Kamis, 05 April 2018

NASTAR ISI COKELAT

































Bismillah... mulai mengisi blog kembali setelah vakum tidak update blog cukup lama ya kayaknya ^^ , selain karena kesibukan lain juga karena anakku Nadhifa sedang liburan pergantian tahun ajaran baru sekolah jadi full ada di rumah. Kalau putriku ini sedang ada di rumah terus terang saya jadi agak kurang leluasa berlama-lama di depan laptop karena Nadhifa merasa dicuekin oleh bundanya, hehehee... Baru duduk sebentar sudah dibilang "Bunda sini temenin Dhifa menggambar aja.", hihihiii...

Nastar isi cokelat ini sebenarnya orderan dari seorang teman disini, beliau pesan 2 macam nastar yaitu nastar original isi selai nanas dan nastar isi cokelat. Sebetulnya saya disini sedang tidak mengerjakan pesanan kue kering, alasannya adalah karena oven saya yang kapasitasnya kecil bikin punggung encok pegel linu kalau mengerjakan kue kering apalagi kalau dalam jumlah banyak, hihihiii... Tapi karena pesanan teman saya ini sudah dari jauh hari dan sempat tertunda juga karena saya kurang fit jadi tetap saya kerjakan, plus pesannya juga tidak terlalu banyak jadi okeee saya kerjakan ;)

Kulit nastarnya sama saja seperti resep kulit nastar original, hanya isiannya diganti cokelat yang berbentuk pasta, bagian permukaannya diberi motif coret dengan dark chocolate leleh. Dulu sekali saya pernah melihat teman saya Mba Nien Ieng posting nastar isi cokelat, sempat ingin mencobanya tapi belum kesampaian juga karena selama ini hanya mengerjakan pesanan nastar original dan nastar keju saja, hehehee... Bahan-bahan isian nastarnya saya lihat dari Mba Nien tapi komposisinya saya pakai takaran sendiri sesuai selera saya. Terima kasih atas inspirasinya ya Mba Nien ^_^

Resep kulit nastar bisa menggunakan resep andalan masing-masing yang mana saja ya, tapi saya sertakan juga pada resep di bawah ini, silahkan jika mau mencobanya dan semoga berhasil.





































NASTAR ISI COKELAT
by Ricke Indriani

Bahan kulit:
250 gram butter+margarin (saya pakai 1:1)
3 butir kuning telur (ukuran besar)
60 gram gula bubuk
1/2 sdt vanilla
25 gram susu bubuk
370 gram terigu protein sedang/all purpose flour (masukkan sesuai kebutuhan adonan)

Bahan olesan:
2 kuning telur dan 1 sdt susu cair (untuk mengencerkan agar lebih merata saat dioles), diaduk rata

Bahan topping:
Dark cooking chocolate, lelehkan. Masukkan ke piping bag/plastik segitiga.

Bahan isi cokelat:
100 gram terigu protein sedang, ayak
20 gram cokelat bubuk
90 gram gula pasir
35 gram butter/margarin
35 gram air matang
75 gram dark cooking chocolate, dicincang

Cara membuat:
Isi:
1. Campur dan ayak terigu dan cokelat bubuk. Sisihkan.
2. Campur gula pasir, butter/margarin dan air. Panaskan dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga mendidih dan gula larut.
3. Masukkan dark cooking chocolate cincang dan aduk-aduk hingga seluruh cokelat meleleh dan tercampur rata. Matikan api.
4. Masukkan campuran terigu dan cokelat bubuk. Aduk rata dengan sendok kayu. Nyalakan kembali api kecil, aduk-aduk hingga membentuk adonan pasta yang licin dan kalis. Angkat. Biarkan hingga agak hangat.
5. Pulung adonan isi dan bentuk bulatan yang disesuaikan dengan besar kecilnya ukuran nastar. Sisihkan.

Kulit:
1. Campur butter+margarin, gula bubuk dan vanilla. Kocok menggunakan kecepatan rendah hingga lembut, tidak perlu sampai mengembang.
2. Masukkan kunig telur, kocok sebentar asal rata. Matikan mixer.
3. Masukkan susu bubuk, aduk rata dengan sendok kayu.
4. Masukkan terigu secara bertahap sambil diaduk rata dengan sendok kayu. Sesuaikan jumlah terigu dengan kondisi adonan. Jika adonan sudah cukup teksturnya dan bisa dipulung (sudah tidak lengket tapi masih lembut dan tidak kering) dan terigu masih bersisa, hentikan penambahan tepung, adonan jangan terlalu kering.
5. Panaskan oven sengan suhu rendah (saya pakai 130-140'C).
6. Pulung adonan secukupnya, beri isi kemudian bulatkan. Tata di loyang (saya tidak mengoles loyang dengan margarin/butter).
7. Panggang dalam oven selama 15-20 menit. Keluarkan dari oven, poles dengan bahan olesan. Panggang kembali 15-20 menit hingga matang dan permukaan kuning keemasan. Angkat dan dinginkan.
8. Beri topping coretan dark chocolate leleh. Biarkan topping mengeras. Simpan nastar dalam wadah kedap udara.



































Tips:
- Kocok butter dan margarin sampai lembut saja, tidak perlu sampai mengembang karena akan membuat nastar menjadi 'ceper, melebar saat dipanggang.
- Penambahan terigu bisa disesuaikan dengan kondisi adonan. Jika adonan sudah cukup teksturnya dan bisa dipulung (sudah tidak lengket bila disentuh jari tapi masih lembut dan tidak kering) dan terigu masih bersisa, hentikan penambahan tepung, adonan jangan terlalu kering.
- Bila suhu ruangan cukup hangat/gerah, ambil adonan secukupnya untuk dibentuk (misal setengahnya) dan sisanya dibungkus plasik wrap simpan dalam lemari es agar butter dalam adonan tidak mencair yang menyebabkan adonan menjadi keras.
- Resep kulit nastar bisa memakai resep andalan masing-masing sesuai selera ya, yang penting isinya cokelat kan namanya juga nastar isi cokelat, hehee...

Selamat mencoba and good luck! ^_^

TAHU ACI KHAS TEGAL


































Tahu aci ini adalah salah satu makanan khas Tegal, Jawa Tengah, masih saudaraan sama cireng deh ya, soalnya sama-sama judulnya aci yang digoreng, bedanya tahu aci pakai tahu. Adonan acinya juga berbeda dengan cireng, kalau cireng adonannya lebih kering dan mudah dibentuk, sedangkan tahu aci adonannya lebih lembek dan mudah disendoki. Selain tahu aci, di Tegal juga ada yang namanya tahu pletok, mirip dengan tahu aci ini tapi teksturnya lebih renyah. Pada tahu pletok, tahu dibelah tipis lalu dibentangkan, kemudian adonan acinya ditempelkan di salah satu sisi permukaan tahunya dan digoreng.

Aslinya tahu aci ini menggunakan tahu kuning ukuran satuan kecil yang dibelah melintang diagonal jadi bentuk segitiga, lalu ditempeli adonan aci dan digoreng. Tapi yang saya bikin ini menggunakan tahu kulit karena yang lagi ada stok di rumah itu, ada tahu putih cuma 1 bungkus (yang ukuran besar standar) dan tidak cukup untuk dipakai seluruh adonan. Jadi tahu putihnya saya pakai untuk campuran adonan saja, sedangkan untuk menempelkan adonan acinya saya pakai tahu kulit. Terinspirasi juga dari Mba Citra di Kumamoto, Jepang yang membuat tahu aci ini memakai tahu kulit juga. Hasilnya tahunya jadi lebih renyah. Terima kasih inspirasinya ya Mba :)

Buat penggemar gorengan dari aci seperti saya, makan tahu ini gak kerasa bisa habis banyak, hehehe... cocol terus pokoknya :D . Tahu aci ini bisa disajikan dengan cabai rawit atau sambal kecap untuk cocolan. Next time mau bikin lagi pakai tahu putih yang biasa saya pakai untuk bikin siomay dan batagor disini. Tahu aci ini lebih enak dinikmati fresh selagi masih hangat karena teksturnya masih ada renyahnya, setelah dingin memang jadi tidak serenyah saat masih fresh tapi tenang saja acinya (cirengnya) tidak menjadi keras walau sudah dingin lho, tetap kenyal dan empuk digigitnya ^_^

Yang mau mencoba untuk membuatnya, berikut resepnya ya... Inshaa Allah mudah untuk dipraktekkan dan yang terpenting tahu aci ini saat digoreng tidak perlu takut akan meletus atau loncat dari penggorengan kok, hehehee...








 





























TAHU ACI KHAS TEGAL

15-20 buah tahu kuning ukuran kecil satuan, dibelah melintang diagonal membentuk segitiga (hasil jadi 30-40 buah) ~ saya pakai tahu kulit
*bila tahunya tawar, bisa diberi sedikit garam dan merica bubuk lalu diamkan sebentar agar meresap, siap dipakai
2 buah tahu kuning/putih kecil ukuran kecil, haluskan ~ saya pakai setengah bagian tahu putih ukuran besar standar
150 gram aci/tapioka/sagu tani
50 gram terigu protein sedang/all purpose
5 siung bawang putih, haluskan
1,5 sdt garam (kalau suka lebih asin bisa pakai 2 sdt)
1 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
50 ml air
4 batang daun bawang kecil atau daun kucai, iris halus
Minyak goreng yang banyak untuk menggoreng

Cara membuat:
1. Campur tahu kuning/putih yang dihaluskan, tepung aci/tapioka/sagu tani dan terigu. Aduk hingga tercampur rata. Sisihkan.
2. Campur air, bawang putih halus, garam, merica bubuk dan gula pasir. Panaskan di atas kompor hingga mendidih pertama kali.
3. Tuang campuran air mendidih ini ke campuran tahu dan tepung tadi. Aduk rata dengan sendok hingga membentuk adonan yang lembek. Adonan bertekstur lembek dan mudah disendokkan, tapi tidak terlalu cair/runny dan juga tidak kering seperti adonan cireng. Bila dirasa masih terlalu kering, bisa ditambahkan air sedikit demi sedikit karena kelembekan adonan juga tergantung kadar air dari tahu yang dipakai.
4. Tambahkan daun bawang atau daun kucai, aduk rata.
5. Tempelkan adonan aci pada tahu yang telah disiapkan. Lakukan hingga adonan habis.
6. Panaskan minyak goreng yang banyak dengan api sedang, goreng tahu aci hingga matang dan kecoklatan. Angkat dan sajikan dengan cabai rawit atau sambal kecap.

Sambal kecap:
5 sdm kecap manis
1 sdm saus sambal
1 siung bawang putih, haluskan/parut
Cabai rawit merah sesuai selera pedasnya, diiris dan digerus kasar dengan sendok agar keluar pedasnya
3 buah bawang merah, dipotong-potong
Sedikit perasan air jeruk nipis atau cuka makan
Bila terlalu kental bisa ditambahkan 1 sdm air matang
---> Campur semua bahan jadi satu dan siap menjadi sambal cocolan tahu aci




































 

Tahu aci ini juga bisa disajikan dengan saus sambal kacang, jadinya batagor aci deh. Tahu acinya bedol desa dari Jawa Tengah ke Jawa Barat donk soalnya jadi batagor, hehee... Enak juga lho. Selamat mencoba! ^_^

Rabu, 04 April 2018

RAINBOW CAKE




Yeap, this is the happening cake nowaday. Telat banget ya baru posting rainbow cake sekarang, kemana aja Bun?? Hehehehee...
Hosnestly, pada awalnya saya gak begitu tertarik untuk bikin cake ini. Dalam pikiran saya cake ini gak ada istimewanya selain warna warninya saja dan pastinya time consuming banget karena harus membuat 6-7 layer cake bernuansa mejikuhibiniu :D
Tapi, ternyata suami saya mengamati juga perkembangan trend dunia mode perkuehan, hihihiiiii... Sampe-sampe dia tau asal muasalnya si rainbow ini bisa booming banget, yaitu dari kisah seorang mahasiswi di Amerika yang membuatkan cake special buat seorang sahabatnya yang suka sekali dengan pelangi dan kemudian diposting di blognya kemudian banyak orang tertarik dg rainbow cake buatannya hingga mahasiswi tersebut diundang ke acara Oprah Show. Kemudian Budhe’ Martha Stewart pun membuat resep rainbow cake yg menjadi acuan banyak foodie blogger. Jadilah demam Rainbow Cake dimana-mana, hehehee...
Dan Abi pun ‘menantang’ saya untuk membuat rainbow cake yang enak di hari ultah Dhifa. Oke lah dipenuhi tantangannya :p



Big hug for you my princess ^__^


14 Juni 2012. Actually, there was nothing to celebrate. Karena kami memang gak pernah merayakan ultah. Hanya Nadhifa sudah jauh-jauh hari bilang "Bunda, Dhifa mau dibikinin kueh ulang tahun dan tiup lilin ya..."
Ya seperti biasa, hanya membuat cake sederhana, tiup lilin dan potong kue di rumah. Just the three of us :)
Bagi-bagi ke tetangga kanan kiri terdekat saja dan sorenya meluncur ke rumah Yangkung dan Yangti sambil bawa kue buat beliau ^___^
Selamat Milad ya anakku sayang... Sehat selalu, tumbuh cerdas, jadi anak yang sholehah, menjadi penyejuk mata dan hati kedua orang tua dan bermanfaat untuk sesama. Aamiin...

So, my girl is now 3 years old. Alhamdulillah... Love you my precious! Mmuuuaaccchhhhh.... :-*



With her 'big twin', Abi :D


Back to my rainbow cake, saya membuatnya saat ulang tahun Nadhifa yang ke-3 tanggal 14 Juni kemarin. Selama ini belum nemu aja resep rainbow cake yang sreg dan sesuai dengan saya. Banyak resep rainbow cake beredar di internet, milis, dan blog teman-teman. Bukan orang Indonesia namanya klo gak kreatif dengan resep, buktinya resep rainbow cake berbagai macam modifikasi ada, dari yang panggang sampe yg kukus, dari tipe buttercake sampe tipe spongecake, dari yang irit telur sampe yang adaptasi dari resep lapis surabaya yang pake telur segambreng, hihihiiii... Semua sah-sah saja, toh tinggal dikasih warna mejikuhibiniu jadi deh Rainbow Cake :D

Bagi saya, klo mau merasakan istimewanya si rainbow ini, jangan bikin yang setengah-setengah. Bikin dengan menggunakan base cake yang enak dan lembut, gunakan frosting yang tidak biasa juga. Agar saat kita memakannya pun rasanya sesuai dengan effort yang sudah kita keluarkan untuk membuat cake ini. *sigh
Klo cuma spongecake standar, oles buttercream standar, ya gak ada istimewanya. CMIIW... ^__*
Saya membuatnya dengan menggunakan resep spongecake yang dikocok dengan metode all in one dan menggunakan lebih banyak kuning telur. Selain lebih praktis mengocoknya, hasil porinya halus, juga cakenya empuk dan lembut karena menggunakan lebih banyak kuning telur.
Hasil sharing dengan Teh Siti Maryam, juragan kue di Garut sana, yang juga cocok dengan resep Yongki yang dikocok dengan metode all in one. Klo kata Teh Iyam mah 'digebruskeun', heuheuheuuu...

Untuk frostingnya saya memakai cream cheese frosting sebagai pasangan si rainbow. Gurih, manis, lembut cream cheese frosting membuat cake ini terasa istimewa :)
Untuk pewarna, tentunya pakailah pewarna yang food grade dan jangan lupa Halal is a must :). Soal intensitas warna yang diinginkan itu sesuai selera saja, mau warna tua silahkan, warna ngejreng is okay, warna soft juga sah-sah saja ;)

Tips pertama, bila mixer Anda mempunyai kapasitas kecil, ditambah oven yang juga kecil, plus loyang yang gak banyak, qiqiqiqiiii... sebaiknya buat dulu setengah resep. Sembari memanggang yang batch pertama, lanjutkan menyiapkan adonan untuk batch kedua. Atau semisal mau membuat sepertiganya dulu juga boleh.
Tips kedua, jangan mengaduk-aduk adonan terlalu banyak (over mixing) karena akan membuat adonan yang sudah mengembang kental jadi turun dan encer kembali. Oleh karena itu, masukkan pewarna dengan yakin! Cukup sekali memasukkan pewarna, aduk seperlunya cukup hingga rata saja. Jangan teteskan sedikit diaduk-aduk, eh merasa kurang warnanya teteskan lagi sedikit aduk-aduk lagi, begitu terus, yang ada nanti adonannya ngambek deh dan kuenya bantat, nangis guling-guling deh! :D
Tips ketiga, karena adonan dibuat tipis-tipis saja, panggang dengan suhu tinggi sekitar 190’C cukup sebentar saja agar cake matang tetapi tetap masih lembut dan moist, tidak kering. Gak perlu sampai berkulit kecoklatan permukaannya yang penting ditest sentuh sudah membal itu sudah cukup.

Ini resep yang saya gunakan, alhamdulillah kata yang sudah pernah icip-icip dan para customer yang sudah memesan rainbow cake ke Ordinary Kitchen katanya weennaaakkk.... :D
Adaptasi dari resep spongecake Pak Yongki, tapi dikocok dengan metode all in one. Hatur nuhun Teh Iyam atas inspirasinya :)



The birthday cake. It's rainbow! *sigh :D


RAINBOW CAKE
By Ricke Indriani

BAHAN CAKE:
8 kuning telur
7 telur antero (utuh) ukuran besar
200 gram gula pasir
15 gram cake emulsifier
¼ sdt garam

125 gram terigu protein sedang
25 gram maizena
15 gram susu bubuk
---> Campur dan ayak
1 sdt vanilla

150 gram mentega, lelehkan

Pewarna makanan merah, orange, kuning, hijau, biru, ungu

6 loyang bulat ukuran 22 cm atau kotak ukuran 20x20 cm, tinggi 3-4 cm

Cara membuat:
1. Panaskan oven 190’C. Siapkan 6 buah bowl/mangkok untuk mewarnai adonan. Siapkan loyang, olesi dengan mentega, alasi dengan kertas roti bagian bawahnya, olesi lagi dengan mentega. Sisihkan.
2. Kocok telur, gula pasir, cake emulsifier dan garam dengan kecepatan rendah cukup hingga tercampur rata. Masukkan semua bahan kering yang sudah diayak dan vanilla, kocok dengan kecepatan rendah sampai tepung tercampur rata. Kemudian naikkan kecepatan mixer kocok dengan kecepatan tinggi (high speed) sampai adonan mengembang, kental berjejak dan putih. Lamanya mengocok tergantung kapasitas mixer masing-masing. Matikan mixer.
3. Masukkan mentega leleh, aduk balik merata dengan spatula.
4. Bagi adonan sama rata menjadi 6 bagian ke dalam bowl yang sudah disiapkan, timbang masing-masing sekitar 200 gram atau total berat adonan dibagi 6. Beri pewarna makanan secukupnya.
5. Tuang ke loyang. Panggang dalam oven sekitar 15-20 menit hingga matang, sesuaikan dengan oven masing-masing. Bisa test sentuh dan test tusuk.
6. Keluarkan cake dari loyang dan dinginkan.


CREAM CHEESE FROSTING

Bahan:
250 gram cream cheese
100 gram unsalted butter, dingin
500 ml non dairy whip cream manis (dingin), kocok hingga kaku (atau bisa menggunakan 200 gram whip cream bubuk dan 400 ml air es)

Cara membuat:
Kocok cream cheese dan unsalted butter hingga lembut. Campurkan ke dalam whipped cream kaku, kocok dengan kecepatan rendah hingga tercampur rata. Simpan dalam kulkas sambil menunggu akan digunakan.

SIMPLE SYRUP
100 gram gula pasir
300 ml air
---> Rebus hingga gula larut dan dinginkan

PENYELESAIAN
Ambil selembar cake (susunan warna dari bawah ke atas yaitu ungu, biru, hijau, kuning, orange dan merah), basahi dengan simple syrup, oles cream cheese frosting, tumpuk kembali dengan selembar cake, ulangi sampai seluruh cake tersusun. Rapikan pinggirannya bila perlu. Hias bagian atasnya atau cover keseluruh bagian cake dengan sisa frosting. Beri taburan sprinkles sugar warna warni atau hias sesuai selera.


Kiss kiss :-*


Blow the candle, huuuffffff.... :D


Let's slice it up! ;)


Alhamdulillah, senangnya melihat senyum bahagianya... Nadhifa bilang, "Bunda, renbow kek-nya enak, uuhhmmm mantap!" *sambil mengacungkan jempolnya ^__^b
Setelah dipotong Nadhifa habis 2 slice, hehehehee... ;)



Enjoy!


So this is my rainbow cake... Happy baking and happy birthday my girl! ^___^

Es Cream Coklat Pops


































Posting yang segar-segar lagi aahhh... Di Korea sedang summer, tentunya ice cream, bingsu (es serut khas Korea), ice coffee, ice soda dan berbagai yang segar-segar lainnya seliweran dimana-mana. Godaan mata untuk Muslim yang sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan yang bertepatan dengan summer ini, hehehee... Tapi tetap semangat donk puasanya ^_^

Sebenarnya sudah sering membuat ice cream pops atau popsicle ini, mulai dari hanya cuma membekukan juice buah saja, atau membekukan yogurt dan susu coklat saja, yang penting dicetaknya di cetakan popsicles, jadi deh ^^ . Tapi paling suka membuat chocolate ice cream pops ini, karena ketika digigit lembut dan lumer di mulut. Seperti layaknya ice cream pops yang dibeli di toko.

Ide awal resep yang saya buat untuk ice cream pops ini teringat seorang teman ibu saya yang dulu berjualan es mambo berbagai varian, beliau jika membuat adonan ice mambonya selalu adonannya dimasak dan kemudian sedikit dikentalkan dengan maizena. Kata beliau tujuannya agar hasil ice mambonya empuk saat digigit dan es mambonya tidak keras seperti es batu. Kalau tidak salah, beliau hanya membuat pengecualian untuk es mambo yang jenis es teh. Saya sendiri tentunya tidak pernah tau resep beliau seperti apa persisnya dulu.

Ini resep yang saya buat, cukup sederhana caranya dan bahan-bahannya pun mudah didapat. Ice cream yang dihasilkan kokoh untuk dijadikan ice cream pops menggunakan stick, tetapi tetap lembut dan empuk saat digigit dan lumer di mulut. Stick ice cream-nya juga bisa diganti menggunakan ice cream stick yang dari kayu, bisa dibeli di toko bahan kue atau perkakas rumah tangga. Bila menggunakan ice cream stick dari kayu, biarkan adonan ice cream sedikit membeku dahulu (setelah disimpan di freezer sekitar 1 jam) baru ditusukkan stick kayunya dan lanjutkan proses pembekuan.





 





























CHOCOLATE POPSICLES (CHOCOLATE ICE CREAM POPS)
Oleh: Ricke Indriani

Bahan:
750 ml susu cair
150 gram gula pasir
25 gram coklat bubuk (cocoa powder)
75 gram dark chocolate, cincang kecil-kecil
20 gram maizena
1 sdt vanilla

Cara membuat:
1. Lelehkan dark chocolate yang telah dicincang dengan cara di-tim di atas air panas. Aduk hingga licin. Sisihkan.
2. Larutkan maizena dengan 50 ml susu cair (diambil dari 750 ml susu cair dalam resep). Aduk rata. Sisihkan.
3. Campur susu cair, gula pasir dan coklat bubuk. Aduk rata. Panaskan di atas api kecil sambil diaduk-aduk sampai gula dan coklat bubuk larut. Angkat dan saring.
4. Masukkan dark chocolate leleh ke dalam larutan susu coklat tadi. Aduk rata. Panaskan kembali di atas api kecil, masukkan larutan maizena. Masak sambil diaduk-aduk hingga mengental dan mendidih. Masukkan vanilla, aduk rata. Angkat dan biarkan sejenak.
5. Siapkan cetakan popsicles, isi dengan adonan ice cream dan pasang bagian stick-nya (bawaan dari cetakan). Bila menggunakan ice cream stick kayu, masukkan dahulu ke dalam freezer sampai sedikit membeku (sekitar 1 jam) baru tusukkan stick kayu dan lanjutkan proses pembekuan.
6. Bekukan ice cream selama minimal 5-6 jam (tergantung kondisi suhu freezer kulkas masing-masing). Ice cream pops siap dinikmati.
7. Untuk mengeluarkan ice cream dari cetakan, rendam cetakan dalam wadah/baskom berisi air hangat. Biarkan beberapa saat saja, kemudian cabut ice cream dengan menarik stick-nya. Ice cream yang telah dicabut semua dari cetakan bisa diletakkan dalam wadah tertutup (atau di zipper bag) dan kembali disimpan di freezer. Jadi saat akan menyantapnya tidak perlu repot mencabutnya dari cetakan.




































Untuk lapisan chocolate shell-nya, saya menggunakan white chocolate (biar kontras saja gitu). Coklatnya saya lelehkan dengan cara di-tim dengan ditambah sedikit minyak sayur (vegetable oil). Setelah leleh masukkan ke dalam gelas dan biarkan sampai agak hangat (jangan celupkan ice cream dalam keadaan coklat masih panas). Setelah ice cream beku kemudian dicelupkan ke coklat leleh, bisa diberi tambahan topping sesuai selera (kacang tanah cincang, almond, sprinkle sugar, dll). Bisa juga ice cream popsnya dibiarkan polos saja tanpa balutan apa-apa lagi, sudah enak kok ^^






Note:
- Untuk mengeluarkan ice cream dari cetakan, rendam cetakan dalam wadah/baskom berisi air hangat. Biarkan beberapa saat saja, kemudian cabut ice cream dengan menarik stick-nya. Ice cream yang telah dicabut semua dari cetakan bisa diletakkan dalam wadah tertutup (atau di zipper bag) dan kembali disimpan di freezer. Jadi saat akan menyantapnya tidak perlu repot mencabutnya dari cetakan.
- Untuk membuat chocolate popsicles dengan sensasi mint, saya biasanya menambahkan daun mint segar yang saya blender halus dengan sedikit susu cair. Kemudian ditambahkan ketika adonan sudah dimasak hingga mengetal dan akan diangkat. Aduk rata.

Selamat mencoba ^_^

DADAR GULUNG


































Bismillah... setelah beberapa bulan tidak update blog, disempatkan lagi untuk menengok blog yang sudah berdebu ini (*sambil nyapuin debu). Kali ini mau sharing resep dadar gulung yang biasa saya pakai. Disingkat darlung alias dadar gulung, kalau disingkat darling nanti jadinya dadar guling (halah!). Dadar gulung ini biasanya saya gunakan untuk salah satu isian snack box atau pesanan kue nampan/tampah. Buat teman ngeteh sore hari, why not?

Kali ini saya share dadar gulung original ya, yaitu dadar gulung dengan kulit yang hijau, isi unti kelapa dan gula merah (atau kalau mau putih pakai gula pasir saja). Kulit dadar gulungnya bisa dimodifikasi misalnya menjadi coklat, pink, bermotif, dan lain-lain. Isinya juga bisa diganti, misalnya pisang keju/coklat, vla keju, vla buah, cream cheese, atau yang lainnya. Tapi kali ini khusus share yang original dulu yaaa.. ini juga fotonya sudah lama (6 bulan yang lalu saya motretnya, lebihan pesanan).

Trik khusus untuk membuat kulit dadar gulung yang berpori dan bopeng-bopeng khas dadar gulung adalah pada panas wajan/pan yang dipakai untuk membuat dadar kulitnya. Wajan/pan harus sudah dalam keadaan panas, jadi begitu adonan dituang langsung 'cessssss' adonan bagian bawahnya akan bergejolak dan membentuk gelembung-gelembung pori yang akhirnya membuat kulit jadi bopeng-bopeng. Kalau wajan/pan yang digunakan kurang panas, maka kulit dadar gulung akan mulus saja tanpa bopeng (kalau wajah sih pasti pada pengennya mulus ya, hehee..). Hmmmm... jajanan pasar Indonesia itu kayaknya sebagian besar kalau dilihat dari bahan-bahannya memang mudah, tapi proses membuatnya itu yang agak tricky ya.

By the way, dadar gulung ini kalau membuatnya di Korea sini (dan juga di negara lain yang tidak familiar dengan bahan-bahannya) jadinya mahal modalnya bow! Ya iya, santannya mahal, kelapa parutnya mahal, gula merahnya mahal, pandannya mahal, yuhuuuu... So precious deh pokoknya itu bahan-bahannya, hehee... Bersyukur masih bisa makan si darlung ini ^^





 






























DADAR GULUNG
(Indonesian Green Pancake Roll Stuffed with Grated Coconut and Palm Sugar)
by Ricke Indriani

Bahan kulit dadar:
250 gram terigu protein sedang
1/2 sdt garam
2 butir telur, kocok lepas
700 ml santan encer matang
1-2 sdt pasta pandan (sesuaikan dengan keinginan warna hijaunya)
Margarin secukupnya untuk olesan wajan dadar

Bahan unti kelapa:
200 gram kelapa parut kasar (jika menggunakan kelapa parut segar, pilih yang setengah tua)
100 gram gula merah
50 gram gula pasir (jika ingin unti berwarna putih, skip gula merah dan pakai 100 gram gula pasir semua)
1/2 sdt garam
100 ml air
1 lembar daun pandan, sobek-sobek
1/4 sdt vanili bubuk

Cara membuat:
Kulit Dadar:
1. Campur terigu dan garam, buat lubang di tengahnya lalu tuang telur dan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk rata menggunakan hand whisker hingga adonan licin. Saring. Tambahkan pasta pandan. Aduk rata.
2. Panaskan wajan/pan datar diameter 18-20 cm (saya menggunakan wajan teflon). Setelah benar-benar panas, olesi wajan/pan dengan margarin tipis (gunakan kuas silikon ya). Tuang 1 sendok sayur ukuran sedang (sesuaikan dengan ukuran wajan/pan agar hasilnya tidak terlalu tebal). Masak hingga matang dan permukaannya tidak lengket bila disentuh. Angkat. Lakukan hingga adonan habis. Dinginkan.

Unti Kelapa:
1. Panaskan air, gula merah, gula pasir, garam dan daun pandan. Masak dan aduk-aduk hingga gula larut. Masukkan kelapa parut. Aduk-aduk hingga airnya menyerap semua (kelapa jangan terlalu kering dan jangan terlalu basah). Tambahkan vanili bubuk. Aduk rata. Angkat dan dinginkan.

Penyelesaian:
Ambil selembar kulit dadar, beri isi unti kelapa. Lipat dan gulung. Lakukan hingga habis.

































Tips:
- Jika ingin menggunakan pewarna hijau alami, bisa membuat dari juice daun suji dan daun pandan yang diblender bersama air dan disaring. Ambil 50-100 ml juice-nya dan kurangi jumlah santan yang dipakai sesuai dengan jumlah juice yang ditambahkan.
- Pastikan adonan yang dibuat licin tanpa bergerindil (disarankan disaring)
- Pastikan wajan/pan sudah benar-benar panas saat adonan dituang agar kulit dadar yang dihasilkan berpori/bopeng-bopeng khas dadar gulung.
- Sesuaikan takaran adonan saat dituang dengan ukuran wajan/pan yang digunakan agar kulit tidak terlalu tebal (susah digulung).
- Jangan memasak kulit dadar terlalu lama agar kulit tidak kering dan warnanya tetap hijau cantik.
- Setelah jadi, sebaiknya simpan dadar gulung dalam wadah tertutup atau bungkus satu persatu dengan plastik bening agar kulitnya tidak cepat kering terkena udara terbuka

Selamat mencoba ^_^

BANANA SPONGE CAKE


































Bulan Juni yang lalu, terjadi tragedi (halah!) lupa kalau menyimpan pisang. Jadi, karena Nadhifa adalah penggemar pisang dimakan begitu saja (Abinya juga sih sebenarnya) kalau mau bikin kue berbahan pisang harus menyembunyikan pisang yang dibeli agar aman dari jangkauan Nadhifa jika pisangnya belum over ripe atau matang sekali. Nah, ternyata malah kelupaan alias bablas kalau menyimpan satu sisir pisang, sampai pisangnya hampir bonyok yang bagian bawah. Beberapa buah pisang yang bagian bawah sudah hitam kulitnya dan lembek sekali. Tapi ketika dikupas alhamdulillah dalamnya bagus tidak busuk, wangiiii pisang sekali (ya iyalah masa wangi duren?)... Langsung saja hari itu juga dieksekusi jadi banana cake. Karena pisang yang bonyok alias kelewat matang (barisan bawah) ada 5 buah, jadi didahulukan menggunakan pisang yang 5 buah tersebut. Sisanya yang barisan atas masih bagus hanya sudah ada bintik-bintik hitam saja kulitnya. Pisangnya saya timbang berat kurang lebih 500 gram (tanpa kulit ya).




































 Banana cake bisa dibuat dengan metode butter cake, quick bread/metode muffin, atau sponge cake. Kali ini saya buat menggunakan metode sponge cake, untuk metode quick bread atau muffin yang dibuat tanpa mixer, silahkan ubek-ubek saja blog ini ya, hehee... Saya juga menggunakan brown sugar dalam cake ini, tambah wangi dan warna cakenya jadi semu kecoklatan. Tapi jika tidak ada brown sugar, teman-teman bisa menggunakan full gula pasir putih saja. Jadi untuk 500 gram pisang tadi, ini komposisi resep yang saya pakai.

BANANA SPONGE CAKE
by Ricke Indriani

500 gram pisang matang, tanpa kulit (jenis cavendish atau ambon)
50 ml susu cair, suhu ruang
4 butir telur (pakai ukuran sedang/besar)
100 gram gula pasir
100 gram brown sugar
1/4 sdt garam
300 gram terigu protein sedang
25 gram maizena
1 sdt baking powder
1 sdt soda kue
1 sdt vanilla
200 gram mentega/margarin, lelehkan
Gula halus dicampur dengan sedikit kayu manis bubuk untuk taburan (opsional)

Cara membuat:
1. Panaskan oven 160'C. Siapkan loyang tulban (loyang bolong di tengah) diameter 23 cm. Olesi dengan mentega/margarin dan taburi terigu tipis-tipis. Sisihkan.
2. Hancurkan pisang hingga lumat dan lembut (karena sudah matang sekali jadi saya hancurkan pakai garpu saja). Campur dengan susu cair. Sisihkan.
3. Ayak terigu, maizena, baking powder dan soda kue. Sisihkan.
4. Kocok telur, gula pasir, brown sugar dan garam hingga mengembang, putih dan kental sekali (ini penting karena adonan akan diberi pisang yang berat).
5. Masukkan campuran pisang dan susu cair dalam 2 tahap, aduk perlahan secara merata dengan spatula.
6. Masukkan campuran tepung (terigu, maizena, baking powder dan soda kue) dalam 3 tahap, aduk merata dengan teknik aduk balik.
7. Masukkan vanilla dan mentega/margarin leleh. Aduk merata dengan teknik aduk balik hingga adonan benar-benar homogen. Jangan ada mentega/margarin leleh yang belum tercampur rata.
8. Tuang ke dalam loyang. Ratakan permukaannya. Hentakkan loyang dengan lembut ke meja 2x (untuk mengeluarkan jika ada gelembung udara yang terperangkap saat menuang adonan).
9. Panggang selama 45-50 menit hingga cake matang kecoklatan dan kokoh (sesuaikan dengan oven masing-masing). Test tusuk dan test sentuh permukaannya sudah membal.
10. Keluarkan dari oven, balikkan loyang untuk mengeluarkan cake. Dinginkan. Taburi permukaannya dengan gula halus yang dicampur sedikit kayu manis bubuk (opsional). Potong-potong dan sajikan.

Note:
- Gunakan pisang yang sudah benar-benar matang agar lebih lembut, manis dan aromanya maksimal. Kulit pisang sudah banyak bintik-bintik hitam/tidak mulus lagi.
- Bila tidak ada brown sugar, bisa menggunakan full gula pasir. Silahkan menyesuaikan jumlah gulanya dengan selera manis masing-masing ya.
- Telur dan gula harus dikocok sampai benar-benar kental sekali, agar stabil saat ditambahkan pisang yang cenderung berat.
- Pastikan saat mengaduk mentega/margarin cair adonan sudah benar-benar homogen agar cake tidak bantat.
- Adonan cake cukup tinggi, jadi panggang dengan suhu rendah saja agar matang sempurna tetapi tidak cepat gosong. Lama memanggang sesuaikan dengan oven masing-masing.





Selamat mencoba. Good luck! ^_^

Nasi Campur Sayuran Ala Korea















































 Kali ini posting menu masakan Korea ya, namanya Bibimbap. Fotonya sudah setahun yang lalu (2013) tapi baru diedit tahun 2014, hahahaa... Iya, ngendon setahun di folder laptop :P . Kalau penggemar segala sesuatu yang berbau-bau Korea mungkin sudah tidak asing lagi ya mendengar kata 'Bibimbap' baik yang pernah makan maupun yang belum pernah. Bibimbap ini bisa diartikan nasi campur atau nasi yang dicampur aduk. Bibim artinya mengaduk/mencampur, bap artinya nasi. Toppingnya aneka sayuran, ada yang direbus atau ditumis sebentar hingga agak layu. Kalau full sayuran biasanya disebut 'Yache Bibimbap' alias Bibimbap Sayuran. Ada juga yang diberi tambahan topping hewani seperti daging atau seafood (udang/cumi/gurita) diberi nama sesuai dengan tambahan toppingnya, misalnya diberi tambahan topping udang diberi nama 'Saewu Bibimbap' alias Bibimbap Udang. Tidak lupa diberi telur ceplok (biasanya setengah matang) untuk pelengkap topping.

Bibimbap ini kalau di Indonesia ya mungkin seperti nasi pecel gitu kali ya, hehee... Tapi tanpa tambahan bumbu kacang ^^ . Sayuran untuk topping Bibimbap sudah diberi bumbu (garam dan atau bawang putih) jadi sudah ada rasa gurih dari sayurannya. Topping di tata rapi di atas nasi panas, kemudian saat disajikan dicampur aduk terlebih dahulu, baru dimakan. Itulah mengapa disebut Bibimbap :)
Bibimbap biasanya disajikan dengan tambahan saus cabai dari gochujang untuk sensasi rasa agak pedas, tapi bila tidak ingin atau ragu untuk mengkonsumsi gochujang tidak perlu memakai sausnya, jangan tanya saya soal resep gochujang ya karena saya belum pernah membuatnya. Gochujang asli prosesnya lama sekali bisa berbulan-bulan (contohnya bisa dilihat di website Maangchi ini). Alternatif bila ingin tambahan rasa pedas pada Bibimbap-nya, bisa membuat sausnya dari cabai bubuk yang dicampur dengan sedikit air untuk mengentalkan, sedikit bawang putih halus/bubuk, gula pasir, sedikit garam dan sedikit perasan air jeruk nipis/cuka makan. Cicipi rasanya sesuai selera. Aduk rata.

Bibimbap disajikan dalam mangkuk, jadi bisa disebut rice bowl ala Korea. Bisa dalam mangkuk biasa, atau dalam mangkuk hot pot (disebut Dolsot Bibimbap). Bila menggunakan hot pot, panaskan terlebih dahulu lalu permukaan bagian dalam diolesi minyak wijen. Sayurannya bisa suka-suka saja, namun umumnya yang dipakai adalah wortel, bayam/daun lobak, toge, jamur, timun/zucchini dan pakis muda/gosari. Bisa juga ditambahkan kim/nori kering yang sudah dipotong halus tipis-tipis. Intinya campur-campur deh. Yang saya buat ini menggunakan topping wortel, jamur, zucchini, pokchoy, toge, timun, ayam dan telur ceplok. Jadi inilah, Bibimbap suka-suka ala emaknya Nadhifa :D





 






























BIBIMBAP
by Ricke Indriani
(Cukup untuk 3 porsi)

Bahan:
2 cup beras (menggunakan cup takaran rice cooker)

Topping:
1 buah fillet dada ayam, iris tipis
1 buah wortel, potong bentuk stick tipis/korek api
4-5 buah jamur shitake/8-10 buah jamur kancing, iris tipis
1/2 buah zucchini (saya pakai ukuran besar), potong bentuk stick/korek api
1 ikat bayam/daun lobak/sawi/pokchoy
Segenggam munjung toge
1 buah timun, belah dua dan iris tipis
3 butir telur
Bisa juga ditambah kim/nori kering yang dipotong halus.
Minyak goreng secukupnya

Bumbu:
Garam
Gula pasir
Merica bubuk
Bawang putih halus
Minyak wijen
Cabai bubuk
Wijen sangrai





Cara membuat:
1. Masak nasi seperti biasa dengan takaran air yang disesuaikan dengan jenis beras yang dipakai masing-masing. Nasi yang dihasilkan tidak terlalu kering dan tidak terlalu lembek. Jadi pulen sedang saja.
2. Topping:
- Ayam: Lumuri ayam yang telah diiris tipis dengan 1 sdt bawang putih halus, 1/2 sdt garam, 1/4 sdt merica bubuk, 1 sdt gula pasir, 1/2 sdt minyak wijen, 1 sdt cabai bubuk (skip bila tidak ingin pedas). Aduk rata. Diamkan/marinasi selama 15-30 menit. Tumis dengan sedikit minyak hingga matang. Sisihkan. Ayam bisa diganti dengan daging sapi atau seafood.
- Wortel: Tumis wortel dalam wajan yang diolesi sedikit minyak goreng hingga agak layu (tidak perlu lama), beri sedikit garam dan merica. Sisihkan.
- Jamur: Cara sama dengan wortel.
- Zucchini: Taburi zucchini dengan sedikit garam, aduk rata. Diamkan 10 menit hingga keluar air dari zucchini dan zucchini jadi agak lemas. Buang airnya, peras perlahan (tidak perlu diperas kencang) zucchini. Beri sedikit bawang putih halus. Tumis dalam wajan yang diolesi sedikit minyak goreng hingga agak layu. Sisihkan.
- Timun: cara sama dengan zucchini, tetapi tidak perlu ditumis.
- Bayam/daun lobak/sawi/pokchoy: Didihkan air dalam panci. Matikan api. Masukkan sayuran dalam air panas sebentar saja hingga terlihat agak layu dan warnanya berubah menjadi hijau tua cerah. Segera angkat dan siram dengan air dingin biasa. Tiriskan dan peras perlahan. Beri sedikit bawang putih halus, garam, merica dan minyak wijen. Aduk rata. Sisihkan.
- Toge: Cara sama dengan bayam/daun lobak/sawi/pokchoy. Tapi kali ini saya tambahkan sedikit cabai bubuk.
- Telur: Goreng telur (diceplok) hingga tingkat kematangan sesuai selera (bisa setengah matang atau full matang).

Cara penyajian:
- Masukkan nasi panas secukupnya dalam mangkok. Apabila menggunakan mangkok hot pot, panaskan dahulu mangkuk hot pot. Setelah panas olesi bagian dalamnya dengan minyak wijen, masukkan nasi.
- Tata sayuran, daging (bila pakai), kim/nori (bila pakai) dan telur ceplok di atas nasi. Beri sedikit minyak wijen di atasnya dan taburi dengan wijen sangrai.
- Bibimbap siap disajikan panas-panas.
- Saat akan disantap, aduk dan campur jadi satu nasi dengan toppingnya.

Note: Saat menumis sayuran, saya hanya mengolesi wajan dengan minyak goreng menggunakan kuas silicon, jadi tidak perlu menumis dengan minyak goreng berlebihan agar hasil sayurannya tidak berminyak. Bisa juga sayurannya hanya direbus sebentar (blanch/blansir) saja.




Yuk bikin, semua pasti bisa kok bikin Bibimbap. Selamat mencoba ;)