/gula merah yang diiris halus
¼ sdt garam
2 sdt kayu manis bubuk (peres)
2 sdm maizena
50 gram margarin
50 gram kismis, rendam air panas, tiriskan dan cincang kasar (optional)

Olesan:
2 kuning telur, kocok lepas



(Apel yang saya gunakan, mirip apel malang)

(Mini apple pie sebelum dipanggang)































Cara membuat:
1. Isi: Kupas apel, buang bagian bijinya dan potong-potong dadu kecil kemudian tempatkan dalam wadah. Beri air jeruk lemon, aduk rata. Masukkan gula pasir, gula aren bubuk/gula merah, garam dan kayu manis bubuk. Aduk rata. Simpan dalam lemari es selama 30 menit hingga apel keluar airnya (juicenya).
2. Taburi dengan maizena, aduk rata. Panaskan apel bersama airnya di atas api sambil diaduk-aduk hingga mengental dan apel agak lunak. Matikan api. Panas-panas masukkan margarin dan aduk rata hingga seluruh margarin meleleh. Masukkan kismis. Aduk rata. Dinginkan.
3. Kulit: Campur margarin, kuning telur, gula halus, garam dan vanilla. Aduk rata. Masukkan terigu, aduk kembali menggunakan pisau pastry atau dua buah garpu hingga adonan berbutir-butir (seperti pasir kasar) dan tercampur rata. Satukan dan padatkan adonan kemudian bulatkan agar mudah dipulung. Bungkus dengan plastik wrap dan simpan di kulkas 30 menit hingga 1 jam.
4. Olesi cetakan pie mini dengan margarin tipis-tipis, ambil adonan secukupnya dan cetak dalam cetakan pie sambil ditekan-tekan. Sisakan sedikit adonan untuk membuat anyaman tutup pie. Untuk pie loyang besar, gilas adonan tipis sekitar 0,5 cm lalu letakkan di loyang yang telah diolesi margarin tipis, ratakan dan sisan adonan untuk tutup bagian atas pie.
5. Isi kulit pie dengan bahan isi. Lakukan hingga habis.
6. Gilas tipis sisa adonan kulit pie, potong-potong memanjang sesuai ukuran cetakan. Buat motif anyaman di atas pie. Olesi permukaannya dengan kuning telur. Tata cetakan di loyang datar.
7. Panggang dalam oven dengan suhu 170’C-180'C selama 30-50 menit (tergantung ukuran pie) hingga matang permukaannya kecoklatan dan fillingnya terlihat mendidih.
8. Angkat. Diamkan 15 menit dalam cetakan hingga agak hangat kemudian keluarkan dari cetakan dan dinginkan.


Yang ini versi loyang (ukuran 18 cm)


(Sebelum dipanggang)


(Fresh from the oven)


(Enjoy!)


Selamat mencoba dan semoga berhasil :)

NASTAR ISI COKELAT

































Bismillah... mulai mengisi blog kembali setelah vakum tidak update blog cukup lama ya kayaknya ^^ , selain karena kesibukan lain juga karena anakku Nadhifa sedang liburan pergantian tahun ajaran baru sekolah jadi full ada di rumah. Kalau putriku ini sedang ada di rumah terus terang saya jadi agak kurang leluasa berlama-lama di depan laptop karena Nadhifa merasa dicuekin oleh bundanya, hehehee... Baru duduk sebentar sudah dibilang "Bunda sini temenin Dhifa menggambar aja.", hihihiii...

Nastar isi cokelat ini sebenarnya orderan dari seorang teman disini, beliau pesan 2 macam nastar yaitu nastar original isi selai nanas dan nastar isi cokelat. Sebetulnya saya disini sedang tidak mengerjakan pesanan kue kering, alasannya adalah karena oven saya yang kapasitasnya kecil bikin punggung encok pegel linu kalau mengerjakan kue kering apalagi kalau dalam jumlah banyak, hihihiii... Tapi karena pesanan teman saya ini sudah dari jauh hari dan sempat tertunda juga karena saya kurang fit jadi tetap saya kerjakan, plus pesannya juga tidak terlalu banyak jadi okeee saya kerjakan ;)

Kulit nastarnya sama saja seperti resep kulit nastar original, hanya isiannya diganti cokelat yang berbentuk pasta, bagian permukaannya diberi motif coret dengan dark chocolate leleh. Dulu sekali saya pernah melihat teman saya Mba Nien Ieng posting nastar isi cokelat, sempat ingin mencobanya tapi belum kesampaian juga karena selama ini hanya mengerjakan pesanan nastar original dan nastar keju saja, hehehee... Bahan-bahan isian nastarnya saya lihat dari Mba Nien tapi komposisinya saya pakai takaran sendiri sesuai selera saya. Terima kasih atas inspirasinya ya Mba Nien ^_^

Resep kulit nastar bisa menggunakan resep andalan masing-masing yang mana saja ya, tapi saya sertakan juga pada resep di bawah ini, silahkan jika mau mencobanya dan semoga berhasil.





































NASTAR ISI COKELAT
by Ricke Indriani

Bahan kulit:
250 gram butter+margarin (saya pakai 1:1)
3 butir kuning telur (ukuran besar)
60 gram gula bubuk
1/2 sdt vanilla
25 gram susu bubuk
370 gram terigu protein sedang/all purpose flour (masukkan sesuai kebutuhan adonan)

Bahan olesan:
2 kuning telur dan 1 sdt susu cair (untuk mengencerkan agar lebih merata saat dioles), diaduk rata

Bahan topping:
Dark cooking chocolate, lelehkan. Masukkan ke piping bag/plastik segitiga.

Bahan isi cokelat:
100 gram terigu protein sedang, ayak
20 gram cokelat bubuk
90 gram gula pasir
35 gram butter/margarin
35 gram air matang
75 gram dark cooking chocolate, dicincang

Cara membuat:
Isi:
1. Campur dan ayak terigu dan cokelat bubuk. Sisihkan.
2. Campur gula pasir, butter/margarin dan air. Panaskan dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga mendidih dan gula larut.
3. Masukkan dark cooking chocolate cincang dan aduk-aduk hingga seluruh cokelat meleleh dan tercampur rata. Matikan api.
4. Masukkan campuran terigu dan cokelat bubuk. Aduk rata dengan sendok kayu. Nyalakan kembali api kecil, aduk-aduk hingga membentuk adonan pasta yang licin dan kalis. Angkat. Biarkan hingga agak hangat.
5. Pulung adonan isi dan bentuk bulatan yang disesuaikan dengan besar kecilnya ukuran nastar. Sisihkan.

Kulit:
1. Campur butter+margarin, gula bubuk dan vanilla. Kocok menggunakan kecepatan rendah hingga lembut, tidak perlu sampai mengembang.
2. Masukkan kunig telur, kocok sebentar asal rata. Matikan mixer.
3. Masukkan susu bubuk, aduk rata dengan sendok kayu.
4. Masukkan terigu secara bertahap sambil diaduk rata dengan sendok kayu. Sesuaikan jumlah terigu dengan kondisi adonan. Jika adonan sudah cukup teksturnya dan bisa dipulung (sudah tidak lengket tapi masih lembut dan tidak kering) dan terigu masih bersisa, hentikan penambahan tepung, adonan jangan terlalu kering.
5. Panaskan oven sengan suhu rendah (saya pakai 130-140'C).
6. Pulung adonan secukupnya, beri isi kemudian bulatkan. Tata di loyang (saya tidak mengoles loyang dengan margarin/butter).
7. Panggang dalam oven selama 15-20 menit. Keluarkan dari oven, poles dengan bahan olesan. Panggang kembali 15-20 menit hingga matang dan permukaan kuning keemasan. Angkat dan dinginkan.
8. Beri topping coretan dark chocolate leleh. Biarkan topping mengeras. Simpan nastar dalam wadah kedap udara.



































Tips:
- Kocok butter dan margarin sampai lembut saja, tidak perlu sampai mengembang karena akan membuat nastar menjadi 'ceper, melebar saat dipanggang.
- Penambahan terigu bisa disesuaikan dengan kondisi adonan. Jika adonan sudah cukup teksturnya dan bisa dipulung (sudah tidak lengket bila disentuh jari tapi masih lembut dan tidak kering) dan terigu masih bersisa, hentikan penambahan tepung, adonan jangan terlalu kering.
- Bila suhu ruangan cukup hangat/gerah, ambil adonan secukupnya untuk dibentuk (misal setengahnya) dan sisanya dibungkus plasik wrap simpan dalam lemari es agar butter dalam adonan tidak mencair yang menyebabkan adonan menjadi keras.
- Resep kulit nastar bisa memakai resep andalan masing-masing sesuai selera ya, yang penting isinya cokelat kan namanya juga nastar isi cokelat, hehee...

Selamat mencoba and good luck! ^_^

TAHU ACI KHAS TEGAL


































Tahu aci ini adalah salah satu makanan khas Tegal, Jawa Tengah, masih saudaraan sama cireng deh ya, soalnya sama-sama judulnya aci yang digoreng, bedanya tahu aci pakai tahu. Adonan acinya juga berbeda dengan cireng, kalau cireng adonannya lebih kering dan mudah dibentuk, sedangkan tahu aci adonannya lebih lembek dan mudah disendoki. Selain tahu aci, di Tegal juga ada yang namanya tahu pletok, mirip dengan tahu aci ini tapi teksturnya lebih renyah. Pada tahu pletok, tahu dibelah tipis lalu dibentangkan, kemudian adonan acinya ditempelkan di salah satu sisi permukaan tahunya dan digoreng.

Aslinya tahu aci ini menggunakan tahu kuning ukuran satuan kecil yang dibelah melintang diagonal jadi bentuk segitiga, lalu ditempeli adonan aci dan digoreng. Tapi yang saya bikin ini menggunakan tahu kulit karena yang lagi ada stok di rumah itu, ada tahu putih cuma 1 bungkus (yang ukuran besar standar) dan tidak cukup untuk dipakai seluruh adonan. Jadi tahu putihnya saya pakai untuk campuran adonan saja, sedangkan untuk menempelkan adonan acinya saya pakai tahu kulit. Terinspirasi juga dari Mba Citra di Kumamoto, Jepang yang membuat tahu aci ini memakai tahu kulit juga. Hasilnya tahunya jadi lebih renyah. Terima kasih inspirasinya ya Mba :)

Buat penggemar gorengan dari aci seperti saya, makan tahu ini gak kerasa bisa habis banyak, hehehe... cocol terus pokoknya :D . Tahu aci ini bisa disajikan dengan cabai rawit atau sambal kecap untuk cocolan. Next time mau bikin lagi pakai tahu putih yang biasa saya pakai untuk bikin siomay dan batagor disini. Tahu aci ini lebih enak dinikmati fresh selagi masih hangat karena teksturnya masih ada renyahnya, setelah dingin memang jadi tidak serenyah saat masih fresh tapi tenang saja acinya (cirengnya) tidak menjadi keras walau sudah dingin lho, tetap kenyal dan empuk digigitnya ^_^

Yang mau mencoba untuk membuatnya, berikut resepnya ya... Inshaa Allah mudah untuk dipraktekkan dan yang terpenting tahu aci ini saat digoreng tidak perlu takut akan meletus atau loncat dari penggorengan kok, hehehee...








 





























TAHU ACI KHAS TEGAL

15-20 buah tahu kuning ukuran kecil satuan, dibelah melintang diagonal membentuk segitiga (hasil jadi 30-40 buah) ~ saya pakai tahu kulit
*bila tahunya tawar, bisa diberi sedikit garam dan merica bubuk lalu diamkan sebentar agar meresap, siap dipakai
2 buah tahu kuning/putih kecil ukuran kecil, haluskan ~ saya pakai setengah bagian tahu putih ukuran besar standar
150 gram aci/tapioka/sagu tani
50 gram terigu protein sedang/all purpose
5 siung bawang putih, haluskan
1,5 sdt garam (kalau suka lebih asin bisa pakai 2 sdt)
1 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
50 ml air
4 batang daun bawang kecil atau daun kucai, iris halus
Minyak goreng yang banyak untuk menggoreng

Cara membuat:
1. Campur tahu kuning/putih yang dihaluskan, tepung aci/tapioka/sagu tani dan terigu. Aduk hingga tercampur rata. Sisihkan.
2. Campur air, bawang putih halus, garam, merica bubuk dan gula pasir. Panaskan di atas kompor hingga mendidih pertama kali.
3. Tuang campuran air mendidih ini ke campuran tahu dan tepung tadi. Aduk rata dengan sendok hingga membentuk adonan yang lembek. Adonan bertekstur lembek dan mudah disendokkan, tapi tidak terlalu cair/runny dan juga tidak kering seperti adonan cireng. Bila dirasa masih terlalu kering, bisa ditambahkan air sedikit demi sedikit karena kelembekan adonan juga tergantung kadar air dari tahu yang dipakai.
4. Tambahkan daun bawang atau daun kucai, aduk rata.
5. Tempelkan adonan aci pada tahu yang telah disiapkan. Lakukan hingga adonan habis.
6. Panaskan minyak goreng yang banyak dengan api sedang, goreng tahu aci hingga matang dan kecoklatan. Angkat dan sajikan dengan cabai rawit atau sambal kecap.

Sambal kecap:
5 sdm kecap manis
1 sdm saus sambal
1 siung bawang putih, haluskan/parut
Cabai rawit merah sesuai selera pedasnya, diiris dan digerus kasar dengan sendok agar keluar pedasnya
3 buah bawang merah, dipotong-potong
Sedikit perasan air jeruk nipis atau cuka makan
Bila terlalu kental bisa ditambahkan 1 sdm air matang
---> Campur semua bahan jadi satu dan siap menjadi sambal cocolan tahu aci




































 

Tahu aci ini juga bisa disajikan dengan saus sambal kacang, jadinya batagor aci deh. Tahu acinya bedol desa dari Jawa Tengah ke Jawa Barat donk soalnya jadi batagor, hehee... Enak juga lho. Selamat mencoba! ^_^